
"Senior Zao dan lainya? apa semuanya sudah siap?? "
Tepat ketika seminggu berlalu dan hari ini adalah hari keberangkatan yang sudah di tentukan.
Jiang Ruo, Qian cs, Patriak Guo, tetua Feng, komandan Wei, Duo Yao, Jiang Kun, Zao Xun mereka semua dengan masing masing ratusan juta pasukan yang berada di dalam dunia jiwa merasa sangat siap untuk tujuan mereka selanjutnya.
Yang mengejutkan adalah ketika Pemimpin berbagai ras memilih berada di bawah komando dari Patriak Guo.
Mereka menjelaskan kenapa pada akhirnya mereka memilih Patriak Guo yang tak lain adalah karena Patriak Guo adalah keturunan langsung Guo Shen Dong.
Jiang Ruo tidak keberatan,,, bahkan ketika akhirnya pula, Jiang Ruo memilih membiarkan Un Shu dan A Ying bersama Jia Yi dan A Raiya dalam dunia jiwanya dengan persetujuan dari ratu elf yang merupakan ibu dari A Ying dan Jendral Yang yang merupakan paman dari Un Shu.
"Kami siap!! " jawab semuanya.
Lalu Ruo dengan bantuan Zhen Long, membuka portal dimensi menuju ke alam dewa tingkat dua.
Blaaaaarrrrrrr............
Portal dimensi langsung terbuka,,, selesai saling berpesan satu sama lain,,, mereka semua akhirnya memasuki portal dimensi satu persatu.
Zzeeeebbbbbb..............
Portal dimensi semesta ciptaan Ruo dan Zhen Long pun kembali tertutup setelah semua semua orang berhasil masuk.
*
*
Alam dewa tingkat dua.....
Sebuah alam yang memiliki tingkat energi lebih tebal dari alam dewa sebelumnya, juga memiliki kehidupan yang luar biasa sejahtera dari alam dewa tingkat satu.
Namun siapa sangka...kehidupan yang sejahtera hanya di dapatkan bagi mereka yang menghambakan diri pada Zhuxian Di Shen,sedangkan yang bersebrangan dgn Zhuxian Di Shen akan menjadi budak budak mereka.
Swoooossssss.............
Jiang Ruo,muncul dari sebuah portal di suatu tempat yang berada di lapangan luas yang gersang, namun dengan tingkat energi yang berbeda.
"Hahahaa..... begini seharusnya!!! " Jiang Ruo merasa senang, bahkan tertawa bahagia,karena tidak seperti perjalanan perjalanan sebelumnya yang selalu melemparkannya ke suatu masalah ketika keluar dari portal dimensi alam.
"Haisss,,, meski energi alam ini lebih tebal, kenapa cuacanya sangat panas??" ucap Ruo, sambil melihat ke berbagai arah mencari tempat untuk berteduh,kemudian Ruo pun melesat terbang.
Untuk beberapa waktu! Jiang Ruo tak dapat melihat apapun dari matanya.
Blaaaarrrrr...........
Tiba tiba, muncul empat ras dewa entah dari mana langsung.....
BAMMMMMMMM.........
Empat dewa itu menyerang Jiang Ruo, yang berhasil mengenai tubuh Ruo.
"Sialan,,, ternyata mereka sudah mengetahui kedatangan ku! " gumam Ruo.
"Tak salah lagi!! pemuda ini adalah buronan seluruh alam dewa,, tangkap dia!! hidup atau mati!! " ucap salah satu dari empat dewa yang menyerang Jiang Ruo.
__ADS_1
Ruo langsung berhenti, ketika identitas dirinya sudah benar benar di ketahui.
"Untuk apa berniat sembunyi, kalau mereka sudah tak ingin basa basi" pikir Ruo, lalu membalik badan menatap ke empat dewa yang mengejarnya.
"Majulah!!! jika Jiang Ruo yang kalian cari,,, maka itu adalah aku, keparat!!! " teriak Ruo
Empat dewa itu tersenyum saat Jiang Ruo mengakui identitasnya.
"Bagusss!!! itu hal yang kami tunggu!! "
Whooooossssssss........
Empat dewa dengan senjata tombak berwarna emasnya langsung menyerang Ruo.
Pertarungan itu, Ruo anggap sebagai ucapan selamat datang baginya.
"Aku akan berlaku sebagaimana tuan rumah memperlakukanku, dewa keparat?!!! "
"Medan Angin.... Pesona badai tornado..... "
Shwooooosssssss..........
Jiang Ruo menghalau serangan empat dewa dengan pusaran angin tornado.
Hal itu membuat empat dewa langsung tersedot dan terbawa berputar kencang bersamanya.
"Matilah!!!! " Jiang Ruo memggerakan tangan dan.......
BOOOMMMMMMMMMM....
Setelah kajadian singkat itu,, Ruo langsung menghubungi semua saudaranya termasuk Jiang Kun, Zao Xun dan lainya.Ruo berpesan bahwa rencana mereka di nyatakan gagal.
Karena identitasnya sudah di ketahui oleh ras dewa di seluruh alam ini.namun juga, Ruo meminta pada mereka untuk bersembunyi atau sekedar mencari informasi apapun yang di butuhkan.
Selesai menyampaikan pesan,, Ruo kembali kedatangan musuh dalam jumlah lebih banyak.
"Fiuuuhhhhh..... baiklah!!! sepertinya di alam ini, aku akan selalu sibuk" ucapnya.
Ruo memilih turun dari udara, lalu bersikap santai.
"Apa kalian datang untuk Jiang Ruo?? " tuturnya.
"Ya kami datang untuk menangkap Jiang Ruo, apa kau orang trsebut!?? " tanya salah satu dewa yang baru saja datang pada Ruo.
"Apa kau ingin aku menjawab itu?? " timpal Ruo.
"Keparat!!!! tinggal jawab saja, kau bersikap seolah ingin bernegosiasi dgn kami" ucap dewa trsebut geram.
"Baik!!!? " ucap Ruo, lalu melemparkan satu duri landak semesta pada ke arah dewa tersebut.
Shiuuuu.......
Clepppppp.......
BOOOOMMMMMMM.......
__ADS_1
Tubuh dewa itu langsung meledak tanpa tau senjata apa yang menembus tubuhnya.
"Itulah jawabanku, dewa dewa keparat!! " dengan sigap, Ruo kembali melparkan duri duri landak ke arah mereka.
"Awaaaaasssss!!!!! " kelompok dewa itu panik dan mencoba menghalau lemparan senjata duri milik Ruo.
BOOMMM....
BOOOMMMMM......
Beberapa dari mereka langsung meledak, di barengi dengan Ruo yang melesat menyerang mereka dengan kekuatan fisik.
Ruo segera mencengkram leher salah satu dewa dan....
Crakkk.......
Leher dewa itu patah dan langsung tewas, Ruo kembali melesat sambil melempar kembali senjata duri nya sebagai pengalih perhatian agar dia dapat membunuh satu persatu kelompok dewa itu.
Kreppppppp.......
Ruo kembali mencengkram leher salah satu dewa....
Kali ini, Ruo memukul tempurung kepala dari dewa tersebut....
DUUAAARRRR........
Kepala dari dewa itu di ledakkan dengan mudah oleh Ruo.
Ruo dengan amarahnya tak menghentikan kekejamanya,meski kelompok dewa itu kini sadar, bahwa Jiang Ruo bukan tandingan mereka.
"Penyesalan yang sia sia,dari sekelompok dewa sampah" ucap Ruo sambil mematahkan kedua tangan dari salah satu dewa, lalu menginjak kepalanya hingga hancur.
"Apa kalian pernah melihat yang seperti ini!???? " tanya Ruo sambil menunjuk ke dewa yang kepalanya hancur karena injakanya.
"keparaaattttt"
Whooosssssssss.......
"Hahahaha,,,, bagusss!!! marahlah kalian!! " ujar Ruo sambil melompat lalu menangkap kaki lawanya.
Krakk... krakkkk.....
Dua kaki di patahkan kembali... lalu Ruo dengan cepat menginjak leher lawanya.
Krekkkk.......
Tentu saja leher itu remuk seketika dengan si pemilik yang langsung tewas.
Satu persatu,, sekelompok dewa itu di habis oleh Jiang Ruo menggunakan tangan kosong, hingga menyisakan satu orang untuk menggali informasi.
Dengan tubuh yang gemetar, Ruo dengan santainya menatap dewa yang kini menjadi sanderanya.
"Untuk hidup?! kau hanya perlu menjawab apa yang aku tanyakan!! kecuali jika kau ingin mati,, maka aku akan mengabulkanya sekarang!? " ucap Ruo yang membuat dewa itu semakin tertekan oleh ketakutan.
"Ba.. babb.. baik,, tuan muda!! aku memilih menjawab pertanyaan tuan muda untuk hidupku!? " tutur dewa tersebut.
__ADS_1
"Bagussss!!!! "