
Sudah jutaan yang gugur dalam pertempuran,,, namun yang mbuat pembeda bagi pasukan daratan Zurhen, bila ada yang terluka, maka yang lain akan mengganti posisi untuk menghadang pergerakan musuh, serta bagian lain mengevakuasi.
strategi itu terus menerus di terapkan seluruh pasukan Zurhen, untuk mengurangi korban tewas.
sedangkan pasukan Zen, yang tak memiliki kesiapan, hanya memikirkan pertarungan mereka masing masing-masing, di samping itu karna memang lawanya dua kali lebih banyak, bahkan lebih.
komandan pasukan Zen, saat ini berhadapan dengan Wuji yang di anggap sangat merepotkan.
Dengan menggunakan tameng pusaka tingkat langit dan pedang besar, serta elemen api yang setiap saat bisa di lepaskan membuat komandan pasukan Zen percaya diri.
"wussss....... "
trang......
wuji melepaskan anak panah ke arah lawan, namun dapat di tangkis....
"pedang api,,,, amukan api "
Whuuuassss.....
komandan pasukan musuh melepaskan jurus pedangnya ke arah Wuji....
Ddrrrrreettttttttt...........
Booommmmmmmmm......
serangan energi langsung di tahan cakram Guang dengan mudah, dan mengbalikan serangan pada tuanya.
komandan pasukan musuh terpental...
Geeuuukkkkkk......
Darah menyembur dari mulut komandan itu, lalu dia berusaha untuk kembali berdiri....
clleppppppp....... clleppp..
dua anak panah,bersarang di kening dan dada komandan musuh, mengantarnya langsung ke alam mana tak tau.
Wuji tak perduli dengan kematian lawanya, dia langsung melanjutkan pertarungan lainya....
sementara Ruo sekarang sudah sangat waspada dengan musuh musuhnya.....
Baaaammmmmmmmmmm........
Zi Lan akhirnya meledakkan aura kultivasi nya, yang ternyata sudah berada di ranah, selanjutnya di atas ranah kaisar suci, yaitu ranah dewa.
"Bocah,,,, apa kau mengerti sekarang" ucap Zi Lan dengan aura menekannya.
Ruo dan empat Yao di buat tak berdaya oleh tekanan aura Zi Lan.
tekanan aura dari Zi Lan bahkan di rasakan oleh hampir dari seperempat seluruh pasukan yang sedang berperang.
Wuji,,, yang samar merasakan aura tekanan itu, melesat mendekat ke arah Ruo dan Yao sambil tetap dengan pertarunganya membantai musuh....
dengan cakram Guang yang mengelilingi tubuhny, aura tekanan yang di lepaskan oleh Zi Lan sama sekali tak berarti.
Ruo sendiri memang tak berdaya, hanya saja, dengan tekanan yang di berikan oleh Zi Lan,,,, tanpa dia sendiri mengerti,,, tekanan itu menguatkan struktur tulang, tubuh,,, bahkan semua elemenya meluap,,,,,..
perlahan Ruo berdiri dan membiasakan diri dari tekanan Zi Lan.
"Kau,,,, yang terlalu sombong, hanya dengan kekuatan di tingkat dewa bumi,kau berharap daratan Zurhen tunduk,,,kau yang terlalu sombong, karna menganggap semua dari kami hanya semut,kau berpikir kami tak memiliki apapun,,,kau yang terlalu sombong, menganggap benua Zen adalah yang terkuat,tapi justru benua Zen tak kami anggap ada... dan kau yang terlalu sombong, datang ke tempat kami dengan begitu lancang, dan arogan kalian pikir siapa kalian"
kini, giliran suara Ruo yang menggema dan dapat di dengar oleh seluruh pasukan yang ada di medan pertempuran.
__ADS_1
"Heiii.... pak tua,,,, dari sini lihatlah akibat dari kesombongan mu itu"
Ruo,mengeratkan gigi,,, tanganya ia kepal, sorot matanya tajam penuh kebencian, Ruo saat ini bukanlah Ruo yang sesaat lalu.
"Baaaammmmmmmm"
kekutaan energi meletup, dan berpendar di seluruh tubuh Ruo, dan menyelimutinya.....
"Urrraaaaaaaa..... uuurrraaaaaaa"
seluruh pasukan Zurhen seperti ikut terbakar semangat dan tekad Ruo, serangan pasukan Zurhen semakin beringas.....
"tranfoemasi zirah naga"
crakkk... krakkk.... Buuuuzzzzzz
Ruo merubah diri lengkap dengan atribut zirah naganya, pedang pembalik langit di tangan kanan, tameng di tangan kiri, duri landak yang sudah di perkuat mengelilingi Ruo.
"pak tua,,, dan kalian semua para ketonggeng, apa kalian semua hanya ingin ber omongkosong" Ruo memprofokasi.
whuuuusssssss......
buakkkk..... trang.... trang.... bommmm
Ruo yang sudah muak melesat dengan cepat menyerang ke lima belas sosok di depanya, begitupun dengan empat Yao.
jual beli jurus berlangsung sengit,,, kecepatan mereka benar benar tak bisa di lihat dengan mata.
Zi Lan dengan pedang kecilnya, dengan lihai berusaha membabat Ruo, namun dapat di tankis oleh tamengnya,,, Saat Zi Lan menusukkan pedangnya, dengan otomatis, duri landak menyerang Zi Lan dengan ketajamanya....
"pedang pembalik langit,,,, sapuan langit.... heeeyyyyyaaaaaa"
whhhuuuusssss
serangan pedang pembalik langit mengarah pada Zi Lan,namun Zi Lan masih bisa meladeni serangan Ruo.
"sekarang giliran ku bocahhhh"
teriak Zi Lan....
Zilan memutar pedangnya, seketika bermunculan ribuan pedang energi tercipta dan siap untuk di arahkan pada Ruo.
"pedang bulan,,,,, gerhana pedang..... "
whuuuusssssss.......
ribuan pedang meluncur cepat ke arah Ruo.
"Tameng naga,, pelindung dewa... "
whhhuuuunnnngggg,,,,
segera energi dari tameng berpendar menyelimuti Ruo....
Booommmmm,, Booommmmmmm
Ribuan energi berbentuk pedang, menghantam pelindung energin tameng naga... tak mau jadi bulan bulanan ribuan pedang energi milik Zi Lan,,, Ruo menyerang dengan Duri landak baja, di tambahkan elemen angin dan logam.....
"elemen angin dan logam,,,, Hancurkan"
eregggg... reggghh.....regggg..reeeggg
whusssssss......
__ADS_1
duri duri landak, bersatu dengan elemen logam,,, dan di putar dengan cepat oleh elem angin,,,,,
"ke ahlian bocah sialan ini terlalu banyak" gumam Zi Lan
Zi Lan berusaha menghindari dari serangan Ruo, namun tiba taba dari arah sampingnya melesat sebuah senjata cakram.....
sllaaaassaaahhhhh....
"aaaaaarrrrrrgggggghhhhhh"
cakram itu melesat dan memotong tangan kanan Zi Lan dengan sangat mudah, tanpa bisa menepisnya.
sreeetttt..... clepppp clleppppp...
karna lengah, Zi Lan akhirnya tertusuk oleh ribuan duri Landak milik Ruo...
Ruo tak mau menyia nyiakan kesempatan...
"pedang pembalik langit..... hukuman langit.... hheeeeeyyyyyaaaaa""""
Blllaaaaammmmmmmm
Deeemmmmmmmmmmmmmm
Deeeemmmmmmmmmmmmmmm
tiga serangan pedang pembalik sekaligus di hantamkan pada tubuh Zi Lan.
tangan yang terpotong oleh cakram Guang milik Wuji, adalah awal kesialan Zi Lan, ribuan duri landak berkekuatan dua elemen menusuk tubuh Zi Lan, dan terakhir, jurus dari pedang pembalik langit...... matilah si Zi Lan.
Ruo melesat ke arah pertarungan empat Yao melawan empat belas musuhnya....
"mari kita bantai mereka senior" ajak Ruo
"hahhaahaa.... dengan senang hati bocah" jawab Yao Wendhi dengan senang lalu mereka meng intenkan serangan.
"Saudara Wu,, arahkan cakram Guang pada mereka,, " Ruo menunjuk empat belas anak buah Zi Lan dan meminta Wuji menggunakan cakram nya pada empatbelas musuhnya.
Whiuuunnnngghhhhh......
creshhh... ... cressss....
semua musuh mendadak ter amputasi, entah tangan, kaki, atau lainya... dan dengan mudah Ruo serta empat Yao dapat membantai mereka semua.
setelah berhasil membunuh musuh musuhnya, Yao Wendhi menatap jauh ke arah Wuji.
"heiii..... bocah,,,kalau cakram itu sangat tajam, harusnya kau lakukan dari awal" Yao Wendhi berucap kesal.
"hehehe.... maaf senior,,,, dari awal aku sudah sibuk sendiri" ucap Wuji.
"ya... ya... ya... sudahlah,lanjutkan kesibukan mu bocah," ucap Yao Wendhi malas dan menyuruh Wuji untuk kembali.
butuh waktu berhari hari, bagi pasukan Zurhen membantai habis pasukan Zen.
semua pertarungan menjadi tak sesulit ketika Zi Lan masih memimpin,,, namun pasukan Zen pun pantang menyerah.
mereka terus melawan meski sudah sangat terdesak.....
selang dua minggu pertempuran, barulah pasukan Zurhen dapat menumpas habis pasukan Zen, dan kemenangan menjadi milik pasukan daratan Zurhen, meski lebih dari tiga puluh juta pasukan Zurhen gugur.
Pertempuran itu akan selamanya tercatat dalam kitab sejarah daratan Zurhen di masing-masing wilayah.
dua kaisar gugur dalam pertempuran itu, lima belas raja tewas dan puluhan ribu patriak seluruh sekte juga tewas di medan pertempuran.
__ADS_1
tak ada perayaan kemenangan, tak ada pula wajah yang tersenyum senang.... seluruh wajah menunduk, dan memberi penghormatan terakhir pada seluruh pahlawan daratan Zurhen.