Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Memulai petualangan Sebenarnya


__ADS_3

"Hanya dalam beberapa waktu,,, kenaikan kultivasimu sangat pesat Ruo'er" Huo Eng, merasa sangat kagum dengan perkembangan anak didiknya.


"Semua ini tak lepas karna bimbingan tetua,,, Ruo'er berterimakasih" ucap Ruo dengan tulus.


"Sudahlah,,, tak perlu sesungkan itu! sekarang, lebih baik kau pergi ke aula pertemuan,,, karna sudah banyak orang yang menunggumu"


"emmm..... apa tetua tidak ikut ke pertemuan itu? "


"Tidak,,,, orang tua ini,hanya ingin melihat dan menyapamu, itu sudah cukup"


"Ruo'er,,, saat kau masuk melewati pintu itu,ingatlah! kelak,semua ini bukan lagi tentang dirimu dan tujuan mu,,, melainkan tanggung jawab bagi dirimu yang lain,,, lindungi lah semua orang yang percaya padamu"


"Ruo'er akan mengingatnya tetua" tutur Ruo.


"Sekarang,,, aku yakin kamu cukup siap,,, pergilah" ucap Huo Eng, lalu menepuk kedua pundak Ruo, dan menghilang.


*


*


Di aula pertemuan sekte Pedang Angin, puluhan Patriak dari berbagai sekte telah berkumpul.


Mereka semua tengah berbincang bincang ringan,dalam suasana hangat.


"Salam pada semua Patriak dan Tetua"Ruo datang dan berdiri di tengah aula.


Melihat sosok pemuda yang mereka tunggu tunggu, semua orang langsung berdiri dan menyambut salam Ruo.


" Junior minta maaf, karena membuat semua orang di sini menunggu"tutur Ruo.


"Itu tidak masalah, Nak Ruo... kami tidak merasa seperti itu.... lihatlah! kami semua memanfaatkan waktu untuk berbincang bincang"Patriak Jian, sebagai tuan Rumah bagi semua yang hadir tidak keberatan dengan keterlambatan Ruo.


" Baik,,, junior langsung saja pada inti kepentingan"


"Sebenarnya,, Junior tak menyangka,akan melihat antusias yang begitu besar,,, entah apa yang di sampaikan oleh Matriak Sekte Ling, atau Dewi Langit yang tak lain adalah ibu junior ini"


"Namun,,, jika para patriak, mendengar bahwa junior mengajak siapapun untuk bersama sama, memulai ke hidupan baru di alam yang juga baru,,, maka hal itu benar"


"Hanya saja,, di sini junior akan menyampaikan beberapa hal... bahwa benar, Junior telah bertualang pada tiga alam berbeda,, Alam Dou Xing, Alam HunLuan dan Alam Langit"


"Namun,,, tujuan junior tak hanya alam langit,,, meski memang di alam itu, Tujuan utama junior berada"


"Terus terang,,, untuk ke alam selanjutnya,,, junior membutuhkan pasukan... sebuah pasukan, yang kelak akan berdiri sejajar dan melewati rintangan bersama"


"Dan akan junior beri nama pasukan itu dengan sebutan,,, Pasukan Angin Semesta" Ruo lalu menutup penyampaianya dan mempersilahkan kepada semua orang yang hadir untuk menyampaikan sesuatu.

__ADS_1


"Nak Ruo,,, kami semua yang ada di sini sudah sepakat,,, bahwa kami akan berada pada satu naungan dan di bawah komando satu pemimpin,, dan itu adalah Nak Ruo"


"Suatu kehormatan,bahwa,,,, kami yang berasal dari alam rendah,bisa memiliki kesempatan untuk pergi ke alam yang lebih tinggi"


"Dan keberuntungan itu, karna adanya Nak Ruo" Semua orang mengangguk setuju dengan ucapan Patriak Jian.


"Kami semua sudah memikirkan berbagai hal,baik dari segi keamanan dan lainya,ketika kita semua meninggalkan benua Zen ini, agar benua Zen ini tidak terjadi gejolak,,, karna kami pun sudah mengutus perwakilan untuk menyampaikan hal ini pada Kekaisaran" lanjut Patriak Jian.


Pertemuan itu berlangsung sehari penuh, dan pada akhirnya Ruo memutuskan,,Seminggu dari hari itu mereka semua harus berkumpul di sekte Pedang Angin.


Se usai pertemuan,,, Ruo pergi ke daratan Zurhen,tepatnya Ruo pergi ke markas pasukan kusus yang pertama kali dia bentuk.


Dan hari itu juga,,, semua pasukan kusus yang saat ini masih di pimpin oleh senior Lung,Ruo masukan ke dalam Dunia Jiwa miliknya, begitupun Semua anggota sekte Lembah Angin, serta paman Guo dan Un Shu, tak lupa juga dengan ke enam sahabatnya.


Rencana sebelumnya Ruo urungkan,,, dia lebih memilih memasukkan semua orang yang berniat ikut ke dunia jiwa.


Hari berikutnya,,, Ruo ke sekte Gagak Hitam, dan sama seperti sebelumnya,,, Ruo memasukan mereka pada dunia jiwa.


*


*


Selesai dengan semua hal,,saat ini Ruo berada di depan gerbang istana Kekaisaran Jiang.


Mereka menatap Ruo dalam jarak Lima langkah saling berhadapan.


"Salam Ratu, Paman Wei dan Fei'er"


"Tak perlu sesungkan itu keponakan, dan juga,,, kenapa kamu tak langsung masuk kedalam istana? "


"ah,,, itu karena Ruo'er sedikit melamun tadi" ucap Ruo sambil menggaruk kepala.


Sejurus kemudian, mereka memasuki istana Kekaisaran.


Liu Fei, yang sudah tak dapat menahan emosinya mendekat pada Ruo.


"Gege,,,, kenapa Fei'er merasa seperti berhadapan dengan orang asing?" wajah cantik jelita itu menatap sosok pemuda tampan di hadapnya.


Tak di pungkiri memang,,, baik Liu Fei maupun Ruo, memiliki emosi yang sama. hanya saja, Ruo dapat menempatkan emosinya pada bagian yang lain.


"Tidak!!! jangan sekalipun beranggapan seperti itu pada Gege Fei'er" Ruo protes,,lalu mendekat,dia langsung bertindak memegang wajah cantik Liu Fei,hingga keduanya saling tatap.


"Bahu ini,,, masih mengingat sandaranmu,,, telapak tangan ini,,,, masih tertarik dengan genggamanmu,,, hati ini,masih merasakan semua emosi saat ketika Gege mengingat mu"


"Jangan pernah mengatakan Gege seprti orang asing,sedang gege selalu siap menerima sayatan pedang untuk Fei'er"

__ADS_1


"Bagi Gege,,, Fei'er sperti hukum gravitasi yang belum Gege pelajari dan pahami,,,namun selalu dapat menarik minat Gege" Ruo mencoba meyakinkan Liu Fei ttg perasaanya, dan itu cukup berhasil membuat kedua orang yang melihat Ruo dan Liu Fei terbelalak.


"Haaiiisssss....... dasar Jiang Kun kecil" Jendral Wei seperti ingin menutup wajahnya melihat Ruo yang tengah merayu Liu Fei.


Sedangkan Liu Fei, kini memeluk pemuda yang di kaguminya,,, tak perduli dengan sang Ratu dan Jendral Wei.


*


*


Selesai dengan kepentingan di Kekaisaran Jiang,,, Ruo pamit, pada Ratu Fei Yun,dan Jendral Wei.


Ruo membawa serta Liu Fei,pergi bersamanya dengan restu sang Ratu, namun Ruo tidak memasukan Liu Fei ke dalam dunia Jiwa... dia lebih memilih Liu Fei, menemani perjalananya.


"Gege,,, apa kita langsung ke alam Langit? "


"Ya,, kita langsung kesana, untuk menemui Ayah ku"


"Benarkah? " Liu Fei yang salah mengira ttg tujuan Ruo menemui Ayahnya,,, memasang wajah memerah malu malu.


"haissss..... " Ruo hanya menggelengkan kepala,melihat Liu Fei yang seperti salah paham.


"Fei'er,,, apa kamu siap? "


"emmmm..... " Liu Fei mengangguk.


Ssrrraaaakkkkkkkk..........


Ruo menyayat kekosongan lalu memasukinya....


Zeeeppppppp..........


Sepeninggal Ruo, sayatan itu kembali seperti semula.


Buuuzzzzzz...........


Ruo muncul di tempat sebelum dia kembali ke alam rendah yang berada di alam langit.


"Bukalah matamu Fei'er! " pinta Ruo pada Liu Fei yang masih dalam pelukanya.


"Gege,,, inikah alam Langit itu? "


"Ya... inilah alam langit"


........................................

__ADS_1


__ADS_2