
Pembicaraan antara Lung dan patriak Li berlanjut, sementara Dua tetua Li, Qian Qin cs dan juga Liu Fei hanya mendengarkan.
"Ruo, memang berhasil menggagalkan rencana dari aliansi, namun dia sendiri masuk kedalam rencana selanjutnya" Ptriak terus mencoba menyambung benang merah dari di mulainya pembentukan aliansi hingga berakhir pada penangkapan Ruo.
"Baiklah,,,, cara terbaik untuk mengetahui rencana mereka adalah dengan kita mengikuti rencana mereka" tegas patriak Li.
"nak Qian Qin,dan yang lain,,,, sampaikan hal ini kepada orang tua kalian,dan sampaikan pada mereka agar bersikap tak peduli pada penangkapan Ruo" perintah patriak pada Qian cs.
"Dan untuk mu Lung.... mulai sekarang, kau dan semua anak buah mu, resmi menjadi bagian dari Sekte Lembah Angin"
"Hormat pada patriak"
Lung segera memberi hormat pada patriak Li setelah dia dan semua anggotanya resmi menjadi bagian dari sekte Lembah Angin yang dia idam idamkan.
"sudah,,,, tak perlu ada peradatan seperti itu,,,, "
stelah pembicaraan usai, baik Qian Qin, Lung dan lainya segera melaksanakan tugas masing masing, meninggalkan patriak dan dua tetua Li, serta Liu Fei yang tak pernah terlihat tenang, sejak Ruo di tangkap.
Sementara Ruo sendiri saat ini berada di penjara bawah tanah, yang hanya di terangi oleh sedikit cahaya lampu obor.
Ruo terlihat tenang, seperti tak ada beban sedikitpun, dia memanfaatkan waktu dengan sesekali berkultivasi.
"Jadi bocah yang menggagalkan rencanaku ada lah kamu"
ucap pelan sosok yang ternyata orang bertopeng, Ruo sendiri tak merasa kaget, karna sebelumnya dia sudah mrasakan aura dari sosok bertopeng tersebut.
"akhirnya anda menemuiku juga, ,,,,, kaisar Jiang"....
" Deggghhhhh"
sosok bertopeng di buat terbelalak, mendengar Ruo yang memanggilnya kaisar Jiang.,,, dia diam mematung, dan sama sekali tak berharap bahwa ada orang yang mengetahui identitasnya, namun saat ini, seorang bocah dengan santainya menyebut nama dari identitas aslinya.
"tak perlu terkejut seperti itu, kaisar" ucap Ruo santai. namun tak ada reaksi dari sosok di depanya.
"kau terlalu ceroboh, dengan memanfaatkan pasukan mu, jelas bagiku sangat mudah untuk mengetahui siapa yang berada di balik aliansi" lanjut Ruo.
sosok bertopeng tetap tanpa kata, diam tak bereaksi apapun.
"hei.... bocah, kau terlalu cepat menyimpulkan sesuatu, meski ku aku kau cerdas, tapi dia bukanlah kaisar Jiang" bukan sosok bertopeng yang ada di hadapan Ruo yang bersuara, melainkan dari ruang penjara sisi kanan yang berdampingan dari Ruo.
"Degghhhhh... "
kali ini Ruo yang di buat terkejut, mendengar orang yang berada di ruangan penjara sisi kananya.
"Jika saja, kau sudah tak di anggap penting oleh pemimpin, saat ini kau sudah ku bunuh" sosok itu mengancam orang yang baru saja membuat Ruo terkejut.
"hahahahaaaa....... sudah hampir tujuh belas tahun, aku menantikan kematian yg kau janjikan itu,,,, tapi, tetap saja omong kosong yang kudapat"
tahanan itu memprovokasi sosok bertopeng.
Ruo semakin di buat bingung dengan apa yang terjadi di hadapanya.
"Bocah,,, apa benar kau sudah menggagalkan rencana ketonggeng ini" tanya tawanan itu pada Ruo
"mungkin" jawab Ruo singkat.
"kau memang pintar bocah, dari jawabanmu, kau mengerti bahwa ketonggeng ini memiliki lebih dari satu rencana bukan"
tawanan itu kembali bertanya...
"ya.... " Ruo kembali menjawab singkat.
"hahahahaaaa...... hei, ketonggeng...kali ini, aku rasa kau akan kesulitan" sindir tawanan itu pada sosok bertopeng.
"Diam kau bang**t" Bentak sosok bertopeng itu.
"aaiiiiiissssss........ kau masih saja berlagak sok berkuasa....dasar ketonggeng anakan"
Terus terusan di caci oleh tawanan itu akhirnya sosok bertopeng memilih keluar dari penjara bawah tanah itu. dengan amarah yang hampir tak bisa di bendung.
"hei bocah,,, siapa namamu" tawanan itu penasaran dengan Ruo.
"namaku junior Ruo, senior" ucap Ruo.
"Ruo, yah.....darimana asal mu"
__ADS_1
"junior dari wilayah barat kekaisar Qin senior sekaligus murid dari sekte Lembah Angin desa Galian" Ruo memberitahukan tempat asalnya.
"apaaaaa..... sekte Lembah Angin"
" benar senior,,, junior dari sekte Lembah angin"
Buakkkk.....
Bammmmmmm.
tiba tiba Ruo memukul pintu sel penjara dan meledakkanya.... lalu dgn santainya dia keluar dari ruangan yang menjadi penjaranya.
"aku merasa bosan di dalam, dan mulai merasa pengap,,,, senior apa anda mau keluar sekedar cari angin" tanya Ruo,namun tak ada jawaban.
Ruo tidak tau kalau saat ini,tetangganya sedang mematung dengan mulut menganga, karna perbuatanya.
"Hei anak muda,,, aku juga ingin mencari udara segar, tapi aku tak bisa membuka pintu jeruji ini"
ucap tawanan itu pada Ruo.
Whhuuuuzzzzzz....
Baaammmmmmmmm....
kembali, pintu sel di ledakan oleh Ruo.
Setelah beberapa saat, tawanan itupun keluar....
"anak muda,,, jika kau bisa menghancurkan pintu sel ini, kenapa kau tak melakukanya dari awal" tawanan itu seakan protes pada Ruo
"senior, apa yang ku rencanakan ternyata di gagalkan oleh strtegi rencana orang bertopeng itu,,,, dan maaf, siapakah nama senior. " tanya Ruo yang belum tau nama seniornya itu.
"ah.. benar juga,,, aku belum mengenalkan diri.... namaku Yao Ming anak muda,,, dan akupun dari wilayah barat" Yao Ming mengenalkan diri.
"Yao Ming,, Yao Ming.. " mendengar nama Yao, Ruo mencoba mengingat seseorang...
"ada apa anak muda" tanya Yao Ming, yang heran dengan sikap Ruo.
"senior Ming, apa hubungan mu dengan Yao wendhi" setelah Ruo berhasil mengingat nama Yao yang sama Ruo menanyakanya pada Yao Ming.
"anak muda,,, apa kau mengenal Yao wendhi, atau sekedar bertemu, atau berpaspasan, atau kebetulan melihat si rambut perak itu, atau.... "
"senior... senior,,, ada apa dengan sikapmu" Ruo memotong ucapan Yao wendhi yang tidak jelas itu.
"aiisssss.... kenapa aku seperti ini" sesal Yao Ming.
"senior,, lebih baik kita keluar sekarang, nanti akan aku ceritakan ttg Yao wendhi pada senior" Ruo sudah tak ingin berlama lama di tempat itu dan memilih keluar.
Di depan pintu keluar penjara bawah tanah, Ruo sudah di hadang oleh ratusan prajurit penjaga,.
"Tahanan melarikan diri,,,, "
teriak salah satu prajurit yang melihat Ruo dan Yao Ming keluar dari penjara bawah tanah.dan komandan pasukan segera melesat ke arah Ruo.
whiuuzzzz.......
wessss.......
ssrrraaaakkkkk.....
komandan langsung menyerang Ruo dengan tombak. Ruo memiringkan tubuhnya untuk menghindari tusukan,melihat Ruo dapat menghindar,,,komandan mengangkat tombaknya dan berusaha menyabetkanya pada Ruo, namun Ruo segera memutar tubuhnya melewati kepala sang komandan, dan berada tepat di belakan komandan....
Bbbuuuuaaaakkkkk...
Ruo berhasil menyarangkan satu pukulannya pada punggung komandan pasukan, akibatnya... komandan terpental dan jatuh tersungkur...
"geeuukkkk"
darah segar keluar dari mulut sang komandan dan langsung tak sadarkan diri... selesai dengan komandan, Ruo melayangkan pukulan cepat pada lawan lawanya, sesekali Ruo menyerimpung kaki lawan, hingga jatuh,,,, saat musuh terjatuh Ruo memberi pukulan pada dadanya...
"jurus Lembah angin,,,,, pusaran cincin angin"...
wwhhuuuuuzzzzzzzzz......
tiba tiba angin memutari tubuh Ruo, seakan melindunginya semakin lama semakin besar semua yang berada di sekitar Ruo terangkat dan berputar, hal itu membuat setiap prajurit yang menyerang Ruo terpental dan bahkan di gulung oleh pusaran angin, yang mengarah ke atas dan melemparkan para prajurit penjaga penjara.
__ADS_1
belum selesai di situ saja, Ruo kemudian mengendalaikan angin tersebut.... dan mengarahkanya pada ratusan prajurit lain....
wwhheeeeeeeeeennnnnggggg....
Booommmmmmmmm........
pusaran angin itu Ruo benturkan dengan tanah, dan menciptakan gelombang kejut, yang menghempaskan semua prajurit yang berada dalam jangkauan serangan jurus angin cincin milik Ruo itu.
selesai dengan prajurit,,, Ruo mengarahkan angin cincin pada benteng penjara,,,,
"hancurlaaaaahhhhh"......
teriak Ruo....
Baaaaaaannnnggghhhh.......
wus...
wusssss....
Bboooo.. mmmm
benteng ratusan meter, di gulung oleh angin cincin,,,, semua bangunan benteng penjara terangkat dan terlempar oleh pusaran angin cincin.
selesai dengan benteng, Ruo seperti belum puas,,,, Ruo mengarahkan angin cincinya pada setiap menara.....
blaaaaarrrrrrrrrr.......
zeeeppppppp.....
bagian bangunan luar penjara seketika rata dengan tanah,,,, tak ada lagi barak prajurit, benteng penjara dan menara penjara serta yang lainya, Ruo merasa lega melihat hal itu.
"Jika kalian mau memulai dengan kekuatan, maka akan aku lakukan"
gumam Ruo yang masih menatap keadaan di sekitarnya. tak juah dari Ruo, Yao Ming diam mematung dengan tubuh gemetar.
"senior mari kita pergi"
ajak Ruo .....
setelah beberapa langkah Ruo merasa ada yng aneh,,, dia pun menoleh ke belakang, dan benar saja, Yao Ming masih dengan tubuh gemetar di tempatnya, Ruo pun kembali menghampiri Yao Ming.
"senior,,, apa kau sakit"...
" gleeukkk"
senior menelan ludah kasarnya mendengar suara Ruo.
"anak muda,,,, kau sangat hebattt" ucap Yao Ming sambil mengacungkan jempolnya.
"senior,,, aku akan memberitahu satu Rahasia" kata Ruo
"apa itu, anak muda" tanya Yao Ming
"aku pernah di kalahkan oleh senior Yao wendhi" ucap pelan Ruo..
"apaaaa...... jangan bercanda anak muda"
Yao Ming tak percaya dengan Ruo yang mengatakan Yao wendhi pernah mengalahkan pemuda sekuat Ruo.
"aku serius senior,,,, kalau senior tak percaya,,, senior bisa menanyakanya langsung pada senior wendhi nanti" Ruo meyakinkan Yao Ming.
"sekarang sebaiknya kita pergi dari sini, sebelum prajurit yang lain tiba"
Ruo kembali mengajak Yao Ming meninggalkan penjara itu, dan kali ini Yao Ming menuruti Ruo ajakan Ruo...
"apa rencanamu setelah kita pergi dari sini, anak muda"
tanya Yao Ming, sambil keduanya berjalan meninggalkan wilayah penjara.
"makan" ucap Ruo singkat...
"aiiisssss...... anak muda, kenapa jawabanmu tepat sekali..... hehehe"
Yao Ming merasa senang dgn jawaban Ruo, dan langsung membayangkan makanan enak yang akan dia makan.
__ADS_1