
Di sekte Teratai Hitam
"Lapor patriak,kristal jiwa milik tiga tetua hancur,juga Empat kristal jiwa lainya redup" Seorang tetua yang berperan sebagai penjaga kusus bagian,tergesa gesa dengan laporannya.
"Apa kau yakin pak tua"
"ya patriak, saya sangat yakin"
"hemmmm,,,,,sudah berpuluh tahun,tak ada kejadian seperti ini,apa kau tau sesuatu mengenai informasi penyebab kematian ketiga tetua itu?"
"Ya patriak,,, dari jejak rekam jiwa mereka yang tewas,hal itu di lakukan oleh seorang pemuda"
"apaaaa? apa kau yakin? "
"Saya sangat yakin, patriak... bahkan dia menyebutkan namanya"
"siapa? "
"Ruo,,, di menyebut dirinya bernama Ruo patriak"
"Ruo..... " patriak lalu berdiri.
"Patriak,,, seprtinya,masalah ini di karenakan Ruo telah menyembunyikan wanita yang di inginkan Tuan Muda Shang "
"aisssss..... setiap masalah,memang tak jauh dari ulahnya"
"Tetua,,, kerahkan beberapa ratus tetua Dewa Agung, juga Dewa Suci... tangkap pemuda yang bernama Ruo itu,,, dan telusuri asal usul identitasnya" patriak memberi perintah penangkapan untuk Ruo.
"Dan juga,,, panggil Shang'er untk menghadap ku"Patriak terlihat mulai marah,entah pada Ruo atau anaknya.
*
*
__ADS_1
"ahahhaaaa.... paman,Ruo'er berhasil menangkap ikan, hhahaaa"
"Jangan terlalu ke tengah nak,,, kau belum pandai berenang... "
"Tenang saja,,, kan ada paman yang akan melindungi Ruo'er"
"iya,,, kamu memang benar,tapi kau juga harus bisa melindungi dirimu sendiri,, karna kelak,kamu akan menapaki jalan mu sendiri nak Ruo"
Ruo tenggelam peda kenangan masa kecilnya,dia hanya diam dan sesekali menghela nafas.
"Semua ingatanku, memang hanya berkaitan dengan paman Guo, dan semua sahabat di sekte Lembah Angin" Pikir Ruo
"Namun sepertinya Takdirku,,,aissssss" Di atas sebuah batu besar, Ruo menikmati kesendirian dengan rebahan di temani kenangan.
"ahahahaaaaa,,,, saudara,jangan lupa,,,, sebut nama saudara tertampan mu ini, tiga kali dalam sehari" tiba tiba,, terlintas bayangan Wuji dengan sikap konyolnya pada pikiran Ruo
"Sial.... bahkan perbedaan alam tak mengubah sikap konyol nya" umpat Ruo,yang sepintas mengingat Wuji.
Pada akhirnya,Ruo yang kehilangan ketenangannya gegara Wuji yang melintas dalam pikiranya, memilih bersikap lotus,dan menyerap energi alam di sekitar.
Ruo menyalurkan energi alam pada meridian,dan kembali mengumpulkanya pada lautan Qi Dantianya.
Lama kelamaan, Ruo larut dalam ketenangan,hingga kesadaran spiritualnya menembus kekosongan yang ada pada dirinya.
"Apa ini? "
Ruo merasa heran, dengan kekosongan yang dia temukan berada pada jiwanya.
Memilih untuk tidak melanjutkan, Ruo segera mengembalikan kesadaran spiritualnya seperti semula, dan membuka mata.
"aneh...." gumam Ruo,yang memikirkan kekosongan yg dia temukan tadi.
"apa jangan jangan????? " Ruo berspekulasi tentang kekosongan itu.
__ADS_1
"apa sebaiknya aku coba saja" Ruo yang merasa aneh heran sekaligus penasaran, mulai mengumpulkan tekad.
"Di alam ini,,, semua hal yang ada selalu bersama alasanya... emmm... baik, akan ku cari alasan itu" Ruo meneguhkan hati.
Ruo kembali berkonsentrasi.
"Elemen Ruang,,,"
Blaaaaaarrrrrrrrrrrr...................
Sebuah kekosongan akhirnya tercipta Ruo kemudian membuka mata, dengan tetap menyalurkan energi dari elemen ruang.
"Jadi benar, ini adalah elemen Ruang,,, aku kira tak seluas ini,,, aissssss.... salahku yang malas berlati selama ini"
whuuussssss,,,,,,,
Ruo mengeluarkan pedang pembalik semestanya.
"Ketiadaan tak di katakan ada tanpa adanya ada, adanya ada karna ada, dan ada tak di katakan ada tanpa adanya ada" Ruo terus mengucap hukum Ruang kekosongan.
"Pedang pembalik semesta,Sayatan Ruang semesta... tcaaaahhhh"
sssrrrraaaaaakkkkkkkkk...........
Ruo menyayat kekosongan, dan terjadi hal yang sangat luar biasa mengagumkan.
Kekosongan itu tersobek oleh sayatan pedang Ruo.
mendapati hal itu,,, Ruo memjamkan mata,dan memerintahkan kesadaran spiritualnya pada satu tujuan, yang di salurkan pada elemen dan hukum Ruang.
Zeeeeepppppppppp..............
Ruo memasuki sobekan Ruang itu, dan lenyap bersama hukum ruang yang dia ciptakan.
__ADS_1
.................................