Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Ancaman Tetua Sekte Zi


__ADS_3

Langkah gontai Jian Ning, seperti memperlihatkan betapa lelah dirinya, dia mendekat ke arah Ruo yang berdiri,.


"Brruukkk"


Jian Ning, menabrakan tubuh lemas dan kepalanya di dada Ruo......


"hiks.... hiks.... hiks..... hahaaaaaa"


Jian Ning, menangis sejadinya di dada Ruo,melepaskan semua emosi dan dendam selama bertahun tahun.


Ruo, membiarkan Jian Ning, menangis sejadinya di dadanya...... lalu sedikit membelai rambut dan mengusap punggung Jian Ning, untuk membantu menenangkan hati Jian Ning.


"senior.... aku lelah,,,, aku sangat lel.... "


pranggg........


pedang di tangan Jian Ning, terjatuh... Jian Ning, sudah tak dapat menahan kelelahan emosi hatinya, hingga dia tertidur.


"Tetua.... antarkan aku di ruang istirahat"


pinta Ruo pada tetua sekte gagak hitam, kemudian Ruo meraih tubuh Jian Ning, membopongnya ke tempat istirahat.


sesudah memastikan Jian Ning, Ruo meninggalkan ruangan, dan memasang formasi pelindung sebelum dia pergi dari ruangan trabt.


"anak muda,,,, bagaimana keadaan Nona Ning, " tanya tetua...


"hanya hanya kelelahan tetua"


"syukurlah.... "


"aku tak menyangka,,, dari tragedi itu, ternyata nona Ning selamat.... rencana langit memang tak bisa terduga"


"yah,,,,kau benar tetua,langit masih menyisakan satu kursi untuk seseorang yang memang layak untuk kursi trsbt"


"anak muda,,, kenalkan,,,, aku Shung Gu"


"aku Ruo tetua"


tetua dan Ruo mengenalkan diri.


"anak muda,,, kalau boleh tau, selama bertahun-tahun ini, di mana Nona Ning tinggal"


"Dia adalah murid inti dari sekte pedang angin"


"jika saja dulu, kami mendengar ada salah satu keturunan tetua Shung Kan yang masih hidup, tentu kami akan mencarinya"


"yaahhh... anggap saja selama itu, karna memang Jian Ning sendiri yang tak mau di temukan, dan memilih hari ini untuk menunjukkan, bahwa dia ada, dan masih hidup". tutup Ruo, lalu memilih bergabung dengan tiga Jian, meninggalkan tetua Shung Gu.

__ADS_1


" saudara Cok,,, ada apa dengan muka lesu mu itu" tanya Ruo tiba tiba sambil melangkah ke arah tiga Jian.


"kegagalan,,, adalah kesenangan yang tertunda" cletuk Jian Cok


"maksudmu" Ruo heran


"lihat lah wajah mereka yang batal menjadi mayat.... aisssss...... aku merasa di ejek tiap kali melihat wajah mereka tersenyum" sesal Jian Cok yang tak jadi bertarung.


"hahahaaaa"


mereka berempat tertawa, melihat ekspresi wajah Jian Cok


"oh ya saudara,,, aku penasaran dengan satu hal" Ruo mulai sedikit serius


"ttg apa" tanya Jian Luo


"dengan jurus terakhir yang di gunakan saudari Ning" jawab Ruo yang penasaran


"ooowh..... itu adalah jurus tiupan angin ilusi suadara,,, dan hanya saudari Ning, satu satunya murid yang menguasai jurus pucak itu"


"bisa saudara jelaskan"


"jurus itu sebenarnya perpaduan jurus pedang angin dan mata langit,dan tetua agung Zi Shen, yang menciptakan jurus tersebut,serta,,,kenapa hanya saudari Ning yang bisa menguasai jurus itu,,,, " Jian Luo tak meneruskan ucapanya...


"kenapa saudara.... "


"ya sudah tak apa,,, aku mengerti" ucap Ruo yang tak bisa memuaskan rasa penasaranya.


merekapun melanjutkan obrolan dengan hal lainya, sampai ada beberapa murid sekte gagak hitam yang bergabung dengan mereka,dan bertukar cerita.


sementara,karna kabar Ruo yang berkunjung di sekte pedang angin... sekte pedang angin banyak sekali menerima tamu dari sekte lainya,,, mereka mencoba menjalin hubungan baik dengan sekte pedang angin,,, dan menawarkan diri bila pedang angin dan Ruo, memiliki suatu rencana menyangkut sekte Zi,,, namun patriak dan tetua agung masih memgindahkan semua hal itu, karna bila sampai di telinga sekte Zi terlalu dini, maka akan sangat beresiko bagi sekte pedang angin.


"tetua agung,,,, sekarang aku percaya, dengan ucapanmu ttg Ruo ini"


"bahkan tanpa mengajak, sudah ratusan sekte yang menawarkan kerja sama pada kita, hanya karna memdengar keberadaannya saja"


"bocah itu benar benar bisa menarik bencana dan mempercepatnya... hhahaaa"


"emmm...."Zi Shen yang mengerti maksud dari ucapan patriak hanya mengangguk.


" menurutmu,,, apa rencanamu mengirim Ruo bersama Ning akan lancar tetua" tanya patriak pada Zi Shen.


"patriak,,, lebih dari itu,bahkan aku yakin Jian Ning sudah menjadi Matriak sekte gagak hitam sekarang" jawab Zi Shen sambil mengelus dagunya.


"dan yang paling penting,,, Jian Ning,bisa terbebas dari tekanan dendamnya selama ini,,,, " lanjut Zi Shen


keduanya berbincang mengenai Ruo dan Jian Ning......

__ADS_1


"brruuuuuaaaaakkkkk"


tiba tiba,, pintu ruangan mereka di dobrak paksa hingga hancur.


"hohoho........ tak kusangka, aku akan bertemu penghianat sekte Zi di sekte kecil ini" Zi dong, utusan sekte Zi datang dengan kesombonganya bersama Zi shun dan Zi Meng, dan langsung memberi hinaan pada Zi Shen.


"Zi memang selalu bersikap dengan citranya" ucap Zi Shen.


"yaa..... sebagai sekte berkuasa,sudah selayaknya Zi Shen"


"langsung saja,,, apa yang mau kau sampaikan, anjing penjilat" tegas Zi Shen.


"hahahaa..... kua memang layak Zi Shen,,, baik.. aku tak basa basi, katakan.... di mana bocah keparat yang bernama Ruo itu" ucap Zi dong dengan tatapan tajam.


"hohoo...... aku jadi iri pada si Ruo ini, sampai sampai seorang Zi Dong rela berkunjung ke sekte kecil hanya ingin bertemu denganya" sindir Zi Shen


"tutup mulutmu penghianat keparat,,, tak usah berbelit dengan ku,,,, cepat katakan, di mana bocah keparat itu" Zi Dong menjadi geram.


"hei Zi dong,,,, kau tak perlu mencari anak itu, karna selain dia tidak berada di sini, dia sendiri yang akan berkunjung ke sekte kalian,,,, jadi tunggu saja" ucap Zi Shen


"bagusssss.... bagusssss,,,,,, jadi seprti itu rencana kalian,,,,,Zi Shen,,,, sekte Zi akan dengan senang hati menunggu kunjungan bocah keparat itu bersama kalian dan lainya,,, ingat baik baik Zi Shen,yang kau katakan tadi adalah sebuah ajakan perang bagi sekte Zi,,,, dan kau Patriak Jian,,,,kau melakukan kesalahan besar, krna menampung penghianat Zi Shen" ancam Zi Dong


"Zi Dong,,,,,, kau belum layak memberi ancaman pada ku" bentak patriak Jian


"apa aku harus membunuhmu sekarang"


baaaammmmmmmmm


patriak Jian meledakkan aura tekananya,pada Zi Dong dan langsung membuatnya ambruk.


"Zi Dong,,,,,serigala sekalipun masih tidak layak menyentuh harimau,,, kau hanya penjilat sombong, jangan pernah berani mengancamku" ucap Patriak yang menambah tekanan auranya pada Zi Dong.


"geeuuukkkk"


Zi Dong memuntahkan darah, karna tak kuat menahan tekanan dari aura patriak Jian.


"sekarang, aku katakan.... kau dengan arogansi mu,datang mengancam secara terbuka,,, menghancurkan pintu aula, dan menebar ketidak nyamanan,,, kau Zi Dong,,,akan menjadi alasanku sebagai patriak sekte pedang angin, jika peperangan itu benar terjadi, perbuatan mu, akan aku masukan ke dalam laporan Kekaisaran" patriak berucap sangat tegas.


"sekarang,,, aku mengusir mu dari sekte pedang angin, atas kelancanganmu"


whhuuusssss..........


bammmmmmmmm......


ketiga tetua sekte Zi, di hempaskan oleh energi dari patriak Jian dan melemparkan ketiganyan keluar dari aula sekte, menabrak tembok bangunan lainya.


"Bangsaaaaaattttt...... akan aku ingat penghinaan ini" Zi dong mengumpati patriak Jian.

__ADS_1


ketiganya langsung melesat pergi, meninggalkan sekte pedang angin, guna melaporkan sikap dari patriak sekte pedang angin pada petinggi mereka.


__ADS_2