Pak Penghulu, Nikahi Aku!

Pak Penghulu, Nikahi Aku!
Sudah Termakan Ucapan Sendiri


__ADS_3

Hari pernikahan Galaska tinggal beberapa hari lagi, dan ternyata hari baik itu tidak jauh dengan pernikahan Yasmine.


Entah kebetulan atau tidak, yang akan menikahkan mereka berdua adalah Alkan sendiri. Alkan akan menikahkan Galaska dan Crystal terlebih dahulu, selang beberapa hari kemudian barulah Alkan menikahkan Yasmine dan Elvier.


Pernikahan Galaska dan Crystal tidak akan mewah hanya acara ijab kobul, karena pesta pernikahan mereka berdua akan di gabungkan bersama acara resepsi pernikahan Alkan dan Cia nanti.


Dan saat ini Galaska terlihat menuruni  satu persatu anak tangga, langkahnya semakin cepat kala Gala melihat Sang Mami dan Crystal- calon istrinya hendak pergi.


"Mami sama Crystal mau kemana?" tanya Galaska penasaran.


Kedua mata abu abunya menatap penuh selidik pada kedua wanita yang dia sayang, ada rasa tidak rela kala melihat Crystal akan keluar rumah tanpanya.


"Mami sama Crystal mau ke butik Oma Anin dulu, Mami mau ngambil pesanan baju kalian buat akad lusa." tutur Lovyna menerangkan.


Wanita berkepala empat itu bisa melihat sang putra tidak rela kalau sang calon istri pergi tanpanya.


"Gak usah lah Mi, biarin nanti Pak Rahmat yang ngambilnya. Mami istirahat aja jangan capek, si Papi nyariin Mami tuh tadi." cegah Galaska.


Bahkan pria itu memberikan sedikit kebohongan pada sang Mami, semua ini Galaska lakukan agar Sang Mami mengurungkan niat untuk membawa  Crystal keluar.


"Mam?" panggil Galaska, saat dia melihat Lovyna tidak mau melepaskan genggaman tangannya di lengan Crystal.


"Gala mau mgomong sama Crystal sebentar." lanjut Galaska.

__ADS_1


Pria berambut ikal hitam kecoklatan itu segera menarik lengan Crystal, lalu membawanya kelantai atas. Galaska tidak peduli dengan panggilan sang Mami. Yang terpenting untuknya saat ini adalah, dia berhasil membawa Crystal.


Brak


Galaska membanting pintu kamar cukup keras, kedua mata abu abunya menatap liar pada Crystal. Sementara sang gadis bermata abu abu itu terlihat tenang, tatapan intimidasi seperti ini sudah biasa Crystal lihat sejak awal mereka bertemu, jadi tidak aneh lagi untuknya.


"Abang mau ngomong apa?" Crystal membuka mulutnya terlebih dahulu, kala Galaska tidak juga berbicara.


Kedua kakinya reflek mundur, kala melihat Galaska terus saja mendekat padanya. Hingga akhirnya tubuh Crystal membentur sisi tempat tidur, gadis itu terduduk karena tidak bisa melangkah kemana pun lagi.


Kedua mata biru beningnya terus saja menatap netra abu abu Galaska, bahkan Crystal bisa melihat bayangannya sendiri di kedua netra indah itu.


Dahi Crystal berkerut, kala melihat Galaska berjongkok di depannya. Kedua mata yang tadinya menatap tajam serta liar , kini berubah lembut dan menyendu. Crystal sedikit tersentak kala Galaska merebahkan kepala di atas pangkuannya.


Bahkan pria yang di kenal bermulut pedas memeluk kedua kakinya erat, persis seperti anak kecil yang tidak ingin sang ibu jauh darinya.


Kedua matanya terpejam saat merasakan usapan lembut di kepalanya, entah kenapa semenjak Crystal pergi dari rumah ini rasa takutnya selalu datang menghantui, kalau Crystal bisa saja pergi kembali darinya. Galaska tidak ingin itu terjadi, maka kemana pun gadis itu melangkah dia akan selalu ada di belakangnya.


Mungkin benar apa yang di katakan Cia dulu, dia akan termakan ucapannya sendiri. Dulu Galaska amat tidak menyukai Crystal, karena berpikir gadis ini akan menyusahkan dan merepotkannya. Lalu apa sekarang, justru sepertinya Galaska yang selalu merepotkan Crystal.


Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, Galaska hanya ingin di layani oleh gadis itu. Mulai dari menyiapkan pakaian sampai makanan, walaupun tidak lebih dari itu tapi sama saja Galaska sudah membuat Crystal kerepotan mengurusnya sebelum mereka resmi nenikah.


"Memangnya aku mau kemana?" tanya polos Crystal, membuat Galaska membuka kedua mata lalu mendongak untuk menatap secara langsung wajah calon istrinya.

__ADS_1


Galaska bersyukur sang Mami masih memperbolehkan mereka bertemu, padahal Mace Reina sudah mewanti wanti agar dia dan Crystal tidak bertemu selama satu minggu ini. Namun bukan Galaska namanya kalau dia tidak keras kepala, pria itu tidak peduli dengan ucapan sang Oma.


Bahkan dia pernah membongkar jendela kamar Crystal, hanya karena ingin bertemu dengan gadisnya secara diam diam.


"Y-ya udah kamu istirahat, Abang keluar." ucap Galaska terbata.


Dia harus matian matian menahan menahan insting memangsanya, kalau Gala terlalu lama bersama Crystal di dalam kamar, dia takut akan terjadi yang enak enak pada mereka berdua nanti.


"Abang kenapa sih?" monolog Crystal, dia menatap tubuh tinggi dengan heran.


Sementara Gala, pria itu sudah mengusap wajahnya berkali kali untuk membuat otak warasnya kembali bekerja.



CIE DI BUCININ BANG GALAK



**BUMIL NGIDAM NYANYI😂😂


YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


KALAU ADA TYPO INGETIN YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYY MUUAACCHH**


__ADS_2