
Siang itu, di atas bukit yang menghadap langsung desa bambu hitam, dua orang berbeda umur tengah berdiri memandang indahnya keasrian desa yang di kelilingi bukit dan aliran sungai yang membatasi hutan.......
"Ruo'er,,, bagi sebagian orang di Kekaisaran Jiang, mungkin ayahmu di anggap pemberontak dan penghianat, tapi bagi sebagian yang lain sosok ayahmu adalah pahlawan,aku kira paman akan bertemu dengan ayahmu di sini,namun lebih dari itu... aku bertemu keturunan sang Jendral no satu sekaligus pahlawan Kekaisaran Jiang..... aku menceritakan ini, bukan tanpa maksud.... sekarang umurmu sudah cukup untuk mengetahui segala sesuatu, dan paman harap,,,, sosok jiwa besar itu menurun padamu dengan tekad dan kesetiaan yang sama"""sosok itu adalah jendral wei, yang sengaja mencari keberadaan jendral Jiang kun, ayah dari Jiang Ruo... sementara mendengarkan semua cerita jendral wei ttg ayahnya,,, tangan Ruo tak lepas mengepal, ia merasakan bermacam emosi, mendengarkan cerita ayahnya yang seorang jendral besar... ada kebanggaan nya sebagai putra dri Jendral yang di juluki dengan kehebatan dan kesetiaan no satu. namun ketika memikirkan hal yang membuat ayahnya harus meninggalkan tanah kelahiran dan harus berpisah denganya, ada perasaan marah namun tak bisa di gambarkan. matanya menatap lurus dengan tajam, dengan air mata sesekali menetes.
"paman wei,,, terimakasih, telah berbaik hati berkunjung dan mau menceritakan sebagian ttg ayahku, yang selama ini Ruo'er hanya tau kalo ayahku hanya seorang jendral biasa, dri paman Guo Ming,jika suatu saat aku bertemu dengan ayah, aku pasti memberi tau ayah ttg kunjungan paman wei sekarang"" ada niat yg tak di katakan, dan ada tekad yang tak bisa di ungkapkan, itulah yg sedang berkecamuk dalam hati Ruo saat ini.
"Paman melihat tekad yang sama pada dirimu nak,,,,dan paman akan menunggu sampai tekad itu terwujud,tetaplah berlatih dan jangan pernah merasa bahwa dirimu memiliki batasan, karna jika kamu berfikir demikian, maka akan sia sia semua yang sudah kamu latih selama ini.... terutama, jadilah seseorang yang selalu pantas, dan jadilah kuat" jendral wei berpesan dan menasehati Ruo seperti menasehati keponakanya sendiri....
"Terimakasih paman, Ruo'er akan mengingat semua yang paman pesankan", Ruo berucap tulus pada jendral wei, hingga tak terasa hari sudah menjelang sore...
" Sepertinya, waktu berkunjung ku sudah selesai,,, kalau begitu paman pamit, dan jika nanti nak Ruo bertemu dengan saudara Jiang Kun, sampaikan salam ku padanya"""
"hemmm...baik paman" Ruo mengangguk dan menyanggupi permintaan jendral wei...
pertemuan itupun selesai ketika jendral wei pamit dan melesat dari tempat nya dengan Ruo semula.... menyisakan Ruo sendiri yang masih berdiri menatap lurus pada desa bambu hitam.
"Ayah,,,, Ruo'er tak tau harus memulai dari mana, tapi Ruo'er yakin,dengan menjadi kuat Ruo'er bisa membersihkan nama ayah""" gumam Ruo penuh tekad dan meninggalkan tempat itu menuju kediaman paman nya...
"Darimana saja Ruo'er,,, tidak biasanya kamu tak pulang makan siang" tanya pamn Guo sesampainya Ruo di rumah
"eeehh... itu paman, Ruo'er ketiduran di lapangan bukit atas sana"" kilah Ruo memberi alasan.
__ADS_1
"owhh.... ya sudah, mari kita makan tentu kamu sudah lapar bukan" ucap pamn Guo, mereka berdua pun menyantap makanan
"ehmmm.... Paman,ada suatu hal yang hendak Ruo sampaikan pada paman" Ruo mulai perbincangan
"hal apa itu nak,, "mata paman Guo sedikit menelisik ke arah Ruo
" anu paman, Ruo berniat melatih kultivasi Ruo di hutan sebelah barat desa kita paman"Ruo mulai menjelaskan maksudnya pada paman Guo, dan di dengarkan oleh pamanya itu.
"" hemmm,,,,,, sepertinya, ada sesuatu yang terjadi yang tak mau kamu ceritakan pada paman,,,, baiklah, tunggu sebentar"paman Guo pun beranjak meninggalkan Ruo dan memasuki kamarnya, dan tak lama paman Guo kembali dengan membawa sebuah kotak panjang agak besar bersamanya.
"sepertinya, skrg adalah saat bagimu memiliki sesuatu yang memang sudah menjadi hak mu Ruo'er"" paman Guo kemudian meletakkan kotak panjang di atas meja dan membuka perlahan kotak itu....
"Bllaaaaaaarrrrrrr"""
"Ruo'er, mulailah dengan meneteskan darahmu pada ujung gagang pedang ini" pinta paman Guo sebelum ia mengatakan hal lainya ttg pedang itu.
cressshhhh....
tessstt....
tanpa ragu, Ruo menggigit ujung jari nya sampai mengeluarkan darah dan meneteskanya pada ujung gagang pedang tersebut....
__ADS_1
whuzzzzzzzzztttttt.....
pedang yang semula kusam, menjadi berkilau, sesaat setelah Ruo meneteskan darah nya, pedang Hitam kemerahan dengan aura gelap berderak di seluruh bagian bilahnya itu kemudian mengambang, dan mengarahkan dirinya lurus pada Ruo.... melihat hal itu, Ruo terkaget melongo diam mematung, karna hal itu adalah hal menakjubkan yang pertama kali ia saksikan.
"sekarang, peganglah pedang itu nak" pinta paman Guo pada Ruo, tak menunggu, Ruo perlahan meraih gagang pedang hitam kemerahan itu dengan tangan kanannya, dengan wajah masih terlihat takjub.
"paman,,, i... ini""
"iya Ruo'er, itu adalah pedang milikmu, lebih tepatnya pedang ayahmu yang ia titipkan pada paman untukmu hingga menunggu waktu seperti hari ini, pedang pembelah langit, yang sudah menemani ayahmu hingga ia memilih agar kamu memilikinya" paman Guo menceritakan ttg pedang itu dan ayah dari Ruo
"paman,,, jika Ruo boleh tau, sebenarnya dimana keberadaan ayah paman" suasana mulai haru, ketika Ruo mulai bertanya ttg ayahnya....
"" Ruo'er,,,, pastinya paman sendiri tidak mengetahui keberadaan ayahmu, Jiang Kun,,, paman hanya mengira, bahwa ayahmu berada satu tempat dengan ibumu"
"apa paman,,,, ibuku,,,, ibuku masih hidup" Ruo tak bisa menyembunyikan keterkejutanya,mendapati pamanya mengatakan bahwa ibunya masih hidup, karna yang ia tahu bahwa ibunya sudah tiada....
"hehhhhh...... jadilah kuat Ruo'er, setiap kehidupan memang memiliki misterinya sendiri, dan setiap kejadian memiliki tujuan dan tersirat maksudnya sendiri...."" ucap paman Guo, yang kemudian meminta Ruo untuk menyimpan kembali pedang Pembelah langitnya.
"Ruo'er, jika tekad mu sudah bulat untuk memulai perjalanan mu sebagai kultivator, paman hanya berpesan bahwa kekuatan tak melulu ada karna keberuntungan, tapi rajinlah latihan,,,, dan satu lagi.... carilah inti api, agar jalan kultivasimu sedikit lebih mudah, karna dengan kamu memiliki inti api, kamu bisa menjadi tiga ahli sekaligus,,, yaitu penempa, alkemis, dan kultivator itu sendiri, dan juga akan mendukung sebagai kekuatan jika kamu berminat pada ahli formasi""paman Guo berpesan dengan mengingatkan pentingnya inti api bagi seorang kultivator, dan juga menceritakan ttg berbagai elemen yang bisa di manfaatkan oleh kultivator....
mendengar semua hal itu, Ruo seperti tak ingin melewatkan apa yang di sampaikan paman Guo
__ADS_1
"" terimakasih paman,,, Ruo akan mengingat semua pesan paman,sekarang Ruo pamit untuk menyiapkan perbekalan"tak lama Ruo pun meninggalkan paman Guo sendiri yang masih dalam renungannya....