
Gala terus saja memejamkan kedua mata, kala mendengar sang Mami terus saja mencecarnya tanpa henti. Sementara Nagara, Cia dan Alkan, hanya menatap iba pada pria berambut ikal itu.
"Gala juga gak tau Mami sayang, dia main tabrak aja pas mobil Gala lewat. Malah Gala kira dia kunti, ngapain coba nih cewek kelayapan di jalanan sepi, mana gelap lagi." ucap Gala sedikit kesal, karena gara gara wanita yang dia tolong ini, sang Mami malah mengomelinya.
"Makanya kalau bawa mobil itu hati hati! untung gadis ini cuma pingsan. Coba kalau lebih dari itu, kamu bisa masuk bui, Gavy!" Lovy semakin kesalย mendengar Galaska terus saja membela diri, bahkan Lovy sampai memanggil Gala dengan nama kecilnya dulu.
"Udahlah terserah Mami, Gala capek mau tidur! nih cewek kalau udah sadar, suruh pulang aja! udah ditolong juga, masih aja bikin rusuh." ucap Galaska tak berperasaan.
Lovy menatap tajam pada Gala yang sudah melenggang pergi, meninggalkan dia dan yang lainnya.
"Saya juga mau pamit pulang," ujar Alkan tiba tiba.
Nagara yang sedari tadi menatap punggung Gala, kini beralih menatap si Bapak Penghulu.
"Hm, hati hati! jangan sampai kau juga seperti Gala," ujar Gara santai, namun sarat akan arti.
Alkan menganggukkan kepala, kedua sudut bibirnya terangkat kala menatap pada Cia.
"Hati hati ya, Mas Al." ucap Cia pelan.
๐
๐
__ADS_1
๐
Cia menatap tak berkedip pada gapura pasar tradisional, yang akan dia masuki bersama si calon Ibu Mertuanya.
Saat ini Cia sudah berada di area pasar, pagi pagi sekali Cia bergegas menuju rumah Alkan. Bahkan Cia harus memakai taksi, karena tiba tiba ban mobilnya kempes. Sedangkan waktu yang dia butuhkan semakin mepet.
Akhirnya Cia lebih memilih naik taksi, dari pada harus menunggu Abangnya membongkar ban mobil.
Dan tadi, Cia harus kembali menaiki angkutan kota bersama si calon ibu mertua. Baru pertama kalinya Cia menaiki angkutan kota, dan rasanya? cukup panas, sempit, sumpek, segala macam bau bisa Cia cium tadi. Namun demi Mas Penghulu, Cia rela menaiki apa pun untuk sampai ke pasar ini.
"Ayo, kok malah bengong," ujar Marwah, kala melihat Cia terus saja melamun.
Bahkan wanita paruh baya berkerudung biru itu menarik lengan Cia, persis seperti seorang ibu yang tengah memaksa anak perawan nya, untuk ikut berbelanja bersamanya.
"Kita beli ikan sama daging ayam dulu, mumpung masih pagi. Pasti ikannya banyak yang segar, daging ayamnya juga gak kelamaan di luar. Kalau udah agak siang, nanti kita cuma dapat sisanya saja." oceh Marwah, wanita paruh baya itu terus saja menyeret tangan si calon menantunya.
"Mang Kodir, ikan tuna sama sarden nya sekilo sekilo ya! yang matanya masih bening, jangan yang butek!" Bunda Marwah langsung saja memesan beberapa kilo ikan, pada seorang pedagang.
Sepertinya Bunda Marwah sudah terbiasa berbelanja disini, bisa di lihat kalau sang pedagang langsung menyiapkan, apa yang di inginkan oleh wanita paruh baya ini.
"Kagak nambah cumi nya, Mak- widih siapa tuh? kenapa ada bidadari di pasar becek kayak gini, makin betah aja saya dagangnya, Mak," ujar si pedagang ikan.
Bahkan pria beranak satu itu terlihat berbinar melihat Cia, padahal saat ini gadis itu hanya memakai jeans panjang serta kaos kebesaran, jangan lupa sandal jepit yang membalut kaki mulusnya.
__ADS_1
"Gak usah kecentilan, inget bini di rumah lagi bunting." Bunda Marwah memberi alarm peringatan pada pria itu.
Bunda Marwah segera membayar dua kilo ikan laut, dan satu kilo cumi segar, mumpung lagi murah. Maklum otak emak emak, kalau lihat yang murah bawaannya gatel.
"Siapa sih, Mak? kayaknya belum pernah lihat, kalau Mak Mar belanja juga gak pernah di bawa?" tanya pria itu lagi, dia masih penasaran dengan Cia.
Namun Bunda Marwah tidak menanggapinya, wanita bergamis panjang itu lebih memilih untuk menarik Cia, agar segera pergi dari sana.
"Mak pertanyaan saya belum di jawab, ya elah jangan bikin pena...,"
"Anak!" jawaban singkat yang di lontarkan oleh Bunda Marwah, membuat pria itu bungkam.
Bukan hanya pria itu, namun Cia juga terlihat mengerejabkan kedua matanya cepat.
"Anak orang!" lanjut Bunda Marwah.
**ANAK ORANG YANG DI BAWA MAK MAR
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR KALIAN HARI INI
__ADS_1
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**