Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Ketahuan


__ADS_3

Lovyna berjalan tergesa di loby rumah sakit, bahkan ibu dari dua orang anak itu berjalan cepat meninggalkan Nagara.


Kedua matanya terus saja memindai setiap pintu ruang rawat inap, mencari nomor ruangan yang saat ini di tempati oleh Crystal. Napasnya terengah kala Lovyna berhasil menemukan ruangan yang dia cari.


Tanpa menunggu Nagara, wanita itu segera masuk kedalam tanpa permisi. Kedua matanya menyorot tajam pada seorang pria muda yang tengah tertunduk sembari menggenggam salah satu tangan Crystal.


Gadis cantik itu masih belum sadar, setelah selesai menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru di punggungnya, sekitar 30 menit yang lalu.


Bugh!


Tas selempang Lovyna mengenai punggung si pria muda, bahkan pria bertato itu segera membuka mata dan mendongakan wajahnya. Ingin sekali dia mengumpat kasar, namun saat melihat siapa yang melakukan itu padanya, dia hanya bisa menelan saliva susah payah.


"Udah berani bohong sama Mami, huh? siapa yang ngajarin kamu bohong, Galaska?" ucap dingin Lovyna pada sang putra.


Sang Nyonya Nagara berkacak pinggang, saat ini dia benar benar kesal pada sang Putra, dia juga kesal pada suaminya yang sudah membantu Galaska berbohong. Tiga hari yang lalu Galaska izin padanya untuk menginap di bengkel selama satu minggu ini, tapi ternyata semua itu bohong.


"Maaf, Mam," ujar pelan Galaska.


Si pria bermulut syaiton itu menunduk lesu, dia tidak berani menatap sang Mami. Maminya terlihat 10 kali lebih menyeramkan ketika marah, kalau Galaska bisa memilih lebih baik dia di marahi oleh sang Papi dari pada Maminya.


"Si cantik Mami, kamu di apain sama Gala, Nak?" Lovyna mengabaikan ucapan Galaska. Wanita itu lebih memilih mendekat pada Crystal, bahkan Lovyna sedikit menyingkirkan tubuh Galaska dari kursi, agar dia bisa duduk disana.


Lovyna belum menyadari penampilan lain sang putra, karena Galaska hanya membuka jambang imitasi serta menguncir rambutnya, sementara anting anting dan tattonya masih melekat.


Tatapan Galaska tertuju pada sang Papi, kedua pria beda usia itu menghela napas kasar. Nasib mereka sama, kena omelan sang nyonya besar dan sama sama merasa sakit. Nagara bahkan sudah mati matian menahan nyut nyutan di telinga dan perut, saat Lovyna menganiayanya tadi di rumah, setelah mendapatkan kabar ini dari Alex.

__ADS_1


🕊


🕊


🕊


Cia terlihat sudah mandi, dan tengah mengeringkan rambutnya. Sementara Alkan, pria berlesung pipi itu terlihat tengah mengotak atik laptopnya. Tugas kembali menumpuk, ternyata banyak pasangan yang mendaftar nikah, walaupun dia tidak ke kantor hari ini namun namanya tugas tetap berjalan.


Ketika mereka sampai di rumah tadi, Bunda Marwah sudah mencegat di ambang pintu. Layaknya seorang ibu yang tengah menanti anak anaknya pulang bermain.


Dan sekarang Bunda Marwah sudah tidak ada di rumah, wanita paruh baya itu tengah membantu Bu RT memasak di rumahnya. Katanya akan ada syukuran kecil kecilan, untuk merayakan kelulusan putranya.


Sedangkan di dalam kamar, Cia sudah selesai mengeringkan rambut panjangnya. Dia berjalan menuju nakas untuk mengambil ponsel, dahinya terlihat mengerut kala melihat pesan chat yang di kirimkan oleh sang Mami.


Bahkan Sang Mami mengirimkan sebuah gambar padanya, Cia menutup mulutnya tidak percaya.


Sementara Alkan, pria berlesung pipi itu tengah membaca satu persatu nama calon pengantin dengan seksama, kedua mata dark coklatnya membulat kala melihat salah satu nama calon pengantin wanita yang ada di daftar. Nama yang tidak asing untuknya, bahkan nama bintinya pun Alkan kenali.


"Yasmine Alora Prayoga Binti Gentala Prayoga," gumam Alkan.


Bahkan gumamnya masih bisa di dengar oleh Cia, dan itu membuat sang istri segera menoleh padanya.


"Akan menikah dengan, Elvier Albarak Milles," lanjut Alkan lagi, dia bahkan tidak menyadari kalau Cia sudah berada di sampingnya.


"Apa, Mas?" tanya Cia tidak percaya.

__ADS_1


"Bukankah Yasmine itu saudara sepupu kamu? anaknya, Om Gentala?" tanya Alkan, bukannya menjawab Cia dia malah memberikan pertanyaan pada istrinya.


Cia tidak menjawab, wanita itu lebih memilih untuk melihat secara langsung. Kedua matanya membulat, bahkan mulutnya terbuka kala melihat profil serta pas foto para calon pengantin.


"Astaga, si bocil mau kawin! sama siapa?" pekik Cia tidak percaya.


Si Nyonya Alkan segera menzoom biodata calon suami Yasmine, wanita berdaster biru itu semakin di buat tidak percaya.


"Ya ampun Yas, ngapain kamu nikah sama si model ini. Dia skandalnya banyak banget gila, udah mah mata duitan, sombongnya selangit, arogan, narsis pula. Aku aja dulu sama Kak Bell nahan diri buat getok kepala dia, pas ngasih harga yang bikin kita naik darah." Cia terus saja mengomel.


Bahkan dengan cepat Cia mengotak atik ponselnya, entah siapa yang akan dia hubungi. Sementara Alkan, si Bapak Penghulu kembali mendekatkan diri pada laptop, guna melanjutkan tugasnya.



OTW NGOMEL



**TUTUP TELINGA


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**


__ADS_2