Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Acara Pemakaman


__ADS_3

Di rasa pertempuran telah usai,, Liu Bai melesat ke berbagai arah, mencari jasad Wu Lan, istrinya yang gugur dalam pertempuran bersa Liu Bai kali ini.


Liu Bai memapah jasad Wu Lan, menatap lekat wajah ayu istrinya yang tak lagi bernyawa, dengan mata nanar.


Wuji yang wajahnya kini menunduk tak mampu berkata kata, karena larut dalam perasaan kehilangan, seperti Liu Bai.dia berjalan bersama Liu Bai yang memapah jasad Wu Lan, melewati semua pasukan Wu ji yang memiliki ekspresi kesedihan yang sama.


"Saudara Wu?? tunggulah di sini sebentar saja!! " pinta Liu Bai yang ingin mengambil waktu dengan istrinya yang telah tiada.


Whooossss......


Liu Bai melesat ke suatu tempat meninggalkan semua orang, dgn Wuji yang hanya bisa memandang saudaranya dalam kesedihan.


Di suatu tempat, Liu Bai memangku Wu Lan, sambil mengusap wajah istrinya cantiknya tersebut,,, air mata akhirnya tak bisa lagi terbendung, jatuh di wajah kecantikan yang tak bernyawa itu.


"Lan'er..???? " Dada Liu Bai terasa sangat sesak, hanya untuk menyebut nama istrinya.


"Bangunlah!!! " pintanya,dengan tangan yang tak henti membelai dan mengusap wajah Wu Lan.


"Ini Gege, sayang!!! Lan'er semestinya mendengar panggilan Gege?!! lihatlah!! gege memegang tangan mu sekarang! " ucapnya sambil menggenggam jemari Wu Lan.


Liu Bai kembali terdiam, dan hanya menatap lekat lekat wajah istrinya yang kini dalam pelukan Liu Bai.wajah pemuda itu menatap langit memperlihtakan wajah yang di penuhi raut kesedihan dan kehilangan.


Hingga hari berganti,,, Liu Bai tidak menggeser tubuhnya, masih tetap dengan jasad Wu Lan dalam pelukannya.


Wuji yang tak ingin saudaranya tertekan dan terus larut karna kehilangan, segera menemui Liu Bai di tempat tersbut dan mamandang Saudaranya yang tengah kalut.


Wuji memang biasa menghibur semua saudaranya,, namun kali ini, pemuda konyol itu merasakan lidahnya keluh,tanpa tau harus melakukan apa untuk meredam kaklutan saudaranya itu.


Whoooosssss.....


Whoooosssssss.........


Whooooooossssssss.........

__ADS_1


Tanpa bisa Wuji dan Liu Bai rasakan,, Jiang Ruo, Qian Qin, WanLi, Bai Huang dan Zhang San datang di tempat itu berdiri sejajar dgn Wuji seusai menuntaskan pertempuran mereka dan mendapatkan kabar tentang kematian Wu Lan, istri dari Liu Bai.


An Yu, Shin Ru,Lin Jiali, Ong Tien dan Lian Mei,yang merupakan saudari Wu Lan,yang mereka semua adalah murid dari satu sekte Teratai Putih, langsung menangis melihat saudarinya tak lagi bernyawa.


Jiang Ruo dan yang lain, menepuk pundak Liu Bai, lalu meminta Liu Bai melepaskan pelukan dan menyerahkan jasad Wu Lan pada saudarinya yg lain.


Tak menunggu,, Jiang Ruo dengan elemen tanah, langsung membuat lubang sebagai liang lahat bagi jasad Wu Lan.


Wu Lan lalu di kubur bersama pedangnya, sementara Liu Bai masih dengan tatapan yang sama,hingga Jiang Ruo perlahan menimbun jasad Wu Lan dangn tanah,memberikan batu nisan dengan nama Wu Lan sebagai penanda, bahwa di tempat itu bersemayam jasad dari istri Liu Bai.


Ruo cs, menemani Liu Bai selama berhari hari di tempat itu tanpa ada yang ingin mengganggu sausaranya tersebut.


Ruo cs membiarkan hal tersebut, agar saudaranya benar benar menuntaskan kesedihanya, hingga di hari kesembilan,,, akhirnya Liu Bai menghampiri semua saudaranya dan beranjak dari kuburan istrinya.


Dengan sikap dan suara tenang Liu Bai pun barkata...


"Terimaksih telah menemani, dan memberi pemakaman yang layak pada Lan'er" ucapnya.


Qian Qin, Ruo dan lainya tersenyum lalu menyambut Liu Bai dengan mengatakan..


"Terimakasih itu tidak layak, ketika kami bahkan sanggup mengganti itu dgn kepala kami sendiri! "


"Karna itu, kau tak perlu berkata seperti itu!!! " tutur Qian Qin, yang membuat Liu Bai sedikit mendapatkan kembali semangatnya.


An Yu dan saudari Wu Lan yang lain pun memberi semangat dengan cara mereka...


"Tidak ada satupun pria yang layak bagi saudari Wu Lan, selain mu saudara Bai!!"


"Saudari Lan pasti sangat bangga dan merasa beruntung, karena sampai akhir hayat, dapat menemani dan gugur dalam pertempuran bersama lelaki yang selalu di kaguminya! " Tutur An Yu.


Liu Bai senang Wu Lan mendapat penghormatan dan pujian dari semua saudari istrinya trsbut.


"Baiklah! apa rencana selanjutnya?! " tanya Liu Bai tiba tiba

__ADS_1


Jiang Ruo yang mendengar pertanyaan Liu Bai pun menjawab...


"Tidak ada,,, tidak ada rencana selanjutnya saudara Bai! karna kita akan menunggu yang lain datang ke tempat ini"


"Aku memutuskan ini, karena tak ingin kehilangan saudar atau saudari yng lain!! mulai dari sini,,, kita akan memberikan kemusnahan total pada alam dewa Tingkat dua ini bersama sama!! "


"Dan aku tak lagi berfikir untuk memilah yang pro atau kontra dgn Zhuxian Di Shen"


"Bagi mereka yang kontra dgn Di Shen, jika mereka Selamat pun, aku tak lagi tertarik untuk merekrut mereka"


"Aku justru lebih tertarik merekrut ras Yao, yang menurut infor masi dari saudara Yao Xue dan Yao Wendhi,,, jumlah mereka ternyata puluhan milyar"


Deggghhh.....


Semua tertegun dengan informasi yang di dapatkan Ruo, ttg jumlah dari ras Yao.


"Lalu,, apa mereka bisa di latih, sadara?? " tanya Qian Qin


"Tentu!! apa kalian lupa dengan pasukan Lang?? yang bisa sekuat itu sampai sekarang?! " Ruo menjawab dengan mengingatkan pada pasukan serigala mereka merupakan serigala angin, dan kini berkekuatan besar dan akhirnya di sematkan sebagai Serigala Angin Semesta.


"Jadi seperti itu?? " tukas Bai Huang, sementara semua istri istri mereka hanya diam mendengarkan.


"Baiklah,,, kita setuju dengan rencana baru itu, agar kita tak lagi ragu untuk menumpas dewa dewa sampah itu!!"WanLi bersemangat, sementara di sisi lain,,, Liu Bai hanya termangu,membuat Ruo terpaksa mengatakan.


" Bagaimana menurut mu saudara Liu??"


"ee.... aku?? aku akan meminta Saaudari Xue agar memberiku pasuka Yao!!? " ucap Liu Bai.


"Baik!! aku akan memintakan pasukan Yao pada Adik Xue, untuk menjadi pasukan tempur mu!! " Ruo ikut senang dengan semangat Liu Bai yang sudah kembali.


"Saudara sekalian,, bagaiman kalau sekrang kita berburu, mencari rusa untuk makan malam!! " usul Zhang San, yang di setujui oleh semua orang.


"Hah.... kalian tak perlu membuang tenaga, ketika pemburu nomor dua ada di sini" Wuji mencegat yang lain saat hendak pergi, dan membiarkan dirinya saja yang melakukan perburuan.

__ADS_1


"Bagussslah!!! kami memang sengaja menunggu kau mengatakan itu!!? " timpal WanLi, yang akhirnya Wu ji mersa di kerjai.


"Hahahahahahaa..... " semua orang akhirnya bisa kembali tertawa kerena,melihat wajah Wu ji seperti menyesal karena ucapanya sendiri.


__ADS_2