Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Zhao Xun


__ADS_3

"haihhh.... "A Wong membuang nafas dengan tanganya menggenggam erat gulungan kulit yang di katakan bahwa itu adalah kitab ras manusia abadi.


semua orang larut dalam pikiranya setelah mendengarkan penyampaian A Xuen.


" Kalian?? terimakasih telah menjaga kerahasiaan identitas senior Xuen! "A Wong berdiri dan menyampaikan rasa Terimakasih nya pada murid murid A Xuen.


" Tidak patriak!! "Fu Chang segera meraih tangan A Wong yang hendak memberi peradatan.


" mohon jangan sungkan!! kamilah yang harusnya berterimakasih!! karna kami di berikan kesempatan bertemu dengan anda dan lainya dan itu adalah kehormatan bagi kami yang merupakan murid dari guru Xuen"ucap Fu Chang


"emm.... " A Wong mengerti maksud dari Fu Chang,dan segera mencairkan suasana lalu kembali duduk.


"Nak Ruo?? bagaimana pendapatmu ttg kitab ini? " A Wong kini beralih pada Jiang Ruo.


"Paman Wong? jika paman meminta pendapatku? dari apa yang bisa ku lihat,, kitab itu belumlah lengkap!! saya mengira, masih ada beberapa bagian dari kitab itu yang masih harus di satukan"


"Baiknya, paman Wong menyimpanya sampai bagian dari kitab itu di temukan" Usul Jiang Ruo, yang di angguki semua orang.


"Dan ada satu hal sekalian ingin junior sampaikan!! junior ingin membawa semua orang keluar dari sini,untuk mewujudkan apa yang ras manusia abadi harapkan" lanjut Ruo, membuat semua orang saling pandang memahami maksud perkataanya.


"untuk saudara FU Chang dan lainya?! segera tinggalkan alam Xianren ini, sampaikan pada senior A Xuen, kami akan datang bertamu di sekte matahari"


"Saudara Lung!! mohon antarkan saudara Fu Chan! " pinta Ruo, yang langsung di iyakan A Lung.


"Patriak Wong, saudara Ruo dan lainya? kami pamit sekarang!! " ucap Fu Chang pamit meninggalkan tempat itu.


________


________


"Bagaimana saudara Lung?? " selesai mengantarkan Fu Chang beserta kelompoknya, A Lung segera kembali.


"Semuanya lancar saudara! " jawab A Lung.


"emm... " angguk Ruo.


"karna semua orang sudah sepakat!! biarlah alam Xianren ini menjadi tempat bagi siapapun yang ingin mendapatkan peruntungan, terutama bagi mereka yang ingin mencari tanaman roh dan lainya"


whooosssss..........


Tak menunggu lama,,, Jiang Ruo langsung memasukkan lebih dari dua ribu orang dari ras manusia abadi kedalam dunia jiwanya.


"Sangat di sayangkan jika tempat ini di tinggalkan begitu saja!! " gumam Ruo, kemudian melesat keluar meninggalkan tempat persembunyian dari ras manusia abadi.


Srahkkkkk.........


keluar dari tempat persembunyian ras manusia abadi,, Ruo kembali langsung menyobek ke kosongan dan memasukinya.

__ADS_1


*


*


Di sekte cahaya dewa....


"Bagaimana tetua Yi?? apa Hua dan lainya mendapat kabar ttg keberadaan Jiang Ruo?? " Patriak Wong Shen seperti tidak sabar bertemu muka dengan pemuda yang telah berjasa mengusir pasukan iblis dan menyelamatkan wajah sekte cahaya dewa sebelumnya.


Sekaligus,karna sosok Jiang Ruo juga sekte cahaya dewa secara tidak langsung semakin di segani semenjak pertempuran itu.


"Menurut laporan Hua dan yang lain, mereka sama sekali tak menemukan jejak aura atau petunjuk lain ttg keberadaan Jiang Ruo patriak" tutur Tetua Jia Yi.


"Saya berfikir,, mungkin Jiang Ruo memiliki urusanya sendiri dan saya yakin, pemuda itu akan kembali setelah apa yang menjadi urusanya selesai, patriak" lanjut Tetua Jia Yi.


"masuk akal!! baiklah,, sepertinya kita hanya bisa menunggu pemuda itu datang sendiri ke sekte ini!! " patriak lebih memilih realistis, pada akhirnya.


Patriak dan lainya melanjutkan perbincangan,yang garis besarnya mereka sangat tertarik membicarakan sosok pemuda tampan dari alam langit itu.


Pemuda yang tengah di perbincangkan oleh petinggi sekte cahaya dewa itu, saat ini justru tengah bersantai di sebuah kedai sederhana.


Jiang Ruo menikmati waktunya dengan segelas teh dan beberapa makanan ringan yang di sediakan oleh kedai tersebut.


"Maaf Senior?? boleh junior menanyakan sesuatu" Ruo sedikit mengangkat tangan dan mengutarakan maksudnya pada pelayan yang berada tak jauh darinya.


Pelayanan itu langsung merespon dengan menghampiri Ruo.


"Senior? apa nama kota ini? " tanya Ruo


Pelayan sedikit terkejut, mengetahui bahwa Ruo adalah orang asing di kota itu.


"nama kota ini adalah Royan tuan muda,, dan kota ini termasuk kedalam wilayah perbatasan paling timur benua barat"tutur sang pelayan.


" owh?? apakah artinya,kota ini berdekatan dengan benua tengah?? "lanjut Ruo


" Benar tuan muda! namun jika anda ingin ke benua tengah, tuan muda masih memerlukan waktu yang cukup lama"


"belum lagi,, perjalanan ke sana sedang tidak aman tuan muda" jawab sang pelayan dengan sopan, dan ternyata ada beberapa pengunjung yang mendengarkan obrolan Ruo dgn pelayan tak jauh dari keduanya.


"Anak muda??? apa kau berniat pergi ke benua tengah?" seseorang yang tertarik dengan Ruo akhirnya ikut menyahut,membuat Ruo sedikit melirik ke arah orang yang bicara trsebut.


Pria dewasa yg terlihat berumur tigapuluh tahunan itu terlihat gagah dengan pakaian yang terbuat dari kulit serta sebuah tombak yang terbungkus kain di punggungnya.


"Tidak senior! junior hanya ingin memastikan saja" sambil menangkupkan tangan, Ruo berkata sopan pada orang trsebut.


Mendapat jawaban sopan dari Jiang Ruo, orang trsebut berdiri dari kursinya sambil mendekat pada Ruo.


"Kau sangat sopan anak muda?! aku suka pemuda sopan sepertimu! "

__ADS_1


"perkenalkan!! aku Zhao Xun,, dari sekte Elang Surga benua tengah "


"Nama junior Jiang Ruo senior"berbeda dengan sikap Ruo yang biasa saja berkenalan dengan Zhao Xun.


Semua orang yang mendengar identitas dari Zhao Xun, justru di buat terkejut.


Sekte Elang Surga adalah sekte penguasa di benua tengah,yang memiliki kekuasaan lebih dari setengah wilayah benua tengah itu sendiri.


Di katakan bahwa,bahkan sekte Elang Surga di nobatkan menjadi wakil dari alam dewa tingkat satu untuk alam dewa selanjutnya.


"hohoho..... dari sikapmu yang biasa saja! aku yakin kau adalah orang baru di alam ini?? apa tebakan ku benar?? " ucap Zhao Xun.


"Benar senior, maaf atas ketidak tahuan junior" tutur Ruo, yang merasa sedikit tak enak dengan Zhao Xun.


"Tak apa!! aku semakin tertarik berbincang dengan mu, anak muda!! bagaimana jika aku bergabung di mejamu ini?? "


"silahkan, senior" Ruo mempersilahkan Zhao Xun duduk di salah satu kursi yang Jiang Ruo pesan.


Keduanya berlanjut dalam perbincangan,hingga Zhao Xun menyampaikan bahwa dirinya tengah mendapat misi untuk mengawal tuan muda dari sekte Elang Surga yang kini sedang berkunjung di salah satu sekte yang tak jauh dari tempat dia berbincang dengan Ruo saat ini.


"Wanita,,,haihhh"Tiba tiba Zhao Xun membuang nafas pelan.


" jauh jauh dari benua tengah,hanya demi wanita"keluh Zhao Xun.


"mungkin?wanita itu bukanlah wanita biasa senior? " Ruo mencoba masuk kedalam obrolan Zhao Xun.


"Wanita biasa atau istimewa,, itu bukanlah menjadi urusanku"


"hanya saja! berminggu lalu menurut informasi,benua barat baru saja mendapat serangan dari pasukan iblis, yang artinya,,, harusnya tuan muda memikirkan ttg hal itu" Zhao Xun sedikit menyangkan sikap dari tuan mudanya.


"Senior! maaf memotong! "


"seperti yang Anda dengar ttg penyerangan iblis tadi? apakah ada respon dari benua tengah setelah pertempuran yang berlalu itu? " Ruo mulai sedikit tertarik, dan ingin mengetahui informasi labih jauh.


"Tentu saja!! benua tengah kini bersiaga, lebih lagi sekte Elang Surga yang menjadi pilar utama kekuatan bagi benua tersebut"ucap Zhao Xun


" Lalu menurut senior,, apa yang menjadi tujuan utama Ras Iblis menyerang benua barat ini? "Ruo memang menjadi sosok yang berperan membantai ras iblis ketika peperangan terjadi di wilayah sekte cahaya dewa,, hanya saja dia sama sekali tak mengetahui tujuan dari ras iblis itu sendiri.


" Zhui NuShen,, tujuan dari ras iblis sudah sangat jelas,, yaitu Zhui NuShen "Zhao Xun menjawab sambil memegang dagunya, dan matanya menerawang kosong ke arah lain.


" ah,,, maaf anak muda!! seharusnya informasi tadi tak keluar dari mulutku! baiklah,meski aku masih ingin berbincang lebih lama,, tapi aku harus kembali ke tempat tuan muda!? saya pamit junior Ruo"Zhao Xun terlihat seperti buru buru, diapun bergegas meninggalkan Jiang Ruo.


"Zhui NuShen?? " gumam Ruo mengingat sebuah nama yang di sebutkan Zhao Xun.


"ah... sudahlah!!! apa pentingnya nama itu?? " Ruo segera membuang rasa penasaranya.


Lalu,,sama halnya dengan Zhao Xun,,, Ruo pun pergi dari kedai teh tersebut, melanjutkan perjalanannya ke sekte cahaya dewa.

__ADS_1


__ADS_2