Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Pertarungan


__ADS_3

Dalam pertukaran serangan berikutnya, Ruo memilih bertahan dari semua serangan yang di kerahkan Lian Shen.


Dia memilih fokus untuk menemukan celah yang berkemungkinan menjadi kelemahan Lian Shen.


Namun setelah berjam jam,Jiang Ruo justru di paksa semakin tertekan oleh Lian Shen dan sama sekali tak menemukan kelemahan dari musuhnya tersebut.


Bammmmm...........


Ruo yang terlalu fokus pada pikiranya sendiri, harus mendapatkan serangan telak dari Lian Shen yang melemparkan tubuhnya sangat jauh.


Beruntung, serangan itu tak terlalu berefek pada si pemilik tubuh semesta itu.


Lian Shen kembali mengibaskan pedang ke arah Ruo,seraya melesat cepat memberi serangan lanjutan.


Ruo yang tak memiliki kesempatan berkelit langsung melindungi dirinya dengan...


"Sayap semestaaaa......!! "


BOOOOMMMMMMMMM.......


Sayap dengan lebar lima meter berkekuatan luar biasa itu,berhasil membuat Lian Shen terpental.


Lian Shen terlihat memegang dadanya, dengan tatapan terkejut...


"Bocah ini memiliki banyak kemampuan,aku tidak bisa menganggapnya remeh! " gumam Lian Shen, yang merasakan betapa kuatnya tekanan sayap semesta yang di miliki Ruo.


Ruo yang melihat, bahwa Lian Shen mulai mewaspadai sayap semstanya tersenyum kecil.


"ini saatnya keparattt!! " gumam Ruo.

__ADS_1


Swooooossssss.........


Kali ini, Ruo memainkan pedang taring neraka lebih agresif dengan daya tekanan yang luar biasa.


Meski setiap tebasan pedang taring neraka masih mampu di tepis dan di halau oleh Lian Shen. nyatanya,,, persepsi Dewa itu lebih di fokuskan pada setiap gerakan sayap semesta yang membuat dirinya lebih sibuk berkelit dari kibasan sayap semesta dari pada pernah taring neraka sendiri.


"Langkah Naga..... !!! "


Swoooosssss.........


Ruo kembali meningkatkan kecepatanya,begitupun Lian Shen yang sadar kalau lawannya tengah berusaha memberikan tekanan lebih pada setiap serangan baliknya.


Kilau cahaya akibat benturan dua pedang dan kekuatan energi masih mwnghiasi langit dan semakin terang, karena matahari mulai beralih dan berganti menjadi malam.


"Keluarkan semuanya, bocah sialan!!! aku akan dengan senang hati memperlihatkan perbedaan di antara kita!? " tukas Lian Shen.


Keduanya berkejaran di atas langit, saling menekan lalu menyerang,baik Jiang Ruo maupun Lian Shen. mereka memiliki tekad yg sama, yaitu mengalahkan lawanya.


Pertarungan itu berlangsung tanpa jedah dan tanpa istirahat,,,,


"Elemen Angin... pesona badai semestaaaa....!!!! ""Ruo mulai menggunakan kekuatan element andalanya,namun Lian Shen tak mau kalah langkah....


" Medan Air......... "Lian Shen melemparkan pedangnya ke ketinggian, lalu menggerakkan tanganya.


whooooosssssssssss..............


Ruo menciptakan pusaran badai yang sangat besar, sementara Lian Shen menciptakan gelombang air berbentuk pusaranpusaran cacing raksasa.


" Hyaaaaaaa............. "keduanya berteriak lalu sama sama menggerakkan tangan mereka dan....

__ADS_1


Whoooooooooooosssssssss...........


DEMMMMMMMMMM................


BOOOOOOMMMMMMM


BOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMM


Dua kekuatan Element di tingkat Bintang Raja berbenturan,,, kedua kekuatan saling bertabrakan, menggulung berputar dan saling lilit, yang akhirnya menciptakan sebuah gema suara yang sangat luar biasa kerasnya dan memiliki efek merusak sangat luas.


Keduanya tidak perduli dengan efek yang mereka buat,Pedang keduanya kembali di tebaskan....


"Seribu tebasan membelah semestaaa..... heyyyyyaaaaaaa" Ruo memegang pedang taring neraka dengan kedua tanganya, sambil berputar dengan kedua sayap semesta yang membungkus tubuhnya, agar pergerakanya tak dapat di lihat oleh Lian Shen.


Lian Shen tak mau lengah.....


"Tebasan Dewa, ,,,,kematian mutlak... hyyyyyaaaaaaaaa......... "


swoooooooosssssssssss...........


Lagi,,,!! dua energi besar melesat berlawanan arah seakan keduanya ingin menunjukan siapa yang terkuat.


Lian Shen dan Wu Jian menekan serangan energinya supaya menambah daya ledak dan kehancuran agar lawan terluka.


"Matilah, bocah sialaaaaaannnnnn!!! "


DDDEEEEEEEMMMMMMMMMMMM


BLAAAAAAAAAMMMMMMMMMMM....

__ADS_1


__ADS_2