
Dalam perjalananya,, Jiang Ruo berfikir untuk mengubah penampilanya selayak penghuni alam dewa tingkat dua.
Jiang Ruo lalu melihat sebuah kota kecil dan hendak merubah penampilanya.
Untuk beberapa lama,Ruo berhasil memasuki sebuah toko baju di kota kecil tersebut, dan berhasil merubah pakaianya selayaknya penghuni alam dewa kenakan sehari hari....
"Aku merasa aneh mengenakan ini!" ucap Ruo sambil sedikit memeriksa setelan baju berwarna putih dengan garis emas yang menghiasi di beberapa jalur jahitanya.
Di depan toko baju,Ruo berdiri sambil melihat sekeliling dgn kembali sesekali mengibas baju setelan barunya.
"Kau mungkin bisa merubah penampilan seperti yang kau mau, bocah!! "
"Tapi tidak dengan auramu?!! "
Whoooosssssss...........
Tiga dewa muncul di hadapan Ruo, yang mengenali identitasnya dari aura yang di miliki Ruo.
Melihat ketiganya, Jiang Ruo hanya bisa bergeleng.
"Warga kota Shen Zan??!!! kita menemukan pemuda yang merupakan buronan Yang mulia Di Shen" salah satu dewa menggunakan energi nya berteriak dan memberi tahukan keberadaan Jiang Ruo.
"Fiuuuhhhh,,,, Baiklah!!! aku hanya akan menanyakan satu hal?! " ucap Ruo
"Apakah semua warga di sini adalah budak si keparat Di Shen?? " Ruo yang sebelumnya santai, kini memandang jijik pada tiga dewa di depanya.
"hahahaa,,,, bocah ini memang sangat pantas mati"
swoooossssss.......
Salah satu dewa melesat ke arah Ruo...
Slaasssshhhhhh.......
Belum sempat menyentuh tubuh pemuda yang menjadi incaranya,, tubuh Dewa itu terbelah menjadi dua.
"hah...... lain di mulut, tak memiliki kemampuan ternyata?? dasar dewa sampah!!! cwuiihhh!! " Ruo mengumpati, bahkan meludahi mayat dewa yg sudah terbelah dua trsbt.
"kenapa kalian diam??? apa kalian tak ingin menyusul teman kalian ini?? " ucap Ruo.
'gawat!! keparat ini bukan tandingan ku' pikir kedua dewa yg masih ragu untuk menyerang Ruo.
Kedua dewa itu kemudian memutuskan untuk kabur,, namun sikap keduanya dapat dengan jelas Ruo baca.
"Kuburan sudah di persiapkan!! kenapa kalian enggan menyambut kematian, keparat??! " tutur Ruo yang selanjutnya,dia melepaskan Duri semesta.
Slappp......
DUARRR.......
Tubuh kedua dewa langsung meledak menjadi kabut darah, oleh senjata duri semesta milik Ruo.
Dengan persepsinya,,Ruo tau bahwa sudah banyak orang yang dengan keraguan mereka enggan untuk mengambil tindakan.
Hingga Ruo pun berkata....
"Melawan ku?! adalah kehancuran!! berdiri bersamaku?! artinya kalian akan menantang Di Shen !! kalian hanya perlu memutuskan saat ini juga!!! "ucap Ruo dengan wajah yang sangat serius.
Kemudian,penguasa kota memberanikan diri menghadap Ruo.
" Aku memilih menentang Di Shen dan berdiri bersama anda tuan muda!! "ucap penguasa kota, yang di susul dengan semua dewa yang menjadi warga kota trsbt.
" Baiklah!!! "tutur Ruo
" Tetaplah di sini, dan tunggu saudaraku menjemput kalian!! "
Swooossssss..........
Ruo kembali melesat terbang, dan menghilang dari pandangan semua dewa.
"Pemuda yang penuh tekad " gumam penguasa kota.
*
__ADS_1
*
Di tempat Wuji berada,,,,,
"Sialan kalian!!! ternyata Dewa beraninya main keroyokan," Wuji yang tengah menghadapi berbagai serangan dari ratusan dewa yang hendak menangkapnya mengumpat.
"Hanya manusia rendah, berani mengumpati kami,, kau hanya perlu mati untuk mengakhiri ini Bocah!! " timpal salah satu dewa pada Wuji.
"Hah,,,,, aku sudah lupa berapa banyak dewa yang berkata sama seperti yang kau katakan, sialan!! namun sampai hari ini, ucapan kalian hanya omong kosong!!! hahahaa....... katanya Dewa, tapi Bo'ong??? apa kalian dewa Bo'ongan anak???! "
Sambil berkelit, menghindari semua serangan,mulut pedas Wuji membuat semua dewa bertambah sangat marah.
"Cukuppp,, aku sudah bosan memberi kalian kesempatan untuk menyerang ku" tutur Wuji, lalu melesat lebih jauh mengambil posisi.
"Cakram Ghuang!!! "
Swoooosssssss.............
Slashhhh.... slasshhh.... slassss....
Sekali melesat,, puluhan kepala dewa jatuh ke tanah dengan tubuh menyusul kemudian.
Tak berhenti dengan satu kali serangan, Wuji menggerakan tangan, menduplikat cakram Ghuang menjadi ratusan buah.
"Ledakkan!!!! " teriak Wuji
BOOMMM....
BOMMMM
BOOMMM.....
Kali ini, setiap dewa yang terkena oleh cakram ghuang, seketika meledak hancur menjadi serpihan daging, yang berserakan di tanah.
Tak mau mati sia sia,Dewa dewa yang tersisa kembali menyerang Wuji.
Wuji yang kini dalam pertarungan serius,dapat dengan mudah membabad satu persatu lawanya, namun sayang Wuji sedikit lengah hingga...
Wuji terpental akibat serangan dahsyat dari arah belakangnya.
Geuukkkhhh,,,
Wuji memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Belum sempat berdiri,, Wuji memaksakan tubuhnya untuk menghindari sebuah tendangan dan sabetan pedang dari musuhnya.
Wuji bersalto ke udara, sambil mengeluarkan busur panahnya....
Swoooosssssssss.............
BOM.. BOM... BOMM.....
Menghiraukan rasa sakitnya, Wuji kini tak lagi dapat tersenyum karena Dewa dewa berdatangan ke tempat pertarunganya.
Wuji menangkis setiap serangan dengan busurnya, lalu mengendalikan cakram Ghuang untuk menebas setiap dewa yang berjarak dekat.
Sedangkan para dewa, harus mengakui tingkat kesulitan menengkap sahabat dari buronan mereka.
Selain dari ke ahlian Wuji, para dewa juga di repotkan oleh panah dan juga cakram Ghuang yang tak pernah sekalipun meleset dari sasaranya.
Trank.. trank.. trank...
Pertarungan itu tak terlihat akan berakhir meski sudah tak terhitung dari pihak dewa yang telah tewas oleh Wuji.
"Tak ada cara lain" gumam Wuji, yang berfikir bahwa partarunganya takan berakhir meski harus memakan waktu berminggu minggu.
Karna sialnya,,,ketika keluar dari portal semesta,,Ternyata Wuji berada di salah satu pusat kota terbesar di bagian selatan alam dewa tingkat dua, yang jumlah penduduk dewa di kota itu lebih dari seratus juta.
Pada akhirnya,,
"Transformasi......!!!!! " teriak Wuji
__ADS_1
BAMMMMMM...
"Baiklah!!! mari kita seriuss!!! " gumam Wuji, namun sebelumny,,, Wuji telah mengirimkan pesan jiwa pada pasukan yang berada di dalam dunia jiwanya untuk bersiap dan.....
Whooossssss...........
Wuji melesat lebih tinggi di udara....
"Sekaraaaaaaaaannnnggggg!!!!! "
Blaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrr.........
Wuji mengeluarkan ratusan juta pasukan, dari dalam dunia jiwa, dengan persenjataan busur panah dan pedang.
Langit mendadak gelap karna tertutup oleh ratusan juta pasukan Wuji yang tersebar di udara dengan busur panah energi masing masing di tangan mereka.
Mendapat perintah langsung dari pimpinan mereka,, pasukan Wuji melesatkan anak panah mereka,menargetkan ratusan juta dewa yang merupakan sasaran mereka.
Chuuuuwwwwwwwwwwwww.. .....
Ratusan juta anak panah, dengan berbagai warna, trlihat sangat indah menghiasi langit gelap karena terhalang oleh pasukan Wuji.
Namun selanjutnya.........
BOOOOMMMMMMM
BOOOOMMMMMMMMMMM......
Anak panah energi berwarna wari itu, meledakkan setiap tubuh dewa yang di lewatinya.
Wuji segera melesat dengan ribuan cakram Ghuang nya, menerobos di antara celah anak panah pasukanya.
"Hyaaaaaaaaaaaaa............. "
Wuji melemparkan semua cakram, menerjang ribuan tubuh dewa yang sibuk menghindari anak panah.
"Hancurkan kota dewa sialan ini!!!! " teriak wuji kembali memberi perintah.
DEMMMM..........
DEMMMMMMM......
Wuji menciptakan suara dentuman dan ledakan dahsyat menggunakan cakram Ghuang, untuk menghancurkan kota dan kehidupan di dalamnya.
Sedangkan,para dewa tak bisa melakukan apapun karena serangan anak panah yang tiada habis memgarah pada mereka.
Wuji melesat kemanapun, dan meledakan tubuh setiap dewa yang berada pada jalur lesatanya.
Sementara,,, pasukanya yang masih menyerang para dewa di buat sangat takjub oleh pemimpin muda mereka, yang sangat trengginas dalam pertempuran.
Wuji dalam mode seriusnya, terlihat bertambah kejam, pada musuh musuhnya.
Tiada ampun bagi musuhnya semua Wuji ledakkan hingga hancur dengan senjata, tendangan, pukulan dan lainya.
Dengan bantuan Pasukan barunya,, pertempuran itu hanya berlangsung tiga Jam,yang selanjutnya,,,, Wuji serta pasukanya membumi hanguskan kota dewa dan kehidupan yang ada di dalamnya.
Kehancuran total!!!
Itulah yang di alami salah satu kota terbesar di alam dewa tingkat dua wilayah selatan saat ini.
Seuasi memastikan, tak ada lagi kehidupan.
Wuji mengakhiri transformasinya,lalu menatap semua pasukanya dan berkata.....
"Apa kalian masih tetap bersmaku?? "tanya Wuji.
" Urraaaa,,, Uurrraaaaa,,, uuurraaaaa"jawab semua pasukanya dengan semangat membara.
"Bagussss!!!! " ujar Wuji,kemudian pemuda itu memasukkan semua pasukanya kembali dalam dunia Jiwa.
"Haissss,,,,,Dewa sialan!!kalian membuat tubuhku terasa pegal semua" keluh Wuji.
__ADS_1
"Hehee..... lupa!!! tenaaaaannggg, kan ada istri tercinta,, xixixxi" Wuji terkekeh, mengingat Shin Ru, istrinya kini bersamanya.