
Ruo baru bangun dari istirahatnya, setelah seharian penuhemuaskan diri dengan tidurnya,,, dia melesat ke arah aliran suangi yang berada di bawah bukit elemen tempat kediamanya.
"ahhh.... segarnya" Ruo berendam untuk beberapa waktu.
selesai dengan kegiatan pribadinya, Ruo menuju pelataran murid luar, sekedar berkeliling....
"salam junior" seorang murid mengampiri Ruo dan menyapanya.
"salam senior
" junior, apa junior murid baru yang bernama Ruo"
"benar senior,,, aku Ruo, murid baru pelataran luar ini"
"baguslah,,,, aku di perintahkan patriak, untuk memberitahukan junior Ruo di minta menghadap patriak dan tetua lainya"
"apa ada suatu hal yng penting, senior"
"saya tidak bisa memastikan, tapi.... lebih baik junior langsung menghadap"
"baiklah,,, terimakasih atas penyampaian senior"
"emm..... aku pergi sekarang"
Ruo yang penasaranpu, menuju gedung utama sekte.....
"salam patriak, salam semua tetua... Ruo datang menghadap"
ucap Ruo menyalami semua petinggi sekte.
"emmm..... nak Ruo, kami ingin menanyakan sesuatu pada mu"
ucap patriak Huo
"apa itu patriak" sahut Ruo
"apa benar, kau telah membunuh tujuh murid sekte Zi"
mendapat pertanyaan patriak Huo, Ruo tetap tenang.
"benar patriak,, Aku yang membunuh ketujuh murid sekte Zi di salah satu penginapan kota Zi"
"apa alasan mu melakukanya"
kembali patriak bertanya
"maaf patriak,,,, tujuh murid sekte Zi itu, takan cukup untuk membayar alasan kenapa aku membunuh mereka" jelas Ruo
"maka,,, jelaskan lah, nak Ruo"
pinta patriak Huo
"patriak,, aku Jiang Ruo, datang dari daratan Zurhen ke benua Zen dengan bbrpa alasan, pertama.... aku ingin mencari keberadaan sosok yang sangat ingin aku temui, kedua aku ingin menumpas sekte Zi, yang beberapa bulan sebelumnya datang menginvasi daratan Zurhen dengan 80jt pasukanya"
"apaaaaaa"
semua petinggi terperangah kaget, dan berdiri dari tempat duduknya.
"benar patriak,,, jadi, tujuh murid sekte Zi itu adalah awal dari niatku untuk menumpas sekte Zi"
"aissss...... nak Ruo, aku akui tekadmu, tapi jangan pernah gegabah"
"akan Ruo ingat pesan patriak" ucap Ruo
"dan satu lagi,,,, apa hubunganmu dengan sekte pedang angin"
"Aku tak memiliki hubungan apapun patriak,,, namun aku mempunyai kenalan di dalam sekte itu"
"siapa.... "
"namanya Zi Shen patriak.... "
ucap Ruo
"Zi Shen,,,,, ah... benar, si mata langit"
__ADS_1
patriak baru teringat sosok Zi Shen
"lalu,,,, bagaimana kau bisa mengenal Zi Shen ini"
"kebetulan, aku membantunya, ketika dalam kondisi terluka dan sedang di buru oleh pasukan elit sekte Zi... "
"dari Zi Shen juga lah, aku mendapat semua informasi ttg rncana pasukan sekte Zi yag menyerang daratan Zurhen, patriak"
"jadi benar,,, semua pasukan sekte Zi, tewas di daratan Zurhen"
"benar patriak,,,, dan yang memimpin invasi itu adalah Zi Lan"
"apaaaaaa"
"Zi Lan, tetua Zi ke sepuluh tewas dalam invasi itu,,,,, apa kau yakin nak Ruo"
"Aku sangat yakin, patriak"
tegas Ruo.
"haaahhh.... " patriak membuang nafas
"nak Ruo,,, di luar sana, saat ini namamu terdaftar sebagai buronan nomor satu sekte Zi, bahkan nilai kepalamu adalah 5000 point konstribusi dalam misi sekte mereka,, sedangkan di sekte pedang angin, adalah sebaliknya.... misi mereka adalah mengajakmu bergabung dengan sekte pedang angin itu"
jelas patriak
"aku sangat yakin,,, dua yng terjadi di luar sana adalah merupakan rencanamu,,,, begitupun saat kau memilih sekte musang api kami,,,, apakah tebakan ku benar"
patriak mencoba menyambung benang merah, dan memastikan pada Ruo.
"benar patriak, dua hal itu memang sudah aku yang sudah merencanakan... begitupun dengan aku masuk ke sekte muasng api ini"
Ruo tanpa Ragu mengatakan rencananya.
"baik..... sekarang aku tau yang menjadi tujuan mu,,,, aku akan memberikan hak kusus untukmu,mengakses semua tempat latihan selama enam bulan kedepan, selepas dari waktu itu, aku mencabut kembali hak kusus itu,,,, bagaimana,,,, apa kau puas, nak Ruo"
"terimakasih atas kebaikan patriak dan semua tetua,enam bulan adalah waktu yang cukup untukku patriak"
"sebenarnya bukan aku yang memberikan hak kusus itu padamu, tapi leluhur kami,,,, musang berbulu api, apa kau masih mengingatnya" tanya patriak pada Ruo,,,,
"Degggghhhhh"
Ruo sangat kaget, saat dia mengingat musang bulu api
"apa jangan jangan...... "
"ya... nak Ruo,tapi bukan seperti yang kau pikirkan,,,,, musang bulu api itu, adalah salah satu dari keturunan hewan kontrak leluhurku"
patriak meluruskan apa yang di pikirkan Ruo.
"sekarang,,, kau boleh kembali, dan mulailah berlatih,,, satu lagi, mintalah bimbingan dari tetua Huo Eng,"
patriak menyarankan Ruo.
"baik patriak,,, aku pamit sekarang"
Ruo pamit mundur, lalu menuju gerbang ilusi untuk menemui tetua Huo Eng.
"Salam tetua Eng,,, "
"emmm.... ada apa nka Ruo"
"Tetua Eng,,, aku bermaksud meminta bimbingan anda untuk melatih ku"
"memang apa minatmu,, nak Ruo"
"minatku,,, menyempurnakan 7 elemen, kekuatan spirit, ke ahlian formasi dan semua medan elemen, Tetua Eng"
"lalu tttg kultivasi mu,,, "
"itu bisa menyusul Tetua... "
"apa patriak, yang menyarankan mununtuk menemuiku... "
"benar, tetua"
__ADS_1
"berapa lama waktu yang di berikan patriak"
"enam bulan, tetua"
"apa kau yakin,,, enam bulan adalah waktu yang cukup untuk melatih semua elemen dan kekuatan spiritmu"
"aku sangat yakin, "
"baik,,,,, ikutlah dengan ku"
weeessssss.......
keduanya melesat ke atas udara... dan berdiri tenang di sana.
"nak Ruo, apa yang kau lihat saat ini"
"aku melihat apapun sejauh jarak mata ini melihat tetua,,, "
"anggaplah, ini adalah hal pertama yang baru kau lihat, lalu apa yang membuat semua hal ini bisa terlihat "
"emmmm...... "
Ruo bingung menjawab
"bahkan,,, ketika kau belum membuka mata,,,, angin adalah elemen paling dasar yang menjadi alasan kamu hidup"
"di atas udara adalah tempat paling cocok untuk elemen dasarmu itu,,,,, mulailah, sampai kau mendapatkan inti angin itu sendiri.... "
wesss....
tetua Eng meninggalkan Ruo di atas udara untuk melatih elemen dasar, yaitu elemen angin.
Ruo berdiri tenang di udara, mencerna semua maksud dari apa yang di katakan tetua Eng.
Buuuzzzzzzzzzz..........
Blaaaaaaarrrrrrrrrrr..............
Ruo melepaskan kekuatan puncak dari elemen anginya, fluktuasi energi angin menyebar kiloan meter, hembusan angin tersedot oleh elemn angin Ruo.
Zeeepppppppppp......
bahkan,,,, semua murid sekte musang angin merasakan sesak nafas, karena kekurangan oksigen, akibat dari Ruo yang menyedot udara dari puluhan kilometer,gelombang angin memutari tubuh Ruo dan pusaranya meluas, menutupi seluruh area sekte,,, bahkan seluruh hutan monster........
berjam jam,,, keadaan Ruo yang di kelilingi pusaran badai angin raksasa di udara itu menjadi tontonan semua murid dan tetua sekte.... Tetua Eng hanya tersenyum melihat pelatihan Ruo.
"kamu memang yang takdirkan, nak Ruo"
gumam tetua Eng, melihat Ruo yang dengan mudahnya mengendalikan,,, udara, dan menariknya untuk membentuk inti angin.
seluruh wilayah benua Zen, mendadak Riuh dan panik,karna merasakan udara yg mereka hirup berkurang yg mengakibatkan mereka sesak nafas.
Deemmmmmmmmmm..........
Blaaaaaaaaaammmmmmmmm......
wussssssssss.............
gelombang angin meledak, lalu kembali tersedot, menjadi pusaran angin yang sangat kecil, berputar putar di hadapan Ruo yang masih memejamkan matanya......
Ruo membuka mata, lalu menggunakan kekuatan spiritnya untu menarik inti angin, dan di satukan dengan elemen anginya.....
hanya butuh enam jam, bagi Ruo untk menyempurnakan elemen angin dan membentuk inti angin.... dan inti angin itu akan semakin kuat seiring kenaikan kultivasinya.
satu jam berlalu,,, Ruo segera mendarat di tempat tetua Eng....
"aku tak tau, harus memujimu seperti apa nak Ruo, tapi selamat.... kau sudah berhasil menyempurnakan satu dari tujuh niatmu" ucap tetua Eng.
"terimakasih tetua"
ucap Ruo
"baiklah,,,, selanjutnya kita menuju bukit elemen kediaman mu"
dari sana,,, Ruo melatih semua elemen miliknya dengan Tetua Eng yang menjadi pembimbing.
__ADS_1
selam Ruo berlatih, tak henti henti nya, benua Zen di kejutkan dengan berbagai fenomena, bahkan.... laporan mengenai banyaknya fenomena alam sampai pada kakaisaran benu Zen.