Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Dunia Jiwa


__ADS_3

Ledakan terakhir,kembali menciptakan cahaya yang menyilaukan.


Namun tak berdampak guncangan,,, sebaliknya,,, cahaya itu mengembalikan area seluas 40km,seperti semula tanpa kerusakan.


"Tuuuu....buh..... " Gumam patriak Shou


"semesta... " Yei Xie melanjutkan gumaman Patriak Shou.


Semua orang gemetar,melihat Ruo,,, mereka baru pertama kali menyaksikan sosok kultivator yang memiliki tubuh semesta,,, mereka yakin karna melihat kekosongan luas meski sekilas dalam diri Ruo.


"Luarrrr biasa... "


"patriak Shou,,,,, apakah kita sudah bisa membuka formasi pertahanan ini"


"Belum,,,, belum saatnya,bahkan anak muda itu belum kembali membuka matanya" Sanggah patriak Shou.


Ruo kini terlihat tenang dengan masih bertelanjang dada.


whuuuuusssssss..............


tanpa menggerakkan tangan,,,, dari dalam cincin Ruangnya,,, Dua batu mengambang di hadapan Ruo.


"Patriak Shou,,,,, Dua batu itu..... "


"emmm..... sepertinya kita sepemikiran"


"anak muda ini,,,, memiliki takdir yang luar biasa... "ucap patriak Shou


"Bahkan dia memiliki krist YuZhou... "


"Benua utara sangat beruntung, menjadi saksi sejarah,terlahirnya seorang kultivator semesta... "


whuuuuunnnnggggggg....... whuuunngg


Batu yang di katakan kristal Yuzhou itu berputar melingkar saling mengejar.


Ruo pun akhirnya membuka mata.......


Zeppppppp..........


"Hukum ruang,,, hukum waktu,,, hukum dimensi,,, hukum jiwa,,, hukum angin, air, api, tanah, kayu, logam, kristal, cahaya, kegelapan,,,,, Bentukkkkkk"

__ADS_1


Ruo menggerakan tanganya dan mengarahkan pada kristal Yuzhou.


Blaaaaaaarrrrrrrr....................


Dua kristal berwarna hitam dan putih itu hancur menjadi bias energi....


Zz zeeeeppppppppp..........


Ruo menarik bias energi itu kedalam tubuhnya.


Demmmm...... Demmmmm...... demmm


Ledakan teredam terdengar dalam tubuh Ruo....


Ruo segera kembali memejamkan matanya, untuk berkonsentrasi.


"Kalian semua,,,,jangan lewatkan setiap proses dari apa yang anak muda itu lakukan...... " seru patriak Shou.


"kalian tau,,,,, anak muda itu sedang menyatukan semua hukum unsur elemen, dan membentuknya menjadi Dunia dimensi dlam jiwa,,,sebuah dunia, yang hanya anak muda itu yang bisa mengaturnya... " lanjut patriak Shou


"apaaaaaaaa" semua rahang menganga.


"Patriak,,,, sekarang anda bisa membuka formasi itu" ucap pelan Ruo,, namun dapat di dengar oleh semua orang.


"Bammmmmm........... " Ruo kemudian meledakkan Aura kultivasi, hal itu ssngaja dia lakukan, untuk menyetabilkan Dunia jiwa yang baru tercipta dalam jiwanya.


Ruo menerobos dua ranah sekaligus,,, melewati Ranah Dewa Agung, dan Berada pada Ranah Dewa abadi.


setelah tekanan aura menghilang,,, baik patriak Shou dan lainya, mereka menghilangkan formasi pertahanan.


Debb......


hanya satu kedipan mata, Ruo sudah berada di hadapan semua orang.


hal itu tentu saja mbuat kaget semua orang.


Ruo menilik wajah semua orang dengan tenang.


"Salam patriak,,, dan tetua...perkenalkan, nama junior Ruo" Ruo menangkupkan tangan menyapa hormat pada semua patriak dan tetua.


"salam Junior Ruo... " semua orang menjawab bersamaan.

__ADS_1


lalu patriak Shou maju beberapa langkah mengampiri Ruo.


"Nak Ruo,,, bagaimana keadaanmu sekarang... "


"Seperti yang patriak lihat,, bersukur, junior dalam keadaan baik.. "


"Terimakasih pada patriak dan tetua semua,karna sudah melindungi ku dengan formasi pertahanan tadi" ucap Ruo


"tak perlu sungkan anak muda,,, itu kami lakukan karena mencegah dampak dari luapan energi kenaikan kultivasimu... " jawab patriak yang lain.


"Lalu,,,, setelah ini,kemana tujuan Nak Ruo... " tanya patriak Shou.


Ruo menunduk sejenak, mendapat pertanyaan dari patriak Shou.


"Sebelumnya,,, junior dan A Nara, hendak pergi ke sekte jari langit..... " Jawab Ruo dengan sedikit keluh,dan tak meneruakan ucapanya, sambil menyerahkan lencana identitas yang di dapat dari pemberian komandan Wei Bo.


"Nak Ruo,,,, kebetulan,,, aku adalah Patriak Shou dari sekte Jari Langit, "


"apa nak Ruo masih berkeinginan untuk mampir ke sekte kami... " bjuk Patrika Shou.


Ruo diam sesaat, dan sesekali menatap tenang wajah patriak Shou.


"Jika tidak merepotkan,,, Junior masih ingin mampir patriak... " Ruo mengutarakan keinginannya.


"Tidak... tidak,,, sama sekali tidak merepotkan nak Ruo.... "


"kalau sudah tidak ada urusan lain,,, sebaiknya, kita pergi sekarang,,, bagaimana nak Ruo... "


" ya patriak..... silahkan anda memimpin jalan... " tutur Ruo.


"patriak dan para tetua,,,, apa kalian akan ikut dengan kami ke sekte Jari Langit" tanya patriak Shou, pada semua orang.


"emmm.... ya pak tua Shou, kami akan ikut berkunjung ke sekte anda"jawab salah satu patriak.


" Baiklah,,, kalau begitu, mari kita pergi bersama"


whhhuuuussssssss.............


mereka semua membentuk satu rombongan dengan patriak Shou yang berada di depan memimpin jalan, menuju sekte Jari Langit.


.....................................

__ADS_1


__ADS_2