
"Kau tidak salah jalan kan?" tanya Gara pada Galaska, entah sudah ke berapa kalinya pria itu bertanya pada sang putra.
Galaska yang saat ini tengah menjadi sopir untuk kedua orang tua serta Crystal, si gadis menyebalkan di mata Gala, karena sudah membuatnya berurusan dengan tukang urut.
"Kalau Papi tanya terus, Gala turunin juga di sini!" ancam Galaska.
Kedua pria beda usia itu saling pandang, tatapan yang terlihat penuh dendam dan permusuhan. Padahal bagi keduanya, hal ini sudah terbiasa.
"Kalau kalian berdua ribut terus, Mami yang bakalan nurunin Papi sama Gavy di sini!" timpal Lovy.
Ibu dari dua orang anak itu terlihat kesal melihat suara kedua prianya, setelah Cia pindah bersama Alkan, kini giliran Nagara yang menjadi teman ribut sang putra.
Bahkan Crystal pun sesekali ikut masuk kedalamnya, walaupun tidak seintens Nagara. Karena Galaska akan membuat sang Papi kesal terlebih dahulu, lalu mereka akan adu kata sampai memperebutkan Lovyna.
Tahu kan bagaimana posesif serta protektifnya seorang Nagara pada Lovyna, biar pun Galaska putra mereka, Gara tidak akan pernah membiarkan Lovy lebih banyak menghabiskan waktu, dengan sang putra.
"Sabar Nyonya Mami, nanti Crystal bantu." celetuk gadis bersurai hitam itu.
"Gak usah melotot gitu sama Crystal!" sentak Lovy, kala melihat Galaska melotot tajam pada Crystal lewat spion dalam mobil.
🕊
__ADS_1
🕊
🕊
Iring iringan mobil mulai memasuki kawasan pemukiman rumah Alkan, karena keadaan masih sore hari, jadi saat ini di sepanjang jalan kampung, masih banyak warga yang menikmati sore mereka.
Iringan mobil mewah menjadi pusat perhatian semua warga, bahkan banyak yang sengaja keluar dari dalam rumah karena penasaran. Ada sekitar 10 mobil masuk kedalam pemukiman mereka.
"Kenapa banyak mobil bagus masuk kesini?" tanya salah satu warga pada tetangganya.
"Saya juga gak tahu Pak, apa mungkin itu tamu Mak Mar atau kenalan Mas Alkan, kan nanti malam di kediaman mereka mau ngadain syukuran sama pengajian." tebak salah satu warga.
Mereka yang mendengar ucapan orang itu hanya mengangguk, mereka juga berpikiran seperti itu.
"Wah kayaknya itu rombongan besan Mak Mar, jadi benar ya Neng Cici itu anak sultan, yang gak sombong. Buktinya keluarganya kaya raya kayak gitu, tapi dia tetap mau naik angkot sama kita kemarin, iya kan Bu Ross." celetuk salah satu tetangga dekat Bu Santi.
Wanita yang di panggil Ross mengangguk, kedua matanya terus saja menatap tak berkedip satu persatu rombongan mobil, yang melewatinya.
"Itu namanya orang kaya beneran, bukan orang kaya nanggung, yang lewat di depan muka kita aja gak pernah nanya." celetuk Buk Ross.
Bu Santi dan beberapa tetangga lain menoleh pada wanita 40 tahunan itu.
__ADS_1
"Orang kaya nanggung itu, gimana sih Bu Ross?" tanya mereka.
"Orang kaya nanggung itu, yang hartanya sedikit tapi sombong sama gayanya selangit. Udahlah ayo, nanti kita gak kebagian tempat " sahut Bu Ross.
Wanita paruh baya itu segera mempercepat langkahnya, di ikuti oleh para tetangganya dan Bu Santi yang sedari tadi diam membisu.
Sedangkan rombongan mobil keluarga Cia, sudah sampai di kediaman Alkan, semua mata menatap ke setiap sudut rumah.
"Wah banyak bunga Anggrek, Mace. Bisa tuh nanti minta kita sama mertuanya, Kak Cici." celetuk Yasmine bersemangat.
Bahkan kedua mata Yasmine berbinar, kala melihat begitu banyak tanaman di seluruh area rumah. Apa lagi saat melihat bunga Anggrek kesukaannya. Yasmine melupakan sejenak masalah yang tengah menghampirinya, bahkan Yasmine belum bercerita pada siapa pun.
Dan malam ini dia harus segera mengambil keputusan, mungkin setelah acara ini selesai Yasmine akan berbicara pada kedua orang tua dan keluarganya nanti.
**YASMINE PUCING PALA PRINCES
YUHUUUUU JANGAN DUKUNGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
KARENA YASMINE MAU BEDA LAPAK, JADI KELANJUTANNYA DIA MENGAMBIL KEPUTUSAN DAN BERBICARA SAMA SEMUANYA NANTI, DI LAPAKNYA SENDIRI YA GAES
__ADS_1
SEMOGA KALIAN SELALU SEHAT
SEE YOU NEXT TOMORROW BABAYYY MUUUAAACCHH**