
Pagi itu, ketika fajar menyingsing sinarnya yang hangat,,, Ruo dan paman Guo berbincang di halaman rumah kayunya yang sederhana...
"Terimalah ini, Ruo'er" paman Guo menyodorkan sebuah kitab yang sedikit usang pada Ruo
"kitab apa ini paman" sambil memegang kitab itu, Ruo bertanya pada paman Guo tentang kitab yg sudah ia pegang saat ini.
"itu adalah kitab teknik dari pesang pembelah langit, dan juga... pakailah ini" kembali paman Guo menyerahkan sesuatu, dan itu adalah sebuah cincin ruang.
cincin yang mampu menyimpan segala sesuatu kecuali mahluk hidup.
"teteskanlah sedikit darahmu pada cincin itu"" paman Guo meminta Ruo untuk meneteskan sedikit darahnya pada cincin trsebut.
dan Ruo pun melakukan apa yang di minta paman Guo.
Ruo sudah tak asing mengenai cincin ruang, pasalnya,,, dari banyak buku yang sudah ia baca, ia memahami kegunaan cincin ruang dan segala kegunaanya...
"Ruo'er, kultivasimu saat ini hanya berada pada Ranah Prajurit tingkat menengah, dan kamu harus tahu bahwa ranah prajurit adalah ranah terendah, setau paman, masih ada beberapa ranah di atas kultivasimu saat ini, yaitu Ranah jendral, Raja, Kaisar, Kaisar bumi, Kaisar langit, dan Kaisar suci dan di luar sana kamu harus hati hati, karna selain dirimu jangan pernah bergantung pada kekuatan orang lain, agar dirimu pantas di sebut kultivator sejati""paman guang kembali mengingatkan Ruo
"Ruo'er, mengerti paman"
"Baiklah, tidak ada lagi yang bisa paman lakukan selain mengingatkan mu agar selalu berhati hati, satu hal lagi Ruo,,,,cobalah bergabung dengan salah satu sekte" pinta paman Guo
"baik paman,,, dan Ruo pergi sekarang, jaga diri paman sampai Ruo'er kembali " Ruo memberi hormat tulus pada paman Guo dan Ruo pun memulai perjalanan pertamanya menuju hutan yang berada di perbatasan sebelah barat desa bambu hitam....
__ADS_1
setengah hari sudah, Ruo menerobos hutan yang masih berada dalam wilayah kerajaan Huang, di Kekaisaran Qin bagian ujung barat, ia hendak mencari tempat yang tepat untuk menempa diri dalam kultivasi, bermodalkan busur di bahu sebagai alat berburu di saat dia merasa lapar, dan tempat air yang terbuat dari kulit yang menggantung rapih di pinggang kanan, dengan mantap ia menelusuri hutan, ia hanya beristirahat hanya pada saat malam hari dan kembali memulai pencarian tempat ketika matahari menerpa seluruh wilayah hutan....
tanpa terasa, sepuluh hari perjalanan sudah ia lewati, dan Ruo sudah tak dapat mengenali wilayah hutan yang ia jelajahi saat ini, tak memikirkan lagi soal ia berada di hutan apa,ia hanya mengikuti langkah kaki, sampai tiba di hari ke dua puluh, ia menemukan tempat yang dirasa cocok untuk memulai kultivasinya,Ruo menemukan air terjun yang tak terlalu besar, dengan tanah sedikit lapang yang masih tertutup tebal oleh dedaunan.
'aku rasa, tempat ini adalah yang paling cocok untuk memulai kultivasiku'pikirnya,.
kemudian Ruo mulai membersihkan tanah lapang itu, tak lupa ia mulai membangun gubug kecil, sekedar untuk ia berteduh sebagai persiapan dia untuk istirahat.
satu hari berlalu, setelah Ruo selesai membersihkan dan membangun gubuk kecilnya,.
anak dua belas tahun itu sendiri memulai petualanganya,di tengah antah berantah hutan yang tak ia lagi ketahui masuk dalam wilayah mana, Ruo duduk di gubuk kecilnya sambil memandangi sekitarnya dan matanya terarah pada air terjun yang tak jauh dari tempatnya saat ini.
satu hari kembali berlalu, Ruo pun mulai berlatih, dari latihan fisik di pagi sampai siang, teknik bela diri dari siang sampai petang, dan malam ia habiskan untuk ber kultivasi.
bersamaan Ruo melatih fisik, selain ia berlari membawa beban,dan berburu Ruo pun mencari tanaman herbal yang dia pikir berguna untuk menunjang kultivasinya, meskipun dia sama sekali bukan alkemis, namun karna pengetahuanya ttg tanaman herbal, Ruo secara manual meracik ramuan ramuan itu, dan mengkonsumsinya meski hanya sari dari tanaman herbal itu sendiri....
"Byyyuuuuuurrr"""
"" Bbbuuuaaahhhhh"""
saat ini, Ruo tengah membersihkan diri di aliran air terjun.
'aku penasaran, setiap kali aku melihat ke arah curah air terjun itu, se akan ada sesuatu di baliknya' pikir Ruo
__ADS_1
'baiklah,,, setelah ini aku akan coba ke curah air terjun itu' gumamnya
selesai membersihkan diri, Ruo memulai niatnya menuju curah air terjun yang dia maksud. perlahan ia mulai melihat lihat dan melangkah dengan hati hati, karna semua batu di aliran curah air terjun itu berlumut dan licin... tak lama, ia memperhatikan segala sesuatu yang ada di balik air terjun itu, dan Ruo mendapati satu celah selebar tubuh manusia, diapun merangkak pelan mengarahkan tubunya pada celah tersebut.
"hahhhhh,,,,, akhirnya sampai,sebaiknya aku masuk" pelan tubunya Ruo arahkan ke celah yang hanya bisa di masuki setengah badan, dan Ruo pun memiringkan tubunya untuk bisa memasuki celah lubang itu.
hingga jarak lima belas meter, lubang itu mulai melebar, dan dapat di masuki Ruo dengan leluasa
"goa.... jadi selama ini, ada goa di balik air terjun ini" Ruo merasa takjub dengan gua yang ia masuki saat ini,makin kedalam makin luas, makin leluasa bagi Ruo menelusuri goa itu tak lupa ia mengeluarkan buku pengetahuan agar semua anggapanya tak salah, karna ternyata, Ruo melihat berbagai jenis tanaman herbal.
bukan tanpa tujuan, Ruo mengeluarkan buku pengetahuan nya tersebut, ia bermaksud memastikan, tanaman herbal apa saja yang dapat di cabut dan awet tanpa menghilangkan khasiat dari tanaman herbal tersebut dan tanaman herbal yang tak bisa asal cabut.
lama bagi Ruo memastikan semua tanaman herbal yang ia temukan di dalam goa trsbut, hingga tanpa sadar ia makin jauh masuk kedalam goa.....
"ting...... ting.... "
suara dentingan pelan terdengar, hingga menyadarkan Ruo yang tengah serius memastikan setiap tanaman herbal yg ia temui.... matanaya sedikit mencari asal suara dentingan itu, dan tertuju pada tetesan air berwarna ke emasan yang jatuh dri langit langit goa ke dalam kolam yang berukuran 4x4meter....perlahan Ruo mengarahkan langkah pada kolam itu, dan memperhatikan dengan serius. ia mulai mencari pengetahuan ttng air berwarna emas itu, dari buku pengetahuan satu ke buku pengetahuan lainnya...
"air inti spiritual.... "
mata Ruo seketika melotot, tak percaya bahwa ia menemukan air yang semua kultivator di seluruh benua sangat inginkan. namun ia kembali mengulang membaca kitab pengetahuannya berulangkali...
"Benar.... ini air inti spiritual"
__ADS_1
Meyakini hal itu, Ruo merasa bingung tak tahu harus bersikap seperti apa.
lama Ruo hanya melihat air inti spritual itu, tanpa enggan ia berpindah.