Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Sambutan


__ADS_3

Hanya saja, sesaat sebelum pasukan Luan Di beranjak meninggalkan batas garis wilayah kekaisaran......


Duuummmmmmmmm..........


Boooommmmmmmmmmm.......


Ledakan besar terjadi di dalam area wilyah kekuasaan kekaisaran Shun.


"aaaaarrrrrgggghhhhh"


Ribuan pasukan kekaisaran di lemparkan keudara,.


whhhuuussssss.........


gelombang kejut angin dan energi dari dentuman itu menyapu tak hanya mengenai pasukan kekaisaran, namun juga pasukan Luan Di.


Tak lama,, terlihat dua sayap Qi melipat, seperti sedang menutupi sesuatu.


Buuuuzzzzzzzzzzzzzzzz..............


Sepasang sayap mengapa, membentang sepanjang lima meter,,, seorang pemuda gagah berdiri perlahan dengan energi angin di sertai aura agung, yang berderak mengelilingi seluruh tubuhnya......


"Serangan susulaaaaaannnnnn"


"seraaaaannnnnggggggg"


Pasukan kekaisaran mengira bahwa sosok bersayap Qi itu adalah salah satu dari pasukan Luan Di,mereka akhirnya menyerang sosok bersayap trsbt.


"apa apaan ini..... " pikir sosok itu yang tak lain adalah Ruo, yang baru saja datang di alam HunLuan.


wuuussss........


chiuuuuu........ duarrr.... duarrrr.... bommm.... boooommmmm.....


Ratusan ribu serangan mengarah pada Ruo dan dengan telak mengenai tubuhnya.

__ADS_1


setelah semua serangan berhenti,,, Ruo kembali menampakkan sosok gagahnya pada pasukan kekaisaran.


"aiisssss..... aku tak tau apa masalah kalian,,,, tapi dengan kalian menyerang ku,,,,,, Mati... " ucap Ruo


"Duri landak...... "


wuuuunnnnghhhhhh.....


ribuan duri landak baja angin yang berevolusi berwarna ke emasan, mengam di hadapan Ruo.


"Duri Badai........... tcahhh"


sayap Qi membentak, dan mengepak lalu mendorong ribuan Duri landak baja angin.


wwhhhuuuusssssssss.........


clepppp... cleppppp..... clleppppppp


duarrr .... duaaaarrrrrr..... duuuaaaarrr


Tak ada satupun senjata atau tameng yang bisa menahan ketajaman duri duri landak milik Ruo.


Para Jendral yang sejatinya sudah merasa aman karena mereka berada di wilayah teritori kekaisaran,mereka semua harus tewas tertusuk Duri landang.


"formasi pertahanan tingkat delapan... "


Busssss........ Formasi pelindung seketika terbentuk dari susunan formasi melingkat.


slaaaaaaappppppp.......... cleeeppp


Duaaaarrrrrr......


formasi tak kuat menahan lesakan duri landak pada akhirnya, Jendral Kai... jendral terakhir dalam pasukan itu kembali harus menerima nasib,tewas meledak oleh duri landak baja angin.


Ruo merasa sudah kadung,Dia terus mengendalikan duri durinya, membunuh hampir semua pasukan kekaisaran.

__ADS_1


sementara, pasukan Luan Di hanya melihat dari luar wilayah, menyaksikan bagaiman mudahnya,,,, sosok bersayap Qi itu membantai ratusan ribu prajurit beserta puluhan jendral.


"Saudara,,,, apa kau mengenalnya... "


"tidak.... aku baru pertama kali melihat sosok bersayap sepertinya... "jawab Luan Di


"apa menurut saudara,, sosok itu berada di pihak kita... "


"entahlah...... kita tidak tau sosok itu dari mana,tapi,,,,,,, semoga saja sosok itu benar benar berada di pihak kita" lanjut Luan Di,yang matanya tak bergeser dari pertarungan yang Ruo lakoni saat ini.


Duaaaarrr.... duaaaaarrrr..... duaaaarrr..


Setelah beberapa jam,Ruo berhasil menewaskan seluruh pasukan kekaisaran.


"Aiiissssss........ sambutan yang mengerikan... " gumam Ruo, lalu menatap jauh dan melihat pasuakn LuanDi yang seluruh nya melihat ke arah dirinya.


"apa kalian bagian dari mereka" Ruo brucap pelan, melalui telepati pada semua pasukan Luan Di, yang sontak mereka sangat kaget dengan suara yang sangat jelas di telinga mereka.


"Bukan,,, sebaliknya,mereka adalah musuh kami" Luan Di menanggapi pesan Ruo.


"ehmm..... baiklah,,,, aku pergi sekarang"


whuuuuusssssssss........


Ruo melesat terbang dengan kecepatan tinggi, meninggalkan tempat pertama dia menginjakkan kaki di alam HunLuan.


"saudara,,,, kenapa kita tidk menyapa dan mencari tau ttgnya tadi... "


"aissss..... apa keadaanya memungkinkan" sahut Luan Di.


"kemana kira kira sosok itu pergi... "


"kenapa kau tak menanyakan padanya tadi... " ucap Luan Di kesal, dengan pertanyaan pertanyaan yang dia pun tak bisa menjawab.


"kita kembali ke markas sekarang.... " ajak Luan Di,kemenangan mereka tak seperti sebuah kemenangan, mereka fokus bertanya tanya ttg sosok yang telah menumpas sisa pasukan kekaisaran.

__ADS_1


__ADS_2