Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Kelahiran Tripel A


__ADS_3

Cia mengigit bibirnya pelan, saat merasakan tendangan si kembar tiga semakin intens. Bahkan saat air ketubannya sudah pecah pun Cia masih bisa gerakan ketiga bayi di dalam perutnya.


Ternyata saat di dapur tadi bukan hanya susu yang tumpah kelantai, namun air ketuban Cia juga ikut keluar secara tiba tiba. Alkan yang ikut shock serta panik sempat terdiam beberapa saat, kala melihat cairan bening membasahi daster istrinya.


Alkan kira Cia mengompol sambil berdiri, karena perkiraan dokter jadwal operasi Cia masih sekitar 2 minggu lagi, tapi ternyata ketiga bayi itu ingin segera keluar dari alam rahim. Kalau saja Cia tidak berteriak memanggil namanya, Alkan tidak akan sadar secepatnya.


Apa lagi tadi Bunda Marwah sedang tidak ada di rumah, membuat Alkan pontang panting kesana kemari. Untung saja si kembar tiga tidak ingin keluar di rumah, sepertinya mereka bertiga ingin di pegang oleh dokter.


Dan sekarang Alkan serta Cia sudah berada di ruang operasi, sedangkan Bunda Marwah, Mami Lovy, Nagara, Galaska dan Crystal tengah menunggu di luar.


Mereka semua tidak sabar untuk melihat ke tiga bayi kembar Alkan dan Cia, terutama Galaska dan Crystal. Karena sampai saat ini mereka belum di karuniai buah cinta, semoga saja Tuhan akan memberikan seorang anak untuk mereka berdua.


"Mas?" panggil Cia pelan.


Saat ini Cia hanya bisa berbaring, sedangkan Alkan tetap setia berada di atas kepala Cia. Pria berlesung pipi itu terus saja bergumam pelan, melantunkan banyak doa untuk keselamatan ketiga anak serta istrinya.


"Ya Sayang," sahut Alkan lembut.


Bahkan si Bapak Penghulu tak henti hentinya memberikan banyak kecupan di pucuk kepala Cia, saat dia selesai berdoa.


"Cici sayang Mas Al," ujar Cia tulus.

__ADS_1


Bahkan dengan susah payah Cia mengecup rahang Alkan, yang berada tepat di depan wajahnya. Kedua sudut bibir Cia terangkat sempurna, dia merasakan sebagian anggota tubuhnya dari dada hingga kaki mati rasa. Namun suara sayatan, bahkan rasa ngilu di perutnya terdengar dan sedikit terasa. Namun tidak sakit atau bahkan belum, karena bius anastesi yang ada di dalam tubuh Cia.


Hampir 30 menit lamanya Cia menjalani operasi cesar, dia tetap sadar namun sulit untuk merasakan tubuhnya sendiri. Cia lebih banyak berbicara dengan Alkan, bahkan mereka menceritakan dimana pertama kali pertemuan keduanya.


Alkan sempat terkejut saat mengetahui kalau yang meletakan 6 potong rendang di piringnya adalah Cia, pria berlesung pipi itu tertawa geli saat mengetahuinya. Alkan tidak menyangka kalau pertemuan mereka bukan di tukang sempol, tapi di pernikahan Berliana dan Radja.


Jadi pertemuan mereka berdua yang selanjutnya, merupakan kesekian kalinya.


Obrolan Alkan dan Cia terhenti kala mendengar suara tangisan bayi, bayi pertama sudah berhasil lahir. Tiga menit kemudian suara tangisan bayi kedua kembali terdengar, membuat Cia menangis haru. Bahkan kedua mata wanita itu terpejam saat Alkan terus saja mengecupi wajahnya.


Namun selang beberapa menit kemudian, tidak ada tangisan bayi yang ketiga. Membuat Cia membuka kedua mata, lalu menatap dalam pada suaminya.


"Sstt, berpikir positif saja oke. Mas yakin bayi kita semuanya sehat dan kuat seperti Bundanya." ucap Alkan menenangkan.


Walaupun sebenarnya di dalam hati Alkan tengah kalut, sama seperti Cia saat ini. Alkan juga merasa takut kalau terjadi sesuatu pada bayi ke tiga yang di lahirnya oleh istrinya.


"Pak Alkan?"


Alkan menoleh saat mendengar seseorang memanggilnya, kedua mata Alkan berkaca kaca saat melihat dua orang perawat membawa dua bayi.


"Selamat untuk Ibu Cia dan Pak Alkan, bayi pertama berjenis kelamin laki laki, yang kedua juga berjenis kelamin laki laki, sedangkan yang ke tiga perempuan." ucap salah satu perawat.

__ADS_1


Alkan dan Cia tersenyum bahagia, sangat bahagia saat melihat kedua putra kembar mereka begitu sehat.


"Lalu putri saya mana, Sus?" tanya Alkan penuh harap.


"Maaf Pak Alkan, karena putri anda tidak sengaja meminum air ketuban saat masih berada di dalam kandungan, jadi kami harus merawatnya secara intensif. Kami akan membawa putri anda keruang perawatan, dan memasukannya kedalam inkubator selama beberapa waktu." jelas sang perawat.


Segala rasa sudah bercampur menjadi satu di dalam hati Cia dan Alkan saat ini, wanita cantik itu hanya bisa menangis karena belum bisa bertemu dengan putri kecilnya. Namun rasa bahagia juga tidak bisa Cia dan Alkan tampik, saat melihat kedua putra mereka saat ini.


"Assalamualaikum para jagoan, Ayah," ujar Alkan penuh haru.


Setelah itu dia meng'adzhani kedua putranya secara bergantian, lalu mendekat pada sang putri kecil yang hendak di bawa keruang rawat.


"Cepat sehat tuan putri Ayah," ucap Alkan lirih.



**TRIPEL A MODE HIRO'S


AKU GANTI YA GUYS GAMBARNYA, KATANYA TERLALU BULE


DAH LUNAS YA BESOK LAGI, SEE YOU NEXT TOMORROW BABAYY MUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2