Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Persiapan Perang Antar Benua


__ADS_3

Karna penasaran, rombongan Ruo melihat batu bintang secara langsung.


"ini memang terlalu besar" ucap patriak Li


"Bocah,,, batu ini memang sangat besar, tapi bukan berarti tak bisa di belah" ucap Yao Wendhi,pada Ruo yang membuat semua orang melihat ke arahnya.


"yaa.... bagaimanapun, batu bintang ini masih hanya sebuah bahan, meski sudah di sepuh ribuan tahun oleh lahar merapi ini sendiri dengan secara alami, tetap saja ini masih salah satu bahan bukan" lanjut Yao Wendhi dengan enteng.


whuusssss......


Yao Wendhi, mengeluarkan sebuah kotak segi empat,berukuran satu meter.


Blaaaaarrrtttttt........


Luapan energi berpendar saat Yao Wendhi, membuka kotak itu.


ngiiinnngggggh.... nngggiiiiinnnhggg..


sebuah pusaka cakram bulat berwarna emas, seperti gir dengan empat mata pisau putih bening di bagian sisinya berputar pelan dan mengambang.


"aaiiissssss,,,,, akhirnya, kau ku keluarkan untuk sebuah pertaruhan"


keluh Yao Wendhi, menatap pusaka cakram yang ada di depan matanya.


"Sudahi wajah aneh kalian itu,,, "


bentak Yao Wendhi, yang melihat wajah kelompok nya melotot takjub melihat pusakanya,,, merkapun tersadar dan segera bersikap biasa.


"Bocah,,,,, senjata ini, baru kali ini aku tunjukkan pada orang lain, dan itu adalah kalian,aku tak pernah menggunakanya sekalipun, sebab aku tak bisa mengendalikanya" Yao Wendhi, menjelaskan ttg pusakanya.


"ini adalah senjata titipan, dan siapapun yang bisa mengendalikanya,akan otomatis menjadi tuan dari pusaka ini,,,, ada yang mau mencoba"


Yao Wendhi, menyilahkan siapapun di antara mereka yang ingin memiliki pusaka cakram itu... kemudian dia melangkah mundur, sedikit menjauh dari pusaka cakram trsbt.


Dari patriak,Ruo, Zang Shan, Qian Qin, Liu Bai, Bai Huang, Wan Li, dan Samo Chun, semua sudah mencoba dengan meneteskan darah mereka dan menyalurkan Qi serta kekuatan spirit, namun tak ada yg berhasil mengendalikan pusaka cakram tersebut.


Tinggal Wuji sendiri yang seprti enggan mencoba....


"saudara,,, kenapa kau tak mencoba" Tanya Wan Li


"Tidak... aku tak tertarik" ucap wuji singkat.


"hehehee,,,, tumben sekali, saudara kita yang satu ini tak percaya diri" ejek Liu Bai.


"Hohoho.... tenang saja, si paling tampan ini tak pernah merasa jelek" sanggah wuji.


"lalu kenapa kau tak mau mencoba" tanya Wan Li


"ck... asal kalian tau,,,, aku tak trtarik mencoba menjadi tuan dari piring terbang itu, karna cuma ada satu,,, sedangkan kita banyak" celoteh Wuji


"aaiiiiissssssss,,,,, bisakah sekali saja cari alasan yang tepat" Wan Li geram dengan alasan Wuji.


"Bocah,,, coba saja dulu," giliran patriak Li yang geram.


"ya... ya... ya... baiklah, Mohon bersabar saudara," Wuji melangkah malas mendekati pusaka cakram yang berputar pelan itu.


"Bagus,, siiihhhhh....." Wuji memperhatikan detail cakram di depanya.,,, lalu menyentuh cakram itu dengan jarinya, karna merasa penasaran.

__ADS_1


creeeshhh


Jari Wuji tak sengaja tersayat oleh pisau cakram,dan darahnya menetea pada pusaka cakram itu.


"ah.... sial, belum apa apa sudah membuat si tampan ini terluka" umpat Wuji kesal, dan segera dia mengedot luka jarinya.


whhhuuuuzzzzzzzzz...........


Tiba-tiba, putaran pusaka cakram itu makin cepat, dan memendarkan cahaya emas yang menyilaukan.


semua orang menutup mata karna merasa silau... namun, hanya Wuji yang tetap berdiri mematung menatap pusaka cakram di depanya.


" Ternyata benar, kau keturunanku bocah,,,, gunakan Pusaka Guang ini sebaik mungkin"


Wuji yang masih berdiri mematung, sangat jelas mendengar suara di telinganya.


Zzzeeeeebbbbppppp...


Cahaya itu redup dan mendadak hilang, namun Cakram itu mengelilingi pergelangan tangan Wuji.,,, dan membentuk kecil menjadi terlihat seperti sebuah gelang.


"Wuuaaaahhhhhh,,, ternyata cakram ini keren juga,,, hehehee" Wuji tak memikirkan ttg suara yang dia dengar, karna tak penting menurutnya, ia hanya merasa senang mendapat pusaka yang dia anggap seperti mainan.


"Patriak,,,, apa bocah ini memang sudah sakit dari dulu"


Yao Wendhi, tiba tiba mengagetkan semua orang dengan pertanyaanya ttg Wuji.


"yaaa.... memang,,, bahkan dari lahir"


Patriak yang sangat kesal dgn Wuji pun menjawab asal.bagaimana tidak merasa kesal, orang selainya menganggap pusaka cakram, sebuah senjata hebat, sedangkan bagi Wuji hanya mainan.


"jangan salah paham patriak,,, setauku panah langit adalah senjata terhebat dan paling cocok untuk murid tertampan mu ini" cletuk Wuji, menjawab kekesalan patriak Li.


"Senior,,, sekarang cakram ini sudah menjadi senjata tiri ku, selanjutnya apa yang aku lakukan dengan ini"


tanya Wuji pada Yao Wendhi.


"Apa kau bilang,, senjata tiri,,, kalau begitu coba gunakan senjata tiri mu itu untuk membelah batu bintang itu" Yao Wendhi, berteriak kesal seperti sudah tak tahan ingin meledakkan kepala Wuji namun dia tahan, dan memilih menyuruh Wuji untuk menguji senjatanya.


"ayy... ayyy... senior,,,,, eh tunggu, bagaimana aku bisa ke bawah,,, maaf senior, junior tak bisa terbang" Wuji menggaruk kepala.


"aaaaaaaaaaaaaaaa"


Bammmmmmmm.........


Yao Wendhi, benar benar sudah tak bisa menahan amarahnya lagi, dia berteriak mengeluarkan amarahnya, lalu menendang Wuji ke dalam kawah.


"Toloooooooooonnnnnggggg" Wuji berteriak minta tolong, dia terjatuh ke dalam kawah merapi.


"Bocah,,, gunakan elemen anginmu, dan kendalikan bocah sial itu... aaiiiissssss,aku bisa mati nahan kesal karna bocah sialan itu" Yao Wendhi, tak berhenti mengumpati Wuji, dan meminta Ruo untuk menggunakan elemen angin nya,,,,sementara yang lain, sebisa mereka menahan tawa melihat Yao Wendhi di buat kesal oleh Wuji.


"elemen angin,,,, topan pelindung" ucap Ruo


whhusssss,,,


segera.....pusaran angin mengejar Wuji, dan menyelimuti nya,,,, Wuji pun berbalut pusaran angin, dengan elemen angin Ruo bisa sesuka hati mengendalikan Wuji, juga bisa berkomunikasi melalui elemen angin yang juga menggunakan kekuatan spirit.


"Saudara Wu, sekarang gunakan pusaka cakram itu" ucap Ruo.

__ADS_1


"baik"


"emmm..... pusaka Guang, karna aku belum mengetahui teknik dan jurus apa yang terhubung dengan kekuatan mu,,, aku ingin kau memotong batu kerikil itu, "


Wuji yang benar benar tak tau cara penggunaan cakram itu hanya bisa berbicara seperti orang konyol.


wwhhhhhuuuuunnnnnnggggg


selesai wuji berucap, cakram di pergelangan tangan wuji itu melesat,,, dan membesar, berputar putar memgambang,.


wweeeeeeezzzzzzzzz........


ddrrrreeeetrrtttttttrr........


cakram itu melesat ke arah batu bintang raksasa,,,, dan memutari diameter nya.


krrreeekkkkkk....


kkrraaaakkkkkkkkkk......


suara retakan sangat jelas di dengar oleh semua orang.


Ruo yang mendengar suara retakan langsung menarik Wuji kembali ke atas.


"senior,, " ucap Ruo pada Yao Wendhi.


"emmm" Yao Wendhi, mengangguk mengerti.


"transformasi zirah naga" teriak Ruo sambil melesat turun ke arah kawah merapi. dan merubah dirinya dengan sosok berzirah lengkap.


"elemen angin,,, topan pelindung"


wwuuusssssss..........


Ruo mengendalikan potongan potongan batu bintang yang berhasil di belah oleh pusaka cakram Guang.


"formasi Yao,,,, pelindung utara"


Buuuzzzzzzzzzzzz.......


Yao Wendhi, menghamparkan formasi pelindung di seluruh kawah, untuk berjaga jaga bila saja meledak.


Ruo mengangkat potongan batu bintang ke atas, dan di terima oleh patriak dan para saudaranya yang lain, dengan elemen angin mereka.


semua saling bekerjasama, untuk mengangkat potongan batu bintang.


hinga seminggu, mereka baru bisa menyelesaikan seperempat dari batu bintang dan memilih menyudahi, karna terlalu memakan banyak waktu....


pada akhirnya, mereka meninggalkan wilayah lidah api, dengan membawa banyak sekali bahan pembuatan senjata.,,, Yao Wendhi, memberi jutaan inti spirit beast, sebagai pengganti batu pelangi, begitupun dengan Yao tutung, Yao Yien dan Yao Nying.


semua ahli tempa di libatkan, hanya untuk melebur bahan dan membentuk senjata tahap penyatuan inti roh adalah bagian Ruo dan empat Yao.,,, hingga tiga bulan, semua hampir selesai.


selain membuat pedang, tombak, kapak, panah ,gada ,saber, belati ,pisau dan senjata lainya,,,, Ruo dengan di bantu penempa lainya merancang pelontar tombak dan perangkap, juga membuat Zirah sangat banyak kusus untuk semua murid sekte lembah angin, serta semua penguasa wilayah.


Selesai berapapun jumlahnya, maka semua senjata itu langsung di kirim ke markas pusat masing masing wilayah, semua saling bahu membahu demi mempertahankan daratan yang merupakan tanah kelahiran mereka.


tepat enam bulan, semua pekerjaan selesai, ke empat Yao kembali ke hutan kematian, Ruo langsung menemui Lung di markas anak lembah angin, melihat semua persiapan dan kesiapan seluruh anggota pasukan kusus.

__ADS_1


Dan satu bulan kemudian,setelah seluruh pasukan lima wilayah sudah dengan semua persiapan,,,,


Tamu yang tak pernah di undang itu akhirnya datang, dengan dua puluh juta pasukan....................


__ADS_2