Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Kebenaran


__ADS_3

Keadaan sempat menjadi panas, saat patriak Zi bertanya pada Ruo,,, namun, Dewi langit segera mendinginkan kembali suasana panas itu, Ruo yang sesaat lalu, sudah bersiap menyerang patriak Zi, mengurungkan niatnya,,, dan kembali menatap dewi langit.


"Nyonya,,, aku sama sekali tidak mengenal anda,tapi sepertinya... sosok anda sangat di hormati oleh sekte Zi, bahkan seluruh pasukan yang ada di tempat ini" tutur Ruo berpendapat.


"Kesampingkan hal itu,,, aku kembali ingin mendengar, alasan mu anak muda" Dewi langit, kbali meminta alasan Ruo.


"Nyonya,,,,aku hanya salah satu kultivator dari daratan Zurhen,"


"Dan ttg kenapa aku sangat membenci dan sangat dendam pada sekte Zi, itu karna sekte Zi dengan 80jt pasukanya, telah menginvasi daratan Zurhen"


"apaaaaaa"


Dewi langit dan patriak Zi, di buat kaget oleh alasan yg di sampaikan Ruo.


"kenapa kau pura pura terkejut, patriak bangsat" Ruo meneriaki Patriak Zi


"hahaaahaaaaaaa"


patriak Zi mendadak tertawa terbahak bahak setelah mendengar alasan Ruo,,, dan hal itu membuat Ruo sangat marah,, Ruo langsung mengeluarkan pedang pembalik langit dari dalam cincinya.


"Degggghhhhhhhh... "


tubuh Dewi langit bergetar hebat, melihat Ruo, mengeluarkan padang pembalik langit.


"pedang pembalik langit,,,,, amukan langit.... heeyyyyyaaaaa"

__ADS_1


Ruo langsung menyabetkan pedang pembalik langit pada ptriak Zi yang masih tertawa.


"perisai langit.... "


Dewi langit dengan tubuh yang masih bergetar menggerakkan tanganya untuk menghadang serangan pedang pembalik langit....


whuuuusssssss........


Demmmmmmm..........


Blaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrr.........


serangan energi pedang, di tahan oleh perisai Dewi langit, Ruo segera menoleh dan menatap Dewi langit,dengan waspada,,, hanya saja Ruo di buat heran, karena saat ini tubuh Dewi Langit bergetar, dan matanya nanar memerah.....


"anak muda,,, katakan padaku, siapa sebenarnya kamu, dan latar belakang mu" pinta Dewi Langit yang masih berjalan ke arah Ruo.


Ruo yang melihat hal itu, kembali memasukkan pedang pembalik langitnya.


"Nyonya..... " Ruo menangkupkan tangan.


"Namaku Ruo,,, Jiang Ruo, anak dari ayah Jiang Kun dan ibu Ling Suyuan, dari Lembah Desa Hitam Daratan Zhuren" Ruo mengenalkan identitasnya.


Dewi bulan masih melangkah pelan ke arah Ruo, namun kini di wajah nya dihiasi air.....


"aa.... annak... muda, apa Saudara Guo baik baik saja" Dewi langit, memaksa keluh bibirnya untuk bertanya pada Ruo

__ADS_1


"Deeegggggghhhhh"


Ruo di buat sangat kaget, oleh Dewi langit, yang mengenal sosok pengganti ayahnya.


"Ba.. bagaimana Nyonya bisa mengenal paman Guo" kini Ruo yang di buat penasaran.


"Karna aku iparnya,,, seorang istri dari adiknya..... Ling Su Yuan, ibu mu"


Dewi langit sudah memastikan dan sangat yakin, bahwa pemuda yang ada di hadapanya merupakan putranya.


Ruo yang mendengar ucapan Dewi Langit, hanya bisa mematung,,, tanpa bisa berkata kata.


"Ruo'er,,, ibu takan salah mengenalimu melalui pedang pembalik langit, karna terakhir kali pedang itu di titipkan pada saudara Guo,,,, itulah kenapa ibu menanyakan keadaan pamanmu,,, jika dia baik baik saja, artinya pedang itu di serahkan langsung oleh saudara Guo sendiri, yang berarti kau adalah putraku, Jiang Ruo"


"gruuupppp"


ucapan Dewi langit berhenti, saat dia sampai pada sosok Ruo, dan memeluknya....Ruo sendiri sedang mencerna semua yang terjadi padanya saat ini......


namun....hal itu membuat seluruh pasukan mejadi bingung, dengan Dewi langit,,,, mereka semua bertanya tanya,pada pikiranya masing masing, tak terkecuali semua petinggi sekte.


"Ibu..... "


hanya satu kata yang terucap dari mulut Ruo,yang masih dalam pelukan Dewi langit atau Ling Su Yuan.


...............................................

__ADS_1


__ADS_2