Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
A Lung


__ADS_3

Ruo tengah berbincang bersama keluarga besar A Nara,bahkan hampir semua kerabat dari ras manusia abadi mendengar dan menyikapi perbincangan Ruo dengan keluarga besar A Nara.


Tak hanya Ruo,A Wong dan lainyapun bercerita dari awal kehidupan ras mereka yang semula damai hingga terpaksa harus bersembunyi berkat se orang yang karenanya mereka semua selamat,,, meski ras dari manusia abadi tersisa kurang dari dua ribu orang saja.


"Dari orang tersebutlah,,, kami tau siapa yang mempelopori ras dewa dan ras malaikat memburu kami, Nak Ruo" A Wong kemudian diam menutup ceritanya.


"Zuxian Di Shen... " Ruo mengeratkan giginya saat menyebut nama dari leluhur para dewa itu.


"Paman Wong,,, lalu siapa orang yang membantu paman dan lainya selamat dari perburuan masal yang di lakukan para dewa keparat itu?? " Ruo penasaran dengan sosok penyelamat dari ras manusia abadi.


"Menurut yang di katakan kakekku waktu itu,,pahlawan dari ras kami bernama.... " A Wong berpikir sejenak mengingat nama orang yang merupakan pahlawan bagi ras mereka.


Degggghhhhhhh.........


A Wong justru tersentak ketika dia mengingat nama orang yang mau dia sebutkan.


Wajahnya terpaku menatap Ruo, ada keraguan namun juga seeprti berusaha memikirkan satu hal.


"ada apa, paman??? " Ruo menyadarkan A Wong.


"Nak Ruo,,,, Jiang,,, namanya Jiang orang yang menyelamatkan ras kami adalah Yang Jiang" A Wong berualang mengucapkan nama Jiang.


Dan tentu saja hal itu membuat Ruo lebih kaget, sekaligus membuat Ruo berdiri dari tmpt duduk nya.


"apa paman yakin dengan nama yang paman sebutkan tadi??? " Ruo meminta A Wong, memastikan nama yang di ucapkanya adalah benar Yang Jiang.


"Ya.... paman sangat yakin,, namanya Yang Jiang" tukas A Wong.


"apa Nak Ruo mengenalnya?? "


Ruo merasa ragu menjawab A Wong,, banyak hal yg dia pikirkan,,, lalu Ruo memilih untuk menyembunyikan identitas Yang Jiang yang adalah Jiang Kun,,,, Ayah Ruo sendiri.


"Takdir,sepertinya memang menginginkanku terlibat... entah berapa ras yang menjadi korban demi sebuah kursi tahta tertinggi" ucap Ruo dalam hati.


"Zuxian Di Shen..... aku akan menghancurkan kursi tahta itu" lanjut Ruo penuh tekad.


Dalam suasana perbincangan yang hangat itu,,, seseorang datang ke tengah tengah mereka dan terlihat sedikit tergesa gesa.


"A Lung,,, kenapa kau tergesa gesa seperti itu?? " tanya salah satu tokoh yang melihat kedatangan A Lung yang tergesa gesa.


"Lapor tetua,,, alam kita kedatangan tamu tak di undang dari alam dewa" ucap A Lung menyampaikan laporanya.


mendengar laporan salah satu anggotanya, A Wong dan lainya saling pandang dan memikirkan langkah agar mereka tetap aman.


"Senior,,, jadi ini salah satu cara mereka untuk memburu kalian?? " Ruo mencoba menerka ke adaan yang baru saja di laporkan.


"Ya nak Ruo,,,,setiap kali mereka memasuki alam Xianren ini,,, sebagian dari mereka selalu mendapat perintah kusus untuk mendapatkan salah satu atau lebih dari ras kami" jawab salah satu tetua.


"Keparrrraaattt,,,, saudara Lung,, ikutlah denganku" wajah Ruo mengeras.

__ADS_1


Whussssss...........


Tanpa aba aba,,, Ruo melesat dengan sangat cepat, menghilang dari hadapan semua orang, bersama A Lung.


Semua orang celingukan mencari keberadaan Ruo dan A Lung.....


"Ra'er..... kekasihmu benar benar luar biasa.... paman sangat setuju jika kalian segera meresmikan hubungan kalian" cletuk A Shun,pada A Raiya yang membuat wajah cantik itu memerah seketika.


*


*


Debbbb........


Ruo dan A Lung, sampai di lokasi sekitaran tempat yang biasa A Lung gunakan untuk mengawasi daerah dari wilayah rasnya.


"Saudara Lung,,, mulai saat ini,jangan pernah lagi bersembunyi dari ras dewa keparat itu,,, " ucap Ruo


"Saudara,,, kita tak cukup kuat untuk melawan mereka " timpal A Lung.


"Berfikir demikian lalu tanpa usaha appun,,, artinya itu karna penilaian yang berlebihan,,,, setidaknya,, melawan dan mati terhormat dari pada menyerah lalu mati sia sia!!!! " Ruo menatap tegas pada A Lung, mencoba membangunkan tekadnya.


"Telanlah ini,,, kembalilah dua jam selanjutnya!!! " Ruo memberikan sebuah botol kecil pada A Lung.


"emmm..... terimakasih saudara" A Lung langsung mengerti dan segera melesat mencari tempat untuk menyerap pil yang di berikan Ruo.


*


Tiga jam berlalu..........


whuuuussss....... whussssss.......


"hahahaaaa........ kalian lihat!!! keberuntungan memang slalu bersama kita? "


"benar yang kau katakan saudara,,, selama berhari hari,, akhirnya kita bertemu dengan keberuntungan itu"


Sekelompok orang berjumlah tiga puluh berdiri tak jauh dari Ruo, dan manatapnya dengan wajah sinis.


"Hei semut,,,, ikutlah dengan kami!! agar kami tak perlu menghajar mu" ucap salah satu dari kelompok itu pada Ruo.


Ruo sendiri tetap tenang, dan tersenyum mendengar ucapan salah satu dari mereka.


whuuussssss........


A Lung yang dari tiga jam lalu berkultivasi akhirnya berhasil menyerap pil yang di berikan Ruo.


Beruntung bagi A Lung, yang berhasil menaikan ranahnya sampai di Bintang Kristal tahap Puncak berkat pil pemberian Ruo, yang sebelumnya hanya berada di ranah Bintang Emas.


A Lung mendapat kenaikan dua ranah sekaligus, dan gilanya lagi,,,, A Lung tak merasa mendapat kesulitan menerobos dengan pil pemberian Ruo.

__ADS_1


"Saudara,,, aku tak tau bagaimana harus berterimakasih padamu" ucap A Lung dengan tulus pada Ruo.


"Tapi aku tau bagaimana saudara A Lung harus berterimakasih" timpal Ruo.


"Bunuh mereka semua!!!! " Wajah Ruo berubah ekspresi menjadi bengis,meminta A Lung untuk membunuh sekelompok orang yang berada tak jauh dari hadapanya.


A Lung menilikan wajah pada musuh musuh di hadapanya dan Ruo.


"Saatnya pembalasan,,,, keparattttt!! "A Lung mengepalkan tangan,bersiap memyerang mereka semua.


" Hahaaa..... dia pikir dia mam...... "


Slaassssshhhhhh.........


Belum sempat menyelesaikan ucapanya,,, kepala salah satu orang dari kelompok itu terlepas dari tubuhnya.


"ya.... benar seprti itu saudara Lung" Ruo yang melihat tindakan dari A Lung, merasa puasss,, karna A Lung tak Ragu membabad musuh dan memperlakukan musuhnya dengan layak.


A Lung dengan ganas menyerang kedua puluh sembilan musuhnya yang tersisa,,, meski mendapat perlawanan, A Lung mampu meladeni.


Ruo memperhatikan pertarungan A Lung,sesaat kemudian... Ruo melepaskan Pasukan serigalanya.


Whuuuuuusssssssss............


Lima ratus Serigala Angin Semesta langsung mengelilingi kelompok musuh, dengan memperlihatkan taring besar mereka.


"Bantai mereka semua," perintah Ruo pada Pasukan Serigalanya.


"Saudara Lung,,, bertempurlah dengan pasukan serigalaku!!! " ucap Ruo melalui pesan jiwa pada A Lung.


A Lung menjadi sangat bersemangat mendapat bala bantuan yang sangat luar biasa.


Pihak musuh sudah gemetar di kelilingi oleh lima ratus Serigala Angin Semesta, melawan mati, menyerah tak mungkin.


mereka semua ingin melarikan diri,,, namun ketika ada salah satu di antara mereka yang melakukanya,,, tubuh dari orang itu langsung tertangkap oleh pasukan Serigala dan mengoyak tubuhnya menjadi tak karuan oleh gigitan Serigala Angin Semesta.


"Sekarang!!!!! " teriak Ruo pada Pasukan Serigalanya.


A Lung sedikit meloncat mundur, membiarkan pasukan Serigala Angin Semesta menerkam kelompok itu.


Perlawanan mereka sia sia,,, karna pasukan Serigla angin semesta jauh lebih kuat dari mereka.


serangan senjata, energi dn kekuatan jiwa,,, tk berpengaruh pada Serigala Serigala pasukan Ruo... yng akhirny, mereka seeprti sekelompok domba buruan.


Dalam sekejap,,, tiga puluh orang itu hanya menyisakan tulang yang berserakan di berbagai tempat,,, bagian bagian tubuh mereka berceceran,,, kepala kepala mereka tak nampak utuh.


kekejaman yang sangat kejam,,, itulah kematian yang di berikan oleh pasukan Serigala Angin Semesta pada musuh musuh tuan nya.


...........................................

__ADS_1


__ADS_2