
Hujan deras di hari itu, tak kunjung reda
langit pun masih gelap tertutup mendung,di sertai gemuruh petir dan geledeg di atas tanah Kekaisaran Jiang.
"Menyerahlah Jendral Jiang kun, akui kesalahanmu dan jalani hukuman dari yang mulia kaisar" teriak seseorang mengenakan pakaian zirah yang sama dengan Jendral Jiang kun
Jendral Jiang kun,tetap menatap tajam tanpa ada kegentaran, meski saat ini ia di hadapkan dengan ribuan pasukan Kekaisaran yang tengah mengepung dirinya.
"Puluhan tahun pengabdian, pada akhirnya harus berakhir sebagai kambing hitam" ada kemarahan dan penyesalan terlihat di wajah Jendral Jiang kun, ketika ia mengatakan hal itu
"ketahuilah Jendral wei,mungkin setelah aku,,, adalah kamu yang berikutnya, jadi meskipun kita hrus bertarung jangan pernah menyesali hari ini"suara Jendral Jiang kun semakin menekan
" Jendral,, melarikan permaisuri dan juga putri kaisar, itu adalah kesala.... "
"tutup mulutmu Jendral wei" Jendral Jiang memotong perkataan Jendral wei dengan suara tinggi
"apa yang aku lakukan, tak lain untuk menyelamatkan permaisuri dan tuan putri,aku memaklumi mu yang tak mengetahui apapun, namun jika aku ataupun kamu di berikan kesempatan dan ketika suatu saat baik tuan putri atau ibu suri mampu mengungkap kebenaran, kuharap aku atau kamu berada di sisi beliau sebagai pendukung"" jelas Jendral Jiang kun
"Sudahi basa basi mu Jendral wei,,, tangkap Jendral Jiang hidup atau mati,,,,, seraaaaaang" Jendral wushi yang tiba tiba datang langsung memerintahkan semua pasukan termasuk Jendral wei menyerang Jendral Jiang kun
"tombak pembelah bumi,,,,, hiyaaaaa""
"Boommmmmmm"
serangan dahsyat mengarah langsung pada Jendral Jiang, hingga menciptakan kepulan asap tebal dan menciptakan keretakan tanah.
"haaahhh..... whusi, apa kau pikir seranganmu mampu menggores sekedar zirah perangku ini,,,, sungguh terlalu cepat sepuluh tahun.. "" Jendral Jiang kun, yang tak merasakan dampak appun dri serangan dahsyat yg di layangkan oleh Jendral whusi, sengaja meremehkannya
"baiklah,,, sepertinya memang semestinya harus seperti ini,nasi sudah menjadi bubur, sekarang giliranku" gumam Sang Jendral dan mulai menggenggam erat pedang besar di tangan kanannya, tak lupa pedang itu di aliri qi untuk menambah daya serang yg lebih kuat.
"bertahan dari serangaaaaannn" teriak Jendral wei yang panik melihat Jendral Jiang tengah menyiapkan serangan,dia tau seberapa kuat serangan yang mampu di hasilkan dari Jendral Jiang
"pedang pembalik langit..... hukuman langitt.... hhheeeeeeyyyyyaaaa"
__ADS_1
whuuuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
"Boooooooommmmmmmmmmmm"
booommmmmmmm
booooommmmmmmmmmmm
tak hanya satu serangan yang di ciptakan oleh Jendral jiang, melainkan beberapa kali, dan serangan itu sudah cukup meluluh lantakan seluruh area dan juga ribuan prajurit yang mengepungnya dan menyisakan dua Jendral yang masih bertahan hidup.
"je.. Jendral Jiang, kau memusnahkan pasukan yang kau bentuk sendiri" ada ketidak percayaan di wajah Jendral wei dan Jendral wushi
"ya.... dan aku tidaklah gagal, membuat mereka setia pada kekaisaran, tanpa memandang aku yang membentuk mereka" tegas Jendral Jiang bangga
"" pergilah kalian berdua,,, aku tak mau membunuh kalian, karna Kekaisaran ini masih memerlukan kalian sebagai pilar Kekaisaran,,, dan untukmu Jiang wei, jika saatnya ibu suri dan tuan putri mengungkap kebenaran itu, kuharap kamu menjadi pendukung mereka untuk memulai semuanya,dan untukku... mulai hari ini, aku akan meninggalkan Kekaisaran ini"
whhhuuuzzzzttt
******************
12tahun kemudian.......
Temaram di sore itu, menyampaikan bahwa hari mulai senja,,,,
Di suatu desa yang di katakan sebagai desa Bambu hitam,yang masuk dalam wilayah kekaisan Qin di benua barat dan dalam kekuasan wilayah kerajaan Huang......
"Ruo'er,,,, sudahi latihanmu,waktunya pulang nak" ajak seorang pria paruh baya pada seorang anak 12an tahun
"Baik, paman" sahut Ruo mendengar ajakan pria paruh baya itu, yang tak lain adalah pamanya sendiri, Guo Ming. merekapun beranjak pulang kekediaman mereka.
sesampainya di rumah dan selesai membersihkan diri, Ruo dan Guo Ming menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh Guo Ming.
"Bagaimana latihanmu hari ini Ruo'er,,, apa ada peningkatan" selesai makan paman Guo Ming memulai pembicaraan
__ADS_1
"sama seperti hari" sebelumnya paman, Ruo'er, lebih fokus pada pelatihan fisik dan tulang, kalo kultivasi..... Ruo'er belum tertarik"" Ruo menjawab pamanya
"" heehhhh...... paman kadang merasa bingung, sekaligus heran padamu Ruo'er, disaat orang lain mengutamakan kultivasi mereka, kamu malah sebaliknya,, namun meski seperti itu, paman akan selalu mendukung apapun latihanmu, selama hal itu berdampak baik bagi tubuhmu"" ucap paman Guo Ming
"Paman tenang saja, Ruo'er akan baik baik saja meski dengan pelatihan yang tak sama dengan kultivator pada umumnya" Ruo meyakinkan pamannya
"baik,,, paman percaya padamu, sekarang,,,, apa yang akan kamu selanjutnya" tanya paman Guo Ming
"hehehe,,, seperti biasa paman, Ruo'er akan membaca,, kalo begitu, Ruo permisi paman" Ruo pamit pada pamanya dan kemudian mengambil beberapa kitab yang biasa ia baca setiap hari, di antaranya kitab teknik beladiri, kitab pengobatan atau alkemis, serta kitab tentang formasi.
meski kitab kitab itu hanya berada pada tingkat dasar, namun bagi anak seumuran Ruo atau Jiang Ruo, itu sudah lebih dari cukup.
dari jauh,, paman Guo Ming, hanya sesekali mengamati Ruo yang serius mempelajari kitab kitab yang ada di tangan dan di sampingnya....
"Jiang kun,,,, lihatlah........ aku jelas melihatmu pada Ruo'er... aaissssss" paman Guo mengelengkan kepala pelan, dan melanjutkan kegiatan nya.
"Dasar teknik beladiri,,, hal yang paling mendasar dan paling penting dlm teknik beladiri adalah kuda kuda.... " Ruo membaca kitab seni beladiri paling dasar, lembar demi lembar dia lihat dan baca, selesai dengan satu kitab, maka dia memulai dengan kitab yang lain hal itu dia biasa lakukan bahkan sampai tertidur.
Di pagi hari, Ruo telah bersiap kembali dengan pelatihan utamanya, yaitu berlari mengelilingi bukit yg ada di sekeliling desa bambu hitam, yang bahkan ketika belum ada satu pendudukpun yang terbangun, Ruo justru sudah dengan latihan fisik yang keras, meski demikian tidak sekalipun Ruo menguji kekuatan fisiknya.
"" Baru lima putaran... hihihi"matahari mulai menengah saat Ruo menyelesaikan lima putaran mengelilingi bukit desanya
whezzztttt........
di tengah latihan larinya, tiba tiba muncul sosok pria bertubuh tinggi kekar dengan memakai jubah dan menutupi wajahnya... pria itu berdiri di hadapan Ruo yang terkaget melihat kemunculan pria berjubah secara tiba tiba di hadapanya....
"maaf senior,,, siapa anda " Ruo menangkupkan tangan dgn sopan bertanya pada pria berjubah yang masih diam memperhatikanya..
"" ehmmm,,,, jika senior tak ada keperluan,junior pamit meneruskan latihan junior"sekali lagi Ruo menangkupkan kedua tanganya sopan.
"" apakah namamu Jiang Ruo... ""
pertanyaan itu tiba tiba menghentikan langkah pelan Ruo, dan berhasil membuatnya sesaat terdiam.
__ADS_1