
Alam Langit,,,,merupakan alam pertama para raksasa,,,dengan kata lain,alam yang di huni oleh para kultivator kuat.
Alam yang menyajikan,bahwa yang kuat mendominasi yang lemah ter eliminasi.
Alam langit di bagi menjadi lima benua,,, utara, barat, selatan,timur dan tengah.
Masing masing benua memiliki Kekaisaran sebagai penguasa dan tonggak kepemerintahan.
Kekaisaran Zhong benua tengah menaungi lima kerajaan sebagai pilar
kekaisaran Dong benua timur menaungi empat kerajaan sebagai pilar
Kekaisaran Bei benua utara menaungi empat kerajaan sebagai pilar
Kekaisaran Xifang benua barat menaungi empat kerajaan sebagai pilar
Kekaisaran Nan benua selatan menaungi tiga kerajaan dan Satu sekte yang setara sebagai pilar.
Hari ini,,, di benua utara yang di katakan sebagai benua terlemah, namun memiliki keluasan wilayah jauh melebihi benua lainya mengalami fenomena.
Langit yang biasanya tertutup awan mendung di wilayah paling utara benua, mendadak memancarkan sinar yang mencorong ke daratan yang di tutupi salju tebal.
Chiiiuuuuuuuu............
Buuuuzzzzzzzzzzzzzzz...........
Booommmmmmmmmmmmm.....
Salju terurai oleh sebuah ledakan yang menghantam keras.
Ruo telah berhasil menjatuhkan dirinya ke alam langit.
"aisss.... sippal, tiga alam tiga kali sial.."umpat Ruo
"Nara... diman dia...... " mata Ruo berkeliling mencari A Nara.
"Gege.... aku disini" telapak tangan Nara melambai sebagian tubuhnya terkubur oleh salju.
"aisss.... belum apa apa,,, masa depanku terkubur salju" gumam Ruo lalu segera melesat ke A Nara.
"Apa kamu terluka... "
"mmm.... " Nara menggeleng
"sukurlah..... " keduanya lalu membersihkan salju yang menempel di tubuh mereka.
"Gege,,, apakah ini alam langit... "
"entahlah.... tapi di rasakan dari energi alamnya yang padat tak seperti alam sebelumnya... seharusnya ini memang alam langit"
__ADS_1
"Lebih baik kita langsung cari tau saja, dan segera meninggalkan tempat ini" ajak Ruo, lalu kembali menyelimuti A Nara dengan elemen angin, kemudian melesat terbang.
Keduanya menikmati perjalanan udara sambil berbincang.
"Ra'er... apa kamu tertarik dengan kultivasi.. "
"Maafkan Ra'er, gege.... dari dulu, aku sama sekali tak tertarik dengan kultivasi"
"Kenapa.... "
"Tak ada alasan untuk itu,Ra'er hanya ingin menjalani hidup seperti kebanyakan manusia biasa, yang tak di sibukkan dengan tuntutan kenaikan ranah dan lainya,,,, Ra'er hanya merasa cukup dan nyaman dengan kehidupan biasa" A Nara menjelaskan kenapa dia sama sekali tak tertarik dengan kultivasi.
"Lalu,,, sekarang Ra'er bersama gege,,, apa Ra'er bisa mempertimbangkan"
"mmm..... " A Nara menggeleng.
"Gege,,,,, justru sebaliknya,, harusnya gege yang harus kembali mempertimbangkan untuk bersamaku"
"Benar juga...... ya sudah,aku akan putuskan saat ini juga" ucap Ruo lalu menatap mata A Nara.
A Nara tetap dengan sikap tenangnya,bersiap mendengar keputusan Ruo.
"Perlu kamu tau,,, tujuanku bukanlah menjadi yang terkuat, menjadi nomor satu, ataupun menjadi orang yang akan berdiri di puncak kekuatan,tujuan ku sangatlah sederhana,kekuatan ini hanyalah bonus dari Langit,,, selebihnya,akupun sama seperti mu, ingin menjalani hidup yang layak "
"Kamu,,, adalah hal yang di rindukan emosiku yang sebelumnya tak ada"
"Dan Kamu,,,, mungkin saja adalah masa depan yang tak pernah usai jika aku pikirkan"
" A Nara,,,aku putuskan menjadikan mu perisai hati diriku,,, "
"greeeepppp..... " pada akhirnya,A Nara tak lagi dapat membendung emosinya dan memeluk Ruo.
Untuk pertama kali,, Ruo benar benar merasakan pelukan wanita,,, Ruo mengambil sikap, dan membelai lembut rambut A Nara.
keduanya berpelukan di udara,di terpa halus oleh salju,moment luar biasa bagi keduanya.
"Gege...... " ucap A Nara yang masih terhanyut dalam emosinya.
wuuuuussssss............
Ruo mengepakkan Sayap Qi nya,dan melesat cepat dengan A Nara masih dalam pelukanya.
Beberapa jam kemudian,,, Ruo mendarat tak jauh dari sebuah kawasan ramai yang dia lihat dari udara.
Ruo Dan Nara berjalan mendekat dan bergabung dengan orang orang yang mengantri.
"Tunjukan identitas" Ruo. yang medapt giliran antrian dimntai identitas.
"Maaf senior,,, Junior tak memilikinya"
__ADS_1
"pindah ke pintu sebelah,,, " suruh penjaga pada Ruo.
Ruo menurut,segera dia beralih ke pintu gerbang sebelah.
"seratus keping emas per orang" penjaga langsung meminta uang jasa pada Ruo, Ruo pun memberi dua ratus keping emas
"Duduklah,,"
"sebutkan nama dan tujuan kalian memasuki kota Ran ini "
"Ruo dan A Nara,,,tujuan melancong"jawab Ruo
"baik...tunggulah sampai kalian di panggil"
Ruo pun mengambil tempat untuk menunggu.
"Ruo dan A Nara" setengah jam kemudian Ruo dan Nara di panggil, segera Ruo mendekat ke tempat penjaga.
"ambil lencana identitas ini,,, simpan dan jangan sampai hilang"
"ehmmm..... " Ruo mengangguk dan bergegas memasuki kota.
"kota Ran,Kekaisaran Bei, benua utara" gumam Ruo yang membaca tulisan melingkar di garis bibir lencana.
"Ra'er,,, bagaimna kalau kita cari makan dulu" usul Ruo
"mmm..." A Nara mengngguk menuruti ajakan Ruo.
keduanya mencari tempat makan terdekat.
"permisi nyonya,, apa masih ada meja kosong"
"ada tuan muda, silahkan masuk"
"terimakasih" Ruo dan Nara kemudian duduk dan memesan makanan, selesai makan keduanya kembali melanjutkan perjalanan.
"Sayembara sayembara,,,, " terdengar suara orang berteriak triak,memberi pengumuman, Ruo yang kebetulan melewati orang itu, berhenti sejenak.
"anak muda,,, apa kau tertarik mengikuti sayembara... " tanya nya pada Ruo yang berdiri di depannya.
"entahlah,,,, memangnya sayembara apa senior.... " tanya Ruo iseng.
" mengobati putri Raja Ran chu,,, jika anak muda dapat mengobati putri Raja,,,kau akan mendapat banyak hadiah dari Sang Raja... anak muda"
"owhh... maaf senior, junor tak berminat" ucap Ruo terlihat malas.
Ruo tak mau berurusan dengan kerajaan yang menurutnya akan merepotkan, kemudian Ruo mengajak A Nara meninggalkan orang itu.
..........................
__ADS_1