
"Tidak tau apakah benar anda berada di tempat itu,atau tidak... semoga keadaan anda baik-baik saja" gumam Ruo.
Ruo lalu melakukan peradatan,ke semua seniornya,dia mendekati Komandan Wei Bo.
"Senior,,, junior titipkan kedelapan kunci dunia demensi itu pada senior" Ruo menangkup kan tangan, serta menilik semua wajah,dan menganggukkan kepala.
Debbbbbb.........
Ruo menghilang dari hadapan semua orang.meninggalkan jamuan teh sederhana bersama kaisar Bei dan petinggi lainya.
"Haaahhh" Kaisar membuang nafas.
"Saudara Bo,ikutlah dengan kami ke istana Kekaisaran"ajak kaisar pada Komandan Wei Bo.
" Hamba yang mulia.... " Komandan Wei Bo, mennagkupkan tangan setuju.
"Mari,,,, urusan kita di kota ini sudah selesai, kita kembali sekarang" kaisar dan semua orang akhirnya memilih meninggalkan kota Ran, kembali ke Kekaisaran.
*
*
Penjara Shang Gui,Pegunungan Merapi Shang Gui benua selatan.
"Grrrrrr......... "
__ADS_1
"Groooooaaaaahhhhh"
Jauh di dalam perut bumi,di dalam sebuah Gua raksasa,,, seekor ular naga api raksasa mendesis.
Naga api itu menatap tajam seorang pria berumur sekitar empat puluh lima tahunan,,,, Dengan kondisi yang cukup buruk.
Kedua tanganya terikat energi api, lehernya melingkar sebuah kekang energi yang sama, kedua kakinya tertanam kedalam batu sampai sepinggang.
keberadaan sosok itu,tepat di puncak sebuah bukit, di tengah danau lahar di dalam perut bumi di bawah gunung merapi Shan Gui.
"Graaaaahhhhhhhhh....... sessssss... "
Ular naga api itu kembali mendesis.
"Huoshan,,,, ada apa dengan mu hari ini,,, " tanya sosok yang terkekang itu.
"Hahahaaaa,,,,,, saya heran,bertahun tahun saya di kerangkeng,,, tapi tak sekalipun, aku melihat tuan mu,,, siapa sebenarnya tuan mu?dan apa tujuanya?"
"Roooaaarrrr,,,,, " Naga api meraung, seperti tak menyukai pertanyaan sosok yang terkekang itu,lalu mengangkat ekornya.
"Boooommmmmmmm..... "
Naga itu, menyabet kan ekornya ke lahar panas,,,menciptakan gelombang lahar yang sangat besar.
"Jiang Kun,,,,, kau selalu menanyakan siapa tuan dari naga api itu, bukan?"
__ADS_1
Sebuah suara tanpa sosok menggema.
"hooo..... jadi inikah tuan dari cacing api ini?" ucap sosok yang di kerangkeng, yang merupakan Jiang Kun, Sang Jendral Besar dari Kekaisaran Jiang,, Ayah dari Jiang Ruo.
Wajah dan sorot matanya sangat tegas,tak ada seguratpun ketakutan atau kesakitan dan sedih tersirat di wajah Sosok Jendral Besar itu.
"Jiang Kun,,, katakan padaku! apa arti Jiang Ruo, bagimu? "
Deggggghhhhhhhhh........
Mendapat pertanyaan dari sosok tak berupa,Jiang Kun tersentak.
"hahahaaa..... ada apa dengan mu Jiang Kun? " sosok tak berupa itu menertawai keterkejutan Jiang Kun.
"Tidak...... " pikir Jiang Kun membuang jauh rasa hawatirnya, dan kembali bersikap.
"Hei,,, tuan dari cacing api,jika kau bertanya arti Jiang Ruo bagiku,,,Dia adalah apa yang membuat diriku layak di sebut ayah,,, Dia adalah kelayakan yang ku anggap segalanya, dan kau... si tuan dari cacing api, siapapun kau jangan pernah menyentuh dan keluar dari urusanmu denganku" ada karahan di wajah Jiangkun,jiwanya menggebu saat sosok tak berupa itu menyinggung nama Jiang Ruo.
"Hahaaa..... Kau cukup layak sebagai seorang ayah rupanya Jiang Kun,,, atau boleh ku Panggil Sang Reinkarnator yang terbuang"
"Bangsat..... siapa kau sebenarnya,,, tunjukan dirimu bajingan" umpat Jiang Kun.
"Kau tak perlu buru-buru mengetahui siapa aku,,, jika semua kepentingan ku tercapai,kau hanya perlu memilih satu dari dua hal,kelak... hahahaha"
sosok tak berupa itu tertawa, hingga suaranya tak lagi terdengar, lenyap begitu saja.
__ADS_1
"keparatttt,,,, siapa dan apa tujuan kalian sebenarnya,kenapa kalian melibatkan ku dan saudara Jiang"Jiang Kun berpikir keras,dari saat dia terjebak dengan rencananya sendiri bersama kaisar Jiang, hingga sampai dia tiba tiba terkerangkeng di penjara Shang Gui.
...............................