Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Berpamitan


__ADS_3

Hari itu,,,, Pulau Naga menjadi saksi tempat,tumpahnya darah dari ratusan juta kultivator.


Mereka semua yang tewas, di kuburkan secara masal, dengan bantuan seluruh kultivator dari pengguna elemen tanah.


Sementara bagi semua pasukan yang selamat, seluruhnya melakukan peradatan untuk mengiring kepergian teman, saudara, dan sesama kultivator.


Ruo cs,berdiri di belakang Ling Su Yuan,untuk mengikuti proses penguburan masal trsbt.


"Ruo'er,,,setelah ini, ikutlah bersama ibu ke sekte Ling, dan juga kalian" Ling Su Yuan, membujuk Ruo cs


"Ruo'er akan ikut... " Jawab Ruo


"Emmmm.... " Ke enam sahabatnya pun mengangguk setuju.


"Baiklah,,,, karna prosesi pemakaman selesai,lebih baik Ruo'er pamit pada Ptriak Jian,,,krna bagaimanapun.... Dia sudah menganggap mu, bagian dari sekte pedang angin" Pinta Ling Su Yuan


"Baik,,, Ruo'er pamit untuk menemui patriak Jian" Ucap Ruo


Whuuussssss.........


Setelah Ruo pergi,,,Ling Su Yuan menatap ke enam sahabat anaknya.

__ADS_1


"Sungguh sangat lucu, jika seorang ibu,,, menanyakan tentang bagaimana anaknya tumbuh, pada kalian yang sebagai sahabatnya" Ucap Ling Su Yuan, pada Qian cs, dengan wajah sedikit menunduk.


"Namun,,,, melihat bagaimana kalian memperlakukan satu sama lain,,, bibi yakin, Ruo'er tak merasa sendirian,,,dan bibi sangat berterimakasih,, karna menjadi sahabat trbaik bagi Ruo'er.. "


Ling Su Yuan, berterimakasih dgn tulus pada Qian cs.


"Bibi ibu,,,, percayalah,justru sebaliknya,,, rasa terimakasih kami pada saudara Ruo sampai kapanpun takan cukup,,,, Bibi Ibu, bisa lihat kami sekarang,,,,,, hampir semua yang kami miliki, adalah arahan dari saudara Ruo" Ucap Wuji


"Ya... Bibi ibu,saudara Wuji benar,,,, " Sahut Zhang San dan yang lain.


"Ruo'er tidak salah menganggap kalian sebagai saudara,,, tapi...... Kenapa kalian menggil Bibi dengan sebutan Bibi Ibu" Tanya Ling Su Yuan heran.


"Eh...... " Ling Su Yuan heran, sekaligus mencerna maksud dari Wuji namun hasilnya tetap bikin pusing.


Dewi Langit, menghabiskan waktu berbincang dengan Qian cs, sambil menunggu kedatangan Ruo.


Ruo sendiri, saat ini sedang berpamitan dengan patriak Jiang dan yang lain.


"Drama Langit, memang tak terduga.... Seorang anak datang bersama dendam dari daratan Zurhen,dan memutar balikan cerita yang tak di sangka, terlebih... Anak itu adalah anak dari Dewi langit.... Aissss"


Patriak Jiang, benar benar tak bisa berfikir lagi.

__ADS_1


"Sam dengan anda patriak,hanya saja junior bersyukur di pertemukan dengan ibu, yang bahkan baru kali ini aku lihat"


"Nak Ruo,lalu bagaimana dengan ke empat sahabat Jian mu nanti... "


"Patriak,,, takan ada yang berubah,,,, selamanya mereka adalah sahabatku.. "


"Akan lebih baik, jika saudara Jian Luo dan lainya, tetap di sekte... Kecuali,,, mungkin Saudari Jian Ning, yang memiliki tanggung jawab sebagai Matriak sekte.. "


"Aku memilih percaya pada mereka, daripada meragukan dan meminta mereka bersamaku,,,,sahabat.... Bukan ttg ketika mereka selalu ada patriak,tapi percayalah,,,, ikatannya lebih dari itu"


"Baiklah,,,, aku percaya padamu,nak Ruo"


"Dan Sesekali berkunjunglah..... Krna Sekte pedang angin adalah tempatmu"


"Pasti,,,, pasti aku akan berkunjung patriak...... Junior mohon pamit sekarang, dan mohon sampaikan salam Pada ke empat saudara Jian... " Ruo menangkupkan tangan, dan melakukan peradatan, kemudian di meninggalkan patriak Jian dan lainya.


Patriak Jian menatap bangga pada Ruo, meskipun Ruo memilih pergi, namun konstribusinya pasa sekte pedang angin, sangatlah besar.


"Sekte akan selalu menunggu kunjunganmu nak Ruo" Gumam patriak Jian.


......................

__ADS_1


__ADS_2