Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Menikmati Liburan


__ADS_3

Ke esokan harinya, selesai membersihkan diri,,, Ruo menemui Liu Fei, dan Lung.


"Senior,, Fei'er.. " sapa Ruo pada keduanya


"pemimpin" ucap Lung menangkupkan tangan.


"Ruo Gege"


Liu Fei menggangguk menjawab sapaan Ruo.


ketiganya lalu mengambil tempat duduk pada satu meja, dan mengambil sarapan mereka.


"senior Lung,,, ini adalah catatan semua hal yang di perlukan dalam markas kita" Ruo memberikan buku catatan pada Lung, dan segera membaca catatan itu.


"usahakan, saat aku kembali dalm beberapa bulan, semuanya sudah selesai" pinta Ruo,,, Lung belum menjawab, dia masih melihat catatan yang di berikan Ruo.


"Sementara sebagian dari kalian mengerjakan pemugaran bangunan, Senior pilihlah sebagian anggota yang lain untuk menjalani pelatihan yang ada di dlam catatan itu"


"Dan berilah nama markas ini dengan nama, Anak Lembah Angin" lanjut Ruo,,, dia memberikan nama markasnya Anak Lembah Angin, karna pernah mendengar gurauan Wuji, yang di sampaikan oleh WanLi dan lainya padanya pada waktu dulu.


"dan juga ambillah ini.. " Ruo kembali memberikan sesuatu, kali ini sebuah cincin Ruang.


"itu akan mencukupi semua anggota pasukan kusus yang segera Senior Lung latih" Lung hanya menganggukan kepala.


"di dalam cincin itu,, selain keperluan kultivasi, dan lainya, juga aku sudah menyiapkan lencana identitas dan senjata..... ingatkan semua pasukan untuk mengganti senjata mereka dengan yang ada di dalam cincin itu, namun berikan setelah setidaknya mereka berada di ranah Raja" Ruo memberi arahan pada Lung, agar tak ada satupun kesalahan di kemudian hari.


"Terapkan juga prinsip Lembah angin pada semua anggota, aku tak ingin mereka merasa tinggi karna mersa kuat , " Ruo memasang wajah serius seperti memberi peringatan keras.


"Baik pemimpin,,,, saya akan berusaha"


Lung menjawab dengan keyakinan.


selesai sarapan dan berbincang ringan, ketiganya keluar, dan menyapa seluruh anggota calon pasukan kusus Anak Lembah Angin yang akan segera di latih.


"Semuanya,,,, mohon dengarkan...." Ruo berbicara di hadapan ribuan anggotanya.


"segala tanggung jawab,kewenangan, dan keputusan apapun,, sementara aku percayakan pada senior Lung"


"aku tegaskan pada kalian semua,,,, jati diri kalian adalah bagian dari sekte Lembah Angin,,, " Ruo berhenti sejenak dan menatap wajah semua orang.


"Semua anggota, baik wanita ataupun anak anak,di perkenankan bet kultivasi, di samping mereka memiliki tugas lainya"


"Apa dapat di mengerti.... " teriak Ruo


"mengerti pemimpin.... " ribuan orang serempak menjawab Ruo


"Jangan pernah lupa untuk saling mengingatkan,siapapun di antara kalian, jika ada yang merusak prinsip Pasukan Kusus dari Lembah Angin ini.... hormat dan kepatuhan kadang tidak di dapat hanya krna kekuatan,,,, lihat anak kalian, mereka patuh dan menghormati kalian sebagai orang tua bukan krna dari hal itu,,, melainkan karna Arahan yang baik, serta nasehat nasehat dan ajaran kalian, ttg bagaimana mereka harus tumbuh"


semua orang, akhirnya langsung mengerti prinsip yang di terapkan oleh Ruo,mereka semua menundukkan kepala, mengingat bagaiman mereka bersikap sebelumnya,,, sebelum mereka bergabung dengan Lembah Angin.


"Baik,,, saya cukupkan, sekarang kembalilah dengan tugas kalian"


"Uurrraaaaaaaa..... "

__ADS_1


"Uuurrrrrraaaaaaaaa"


"Uuurrrrraaaaaaaa"


Setelah mendengar apa yang di sampaikan Ruo, semangat semua anggota terpacu, namun dengan senyum di wajah mereka semua.


"Dari sini,,, aku menyerahkan semuanya pada senior Lung" Ruo menatap wajah Lung, yang ternyata masih menunduk karna perkataan Ruo benar benar memecut jiwanya.


"ahhh... maaf pemimpin" Lung tersadar


"Baik, pemimpin... saya akan mengambil alih semua tanggung jawab, dan semoga saya tidak mengecewakan pemimpin" ucap Lung dengan tegas.


"ya... " Ucap Ruo singkat


"Senior,,, kami berdua pergi sekarang"


Whuuuuzzzzzzzzzz


Ruo, memegang tangan Liu Fei, danemyelimutinya dengan energi Qi nya, lalu membawanya melesat terbang.


apa yang di lakukan Ruo, kembali membuat kagum seluruh anggota pasukan kususnya, terlebih bagi anak anak... mereka menunjuk ke arah Ruo yang melesat terbang.


"Anda benar pemimpin,,,perlakuan Anda sangat layak mendapat penghormatan melebihi kekuatan Anda sendiri" gumam Lung, sambil menatap kepergian sosok Ruo dan Liu Fei.


"Aahhh..... dari mana dulu aku memulai semuanya" Lung langsung memikirkan tugasnya.


"emmm... benar, baiknya aku memilih beberapa orang untuk di jadikan tetua dan lainya... " pikir Lung, lalu dia pun menggalkan tempatnya berdiri mengarah ke semua anggotanya.


Sementara Ruo menikmati perjalanan udaranya dengan Liu Fei, Ruo baru pertama kali terbang seleluasa saat ini, karna sebelum sebelunya di tak pernah bisa melakukanya.


"entahlah,, aku hanya ingin membawamu kemanapun,"


"tapi..... bukankah saat ini kita mengarah ke selatan"


"mungkin,,,, tapi tak apa, kenapa Fei'er"


"tidak tidak apa apa,,,, aku mengira kita akan langsung ke wilayah barat atau wilayah tengah"


"Owh..... yaaahhhh,,, anggap saja keperluan kita di wilayah barat sudah selesai"


"maksud Gege..... "


"Fei'er,,,,, sejujurnya, aku memiliki teratai lima warna yang kau perlukan itu"


"Geg.... benarkah"


"ehm.... tentu saja"


"sekarang kita nikmati liburan kita"


mereka saling melempar senyum dan canda tawa....


"Danau yang sangat luas"

__ADS_1


gumam Ruo,,,,lalu memilih menghentikan perjalananya perlahan menginjakan kembali di tanah.


sebenarnya,,, yang Ruo lihat saat ini, adalah lautan,,,, di karenakan Ruo sama sekali belum pernah melihat lautan, Ruo mengira bahwa lautan adalah danau besar. begitupun yang ada di pikiran Liu Fei.


Ruo yang penasaran, kembali melesat terbang meninggalkan Liu Fei, dia melihat peraiaran luas itu dari atas,,,, namun sejauh mata melihat, tak nampak satu daratan pun selain bibir pantai tmpat dia dan Liu Fei. Ruo kembali pada Liu Fei.


"aneh,,,,, danau ini tak memiliki batasan daratan di seberang nya"


ucap Ruo pada Liu Fei.


keduanya lalu berjalan menyusuri pantai, dan menikmati pemandangan laut, yng keduanya belum tau kalau perairan itu adalah laut.


Chiuuuuuuuu............


Blaaaaarrrrrrrrrrr..........


Dari jauh Ruo sekilas melihat lesatan energi mengarah langit, dan berpendar di ketinggian udara, dan jaraknya sangatlah jauh, di lautan.


"Fei'er.... apa kau melihatnya" tanya Ruo.


"ehmmm..... iya gege,, aku melihatnya"


jawab Liu Fei


"pergilah gege,,, aku akan menunggu di sini" Liu Fei mengerti dengan rasa penasaran Ruo dan menyilahkan Ruo untuk memeriksa.


setelah Liu Fei memberi izin, Ruo pun melesat, ke titik asal lesatan energi. Ruo meningkatkan kecepatan terbangnya, karna berfiki kalo tidak segera sampai, ia akan kehilangan jejak energi itu.....


hampir tiga jam, Ruo terbang,,,,, samar samar dari jarak beberapa kilometer Ruo melihat sesuatu yang sangat besar mengapung di perairan.... Ruo terus mendekati apa yang di lihatnya.


setelah jarak mendekati dua kilometer, Ruo melesat ke ketinggian memastikan.


"ikan... "


Ruo kaget, melihat benda yang sangat sangat besar yang mengapung itu adalah ikan.


"kenapa ukuranya sebesar ini" gumam Ruo keheranan.... Ruo pun mulai mengekplor tubuh ikan raksasa itu, yang bila di ukur memiliki panjang 2,5 kilometer. kulit ikan itu seprti karang keras dan tak beraturan sirip atasnya menjulang tinggi ratusan meter.


Ruo melihat lubang besar di bagian kepala itu,,, Ruo di buat kaget, bahwa di lubang kepala ikan itu terdapat luapan energi yang besar,,,,


"apakah energi tadi berasal dari lubang ikan ini...." pikir Ruo


meninggalkan itu, Ruo terus menelusuri tubuh ikan, barulah di balik sirip besar ikan itu,,,, Ruo mendapati sesosok manusia dengan banyak luka sayatan di tubuhnya.... tanganya kananya putus, tangan kirinya patah, serta terdapat luka luka yang sangat parah lainya.


Ruo memperhatikan sosok itu, meski dia tak menilai sosok itu berbahaya atau tidak.


"tak ada senjata dan lainya,,, hanya cincin ruang" gumam Ruo, di lanjut meriksa ranah kultivasinya...


"aneh,,,, aku tak bisa melihat kultivasinya, namun kekuatan spiritnya jauh lebih kuat dari ku" Ruo memikirkan berbagai hal dan pertimbangan.


"senior,,,, nama junior Ruo,,, jika anda masih dapat mendengar... " ucap Ruo di depan sosok itu, lalu mengambil satu pill,,,, Ruo melebur pil itu dengan kekuatan spiritual... lalu energi pil, Ruo arahkan ke sosok itu,,, dan membantu tubuh sosok itu menyerap energi dari pil yang di leburnya..


di rasa sudah selesai,,,, Ruo meninggalkan sosok itu, dan kembali menelusuri tubuh ikan........ satu jam berlalu,,,, Ruo sudah puas melihat seluruh bagian ikan dan hendak kembali memeriksa kondisi sosok yang terluka tadi.....

__ADS_1


"Nama mu,,,,,Ruo,bukan"


__ADS_2