
Cia berdecak kala mendengar ponselnya terus saja berdering, Alkan yang ada di sisinya terlihat menoleh mendengar decakan sang istri.
"Angkat dulu teleponnya, siapa tahu penting." ucap Alkan pelan.
Pria berlesung pipi itu kembali membalikan combro yang sedang dia goreng. Sementara Cia, terlihat malas sekali untuk bangun, wanita cantik itu menatap malas pada benda pipih, yang terus saja berdering.
"Jeddin? ngapain dia nelepon?" gumam pelan Cia, saat melihat nama kontak yang meneleponnya.
"Iya ha-," ucapan Cia terputus, kala mendengar suara seruan keras dari ujung telepon.
"MISS CIA! YASMINE BAKU HANTAM SAMA, ELVIR!" teriakan Jeddin, membuat Cia menjauhkan ponsel dari telinganya.
Bahkan Alkan pun terlihat menoleh, karena suara teriakan seorang wanita, dari ponsel Cia.
"Bisa gak, jangan teriak! saya belum tuli!" sentak Cia.
Wanita berdaster itu mengumpat kasar dalam hati, kalau saja tidak ada Alkan di dekatnya, pasti Cia sudah memaki Jeddin.
"Maaf, Miss," ujar pelan Jeddin.
Cia menghela napas pelan, mendengar kata maaf dari Jeddin. Si Nyonya Alkan melirik pada sang suami, yang masih terlihat anteng di tempatnya.
"Kalian pisahkan! kalau perlu siram dengan air, tolong aku hari ini saja." melas Cia.
Wanita itu tidak mungkin datang ke DIAMOND QUEE hari ini, meninggalkan Alkan dan Bunda Marwah yang masih kerepotan. Waktu pun sudah menunjukan pukul 3 sore.
"Kalau kita getok satu satu, tidak apa apa kan, Miss?" tanya Jeddin asal.
"Terserah kalian, mau kalian lempar pun tidak masalah, yang penting mereka jangan sampai masuk rumah sakit. Sudah ya, aku masih sibuk." ucap Cia cepat.
Bip!
__ADS_1
Cia menutup telepon dengan sepihak, para karyawan DIAMOND QUEEN memang belum mengetahui kalau Cia sudah menikah, kecuali Yasmine.
"Teman?" tanya Alkan.
Cia menekuk wajahnya, si Nyonya Alkan mendekat pada sang suami, yang tengah sibuk dengan spatula dan combronya.
"Yas berantem sama model lain," ujar pelan Cia.
Bahkan wanita cantik itu, tanpa ragu memeluk tubuh Alkan dari belakang. Cia menyenderkan wajahnya di punggung Alkan dengan lemas.
"Kenapa?" tanya Alkan lembut.
Salah satu tangan pria berlesung pipi itu, mengusap lembut punggung tangan Cia, yang melingkar erat di perutnya. Bahkan Alkan harus menghela napas kasar, kala merasakan kecupan yang Cia berikan di punggungnya.
"Cici juga gak tau, Yas lagi PMS kayaknya. Biarin aja lah, nanti Cici telepon Yas biar jelas." ucap Cia pelan.
Wanita itu masih enggan melepaskan dekapannya, dengan dalam Cia menghirup aroma musk tubuh Alkan, entah kenapa rasanya begitu sulit untuk menjauh dari si Bapak Penghulu tampan ini.
Cia yakin, biar pun Alkan sudah menikah, pasti masih banyak kutu ubi yang menginginkan suaminya di luar sana.
"Assalamualaikum!" seruan salam dari arah luar rumah, membuat Cia membuka kedua mata.
Alkan pun terlihat menoleh, dan sepertinya Sang Bunda tengah keluar rumah, karena seruan salam itu kembali terdengar.
"Siapa ya, Mas?" tanya Cia penasaran.
"Mas juga tidak tahu." sahut Alkan pelan.
Cia mengerutkan dahi, rasa penasarannya muncul tiba tiba. Wanita itu melepaskan dekapannya, Cia menatap kearah ruang tamu.
"Cici aja yang bukain pintunya ya," ujar Cia cepat, dan di angguki oleh sang suami.
__ADS_1
Dengan cepat Cia berlari kecil menuju ruang tamu, rasa penasarannya semakin besar, kala melihat siluet seseorang dari balik kaca.
Clek!
"Waalaikumsallam," sahut Cia ramah, setelah dia membuka pintu.
Cia sedikit terkejut kala melihat siapa tamu yang datang sore ini. Namun sepertinya tidak untuk si tamu, tamu tak di undang itu terlihat begitu sangat terkejut, saat melihat siapa yang membukakan pintu untuknya.
"Siapa Ci?" tanya Alkan dari dalam rumah.
Cia menoleh, namun seperdetik kemudian wanita cantik itu kembali menatap pada sang tamu, bahkan Cia terlihat menyunggingkan senyuman tipis miliknya.
"Loh, ada Dokter Eli?" sela Bunda Marwah sebelum Cia membuka suara, yang terlihat baru saja datang dari arah samping rumah, sembari membawa beberapa ikat kangkung.
C****UMA BUAT CICI SENYUMNYA
DARI SAMPING AJA 😘😘
**SABAR YA BUK DOK
YUHUUU MAAF YA HARI INI AKU UP SATU BAB TAMBAHAN, KARENA DI DUNIA NYATA ADA URUSAN MENDADAK
JANGAN MARAH YA GAES, NANTI KALO MARAH OTHOR MOJOK SAMBIL MAKAN KUACI
POKOK NYA DI TUNGGU LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT TOMORROW BABAYYY MUUUAACCHH**