Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Lebih Bodoh


__ADS_3

"Bocah,,,, jika memang aku harus mati,maka cepat bunuh aku, sialan!! "Jendral Yang,yang merasa di permainkan oleh Wuji,meski dalam tekanan luarbiasa,sikap dan keberanianya tak surut sedikitpun.


" Haiizzzss...... dasar bocah sialan,tinggal bunuh saja kebanyakan gaya" Sebuah suara terdengar, baik oleh Wuji, Ruo, Kaisar Zhong maupun Jendral yang.


Wuji yang mendengar suara itu, mengedarkan kesadaran jiwanya.


"Ada apa bocah??? apa kau mencariku?"


Debbbb........


tiba tiba sosok pemilik suara itu, sudah berada di hadapa Wuji.


"Bang......sennnniiiioooorrrr? " Wuji yang sebelumnya ingin mengumpati sosok yang tiba tiba ada di hadapanya itu, tercekat.... setelah mengetahui siapa sosok itu.


"apa???? apa yang mau kau katakan, bocah sial?? kau mau mengumpatiku bukan? " tak ada hujan tak ada petir,sosok itu langsung nyerocos memarahi Wuji.


Wuji hanya bisa pasrah dan menundukkan kepala,serta menghilangkan aura tekanan yang di arahkan pada jendral Yang, mendapat omelan dari sosok yang tak lain adalah Yao Wendhi.


"hehee.... tidak.... mana mungkin junior berani, hihihi... " Wuji yang tak bisa beralasan,hanya cengar cengir.


Yao Wendhi, berbalik wajah pada Jendral Yang dan sesekali melirik Kaisar Zhong.


wusss.......


Ruo menghampiri Yao Wendhi.


"Salam senior Yao" ucap Ruo


"Huufff.... " Entah kenapa,,,, melihat Ruo, Yao Wendhi membuang nafas.


"Aku tak tau harus memanggilmu apa sekarang? " ucap Yao Wendhi.


"hee.... " Ruo dan Wuji, mengangkat alis mereka dan merasa heran dengan ucapan Yao Wendhi.


"Sudahlah,, selesaikan dulu urusan kalian, setelah itu.... baru kita bicarakan! " pinta Yao Wendhi.


"Dan kalian berdua,,, lebih baik kalian jalinlah hubungan baik dengan kedua pemuda ini, jika tak ingin Kekaisaran kalian rata dengan tanah" Yao Wendhi memberi usulan sekaligus ancaman pada Kaisar Zhong dan Jendral Yang, yang masih kesakitan.


Jendral Yang dan Kaisar Zhong, saling pandang lalu kembali menatap tegas ke arah Yao Wendhi.... dan ketegasanya itu,,, karena sekitar lima juta pasukan Kekaisaran telah tiba di sertai leluhur mereka.

__ADS_1


"Apa kalian pikir,, dengan pasukan sekecil itu,kalian merasa cukup kuat? " Yao Wendhi kembali meminta Kaisar untuk berfikir ulang.


"Bocah,,, apa kau tertarik menjadi penguasa benua tengah? " kali ini Yao Wendhi mengarahkan perkataanya pada Ruo.


"Tidak senior,,, junior sama sekali tak tertarik menjadi penguasa di benua tengah alam langit ini" jawab Ruo.


"Kalian dengar bukan??? " Yao Wendhi mempertegas keputusan Ruo pada Jendral Yang dan Kaisar Zhong.


"Artinya,,, tak perlu ada pertempuran yang tidak penting" tegasnya.


"Munafik.... " gumam Kaisar, setelah mendengar ucapan Ruo.


"Tidak ada satupun kultivator, yang tak menginginkan kekuatan dan kekuasaan,,, bocah!! setiap jati diri pasti menginginkan pengakuan,dan tidak mungkin jika kau tidak termasuk dari salah satunya" Kaisar Zhong,sepertinya enggan jika harus melepaskan Ruo dan Wuji... hingga kata kata provokatif dia lontarkan.


"Aku tanya padamu,,, apa kau begitu ingin mati hari ini??? " Ruo yang sedari awal mencoba menahan amarahnya,kini mulai termakan oleh perkataan Kaisar.


"Cukup anak muda!!! "


"Perkenalkan,, aku leluhur Zhong,, Lon Zhong"ucapnya mengenalkan diri.sementara Kaisar dan jendral Yang, memberi salam pada leluhurnya itu.


"aisss....... Bocah,sebaiknya kita segera pergi dari sini,sebelum kita merasa bosan dengan bacotan tanpa pertarungan" Yao Wendhi yang memang bukan orang sabaran langsung mengajak Ruo pergi.


Debbbbb..........


Ruo, Wuji dan Yao Wendhi menghilang dalam sekejap,,,, hanya saja, Ruo mengeluarkan Un Shu dari dunia jiwa dan meninggalkanya di tempat yang memang sudah seharusnya.


"Keponakan,,, apa kau baik baik saja? " Jendral Yang langsung menghampiri Un Shu, begitu juga dengan leluhur dan Kaisar Zhong.


"mmm..... Shu'er baik baik saja paman" jawab Un Shu.


"Nak,,,apa kau mengenal pemuda tadi? " Leluhur Zhong menanyakan rasa penasaranya ttg Ruo, Wuji dan Yao Wendhi.


"menjawab leluhur.... junior memang mengenal Saudar Ruo dan Saudara Wuji, namun Junior belum mengenal satu senior yang bersama mereka tadi" tutur Un Shu.


"jika tidak keberatan,,, aku ingin mengetahui identitas mereka,,, dan siapa mereka sebenarnya"Leluhur Zhong, merasa tertuntut untuk mengetahui ketiga sosok pemuda yang dimatanya terlihat sama sekali tak ada ketakutan bahkan sedikit rasa gentar.


" emmm... " Un Shu hanya mengangguk, lalu menceritakan semua yang dia ketahui ttg Ruo dan lainya.


Bahkan,, Un Shu memberitahu, jika saja tadi terjadi pertempuran.... Ruo memiliki sebuah pasukan yang puluhan kali lebih banyak dari pasukan Kekaisaran yang ada saat ini, dan hal itu... sedikit membuka mata Kaisar Zhong,memggeser penilaiannya pada Ruo.

__ADS_1


"Jadi benar,,, pemuda itu tidak ada niat dan minat pada kekuasaan" gumam Kaisar Zhong, yang sedikit menyayangkan sikap sebelumnya.


"Benar yang mulia,,,, tujuan saudara Ruo hanya ingin pergi ke benua selatan, dan menemui ayahnya" Un Shu semakin meyakinkan Paman Yang, Leluhur dan Kaisar Zhong.


"Aissss.... maafkan paman!! gara gara paman,Keponakan tak lagi bisa besama pemuda tadi"


"Tak apa paman,,, lagi pula,Shu'er sudah bersyukur bisa selamat dan bertemu dengan paman" Un Shu hanya tersenyum kecil, namun hatinya tetap saja menyesalkan.


"Baiklah,,, kita tinggalkan tempat ini sekarang!!! " ajak leluhur Zhong


"Dan untukmu gadis kecil,,, ikutlah dengan kami dan paman Yang mu, ke Kekaisaran! "


"mari....!!!!! " pada akhirnya,Baik leluhur, Kaisar dan Jendral Yang kembali ke Kekaisaran.


Sesaat,,, Un Shu mengedarkan pandangannya ke sekeliling,seprti berharap bisa melihat sesuatu.... namun tak ada apapun,sampai dia beranjak pergi dari sana.


Tanpa Un Shu tahu,,,, sebenarnya,Ruo Wuji dan Yao Wendhi masih memperhatikanya dari jarak jauh.


"Apa kau tenang sekarang? " Yao Wendhi menepuk bahu Ruo, yang memang hal itu adalah ke inginan Ruo untuk memastikan Un Shu bersama kerabat yang tepat.


"emmm..... junior tenang sekarang,,, semoga di baik baik saja, bersama paman nya"Ruo berkata lirih.


"Aissss....... apa kau sudah menaruh hati pada gadis itu? "


"Junior tidak menitipkanya senior,,, hatiku masih disini" entah lugu atau bodoh,,, Ruo menjawab Pertanyaan Yao Wendhi sambil menunjuk telunjuknya pada letak organ hatinya.


Yao Wendhi menatap Wuji dengan terbengong bengong....


"hee... bocah sial,,,, jangan bilang, saudaramu ini lebih bodoh darimu" Yao Wendhi ingin memastikan kebodohan Ruo soal masalah hati.


"pewfffff...... hhahaaaaaahahahaha" Wuji yang tak kuat menahan mulutnya agar tak tertawa, akhirnya meledak dan tawanya pecah, sambil memegang perut.


"Haiiizzzzzzz,,,,,," Yao Wendhi, tak tau harus berkata apa,,, dia hanya merasa kasihan pada Ruo dan memggelengkan kepala.


"Sudahlah.... mari pergi dari dari sini" Ruo yang merasa tak dapat muka, langsung mengajak keduanya pergi,untuk menutupi kesungkananya.


"ahahahahaahahahahaaaaa" Tawa Wuji makin pecah, melihat wajah tak berdaya Ruo.


......................................

__ADS_1


__ADS_2