
Jian Ning, Jian Luo, Jian Wewei dan Jian Cok,,,, ke empatnya di buat sangat takjub dengan Ruo cs.
" Itukah,,,, para sahabat senior Ruo" Gumam Jian Ning.
"Ternyata,,,, apa yg di katakan saudara Ruo bukan isapan jempol"
Jian Luo, merasa dirinya begitu kecil di hadapan Ruo cs, meskipun kultivasinya berada pada ranah dewa bumi tahap puncak.
Berbagai pujian, di sematkan pada Ruo cs, tak terkecuali semua patriak dari seluruh sekte aliansi.
"Hei,,,, saudara Li, lihat semua wajah para pasukan di belakang kita" Ujar Wuji meminta wanli melihat pasukan yang berada di barisan belakang mereka.
"Iya.... Aku lihat,,, memangnya ada apa dengan mereka" Jawab WanLi sambil menusukan senjatanya pada pasukan Zi Shen.
"Aku justru mau bertanya,,,, kenapa wajah mereka trlihat begitu jelek" Cletuk Wuji.
Cressshhhh..... Bluugggghhh
Wuji memenggal kepala musuh sambil mengajak ngobrol...
dengan santainya, mereka bertarung sambil bertukar tanya...
"Aiiiisssss......."
Sreeetttttt......
Wan Li membelah tubuh musuhnya, sambil menggeleng kesal pada cletukan Wuji.
"Ah..... Sudahlah,aku paham kau pun tidak tau alasanya bukaaaaannnnn" Ledek Wuji.
"Aaaaaaaaaaaa" WanLi berteriak,,,dia benar benar di buat kesal oleh Wuji.
"Pasukan keparat,,,, kalian membuatku semakin kesal saja"
Slaassshhhhh...
__ADS_1
Deemmmmmm....
Bommmmm....
WanLi melampiaskan kekesalanya pada pasukan Zi Shen,dia memotong tangan, kaki,badan, kepala,,, sekenanya,.
"Wuaaaahhhhhh,,,,,, dasar pasukan uget uget,,,,berani beraninya kalian membuat saudaraku marah seperti itu,,,,rasakan akibatnya sekarang" Teriak Wuji, yang benar benar tidak tau diri, kalau dia yang telah membuat WanLi kesal.
Kelima saudara yang lain hanya bisa menahan tawa,dan merasa kasian pada WanLi... Lalu kembali menyiapkan serangan terakhir....
Boooooommmmmmmmm............
Ruo cs, melepaskan serangan dahsyat dan menewas kan pasukan Zi Shen yang tersisa.
"Selesai..... "
"Beresssss...... "
"Yassss...... Berhasil menang"
"Urrraaaaaaa..... Urrraaaaaaaaa"
Ratusan juta pasukan aliansi merayakan kemenangan mereka,dengan meneriakkan yel yel.....
Mereka saling berpegang pundak, sebagai bentuk ucapan selamat pada masing masing dari mereka, ada yang beloncat loncat, ada yang tertawa, ada yang menangis, ada juga yang hanya berdiri dan menundukkan wajah.
ada yang mengangkat senjatanya ke atas.
Semua ekspresi kemenangan mereka luapkan bersama semua emosi.
Kemenangan, bukan hanya milik Ruo dan cs nya, bukan pula milik sekte Zi atau pedang angin, bukan pula milik sekte Ling dan Dewi langitnya, serta ratusan sekte lainya.....
Kemenangan itu adalah milik bagi mereka semua,baik yang selamat atau yang tewas dalam perang,,,,
medan perang yang sejatinya di persiapkan untuk sekte Zi dan Sekte Pedang Angin beserta aliansi, berubah menjadi pertempuran untuk tujuan yang lain,,,, yaitu memerangi para penghianat dan cikal bakal pemberontak benua Zen.
__ADS_1
Kini,,,, baik sekte Zi ataupun sekte pedang angin dan aliansinya,bisa berjejer di garis barisan yang sama untuk benua Zen.
Mereka saling merangkul, tanpa ingin memukul,mereka semua merasakan kemenangan yang sama, dalam satu wadah emosi yang sama.
Dari jauh,,, Ruo cs menatap seluruh pasukan aliansi dan sekte Zi, mereka bertujuh berdiri gagah, dengan senjata yg tertenteng di tangan mereka.
"Saudara,,, aku jadi curiga, kemanapun kau pergi akan ada peperangan seperti ini" Wuji berspekulasi pada sosok Ruo.
"Yaaahhh..... Mau bagaimana, bukan aku... Tapi keadaan yang menghadirkanku" Tutur Ruo.
"Sayang sekali...... " Wuji menggelengkan kepalanya.
"Eh...." Mata Ruo berkedut, dan dia mengangkat sebelah alisnya
"Sayang sekali kenapa, saudara Wu.... "
Tanya Ruo
"Ah... Tidak,,,, sebagai saudara, takutnya kau tak bisa memiliki pasangan nanti" Cletuk Wuji.
"Apa hubunganya..... " Sangkal Ruo
"Aiissssss....... Saudara,,, sudahlah.... Biarkan hanya si tampan ini yang mengerti"
Wuji membusungkan dadanya, sombong.
"terserah mu sajalah,,,, sekarang,mari kukenalkan kalian pada ibuku" ajak Ruo
"ibu... apaaa... ibu, saudara..... kau serius punya ibu" Wuji dan lainya merasa terkejut,dengan pemuturan Ruo.
"kenapa wajah kalian terkejut seperti itu,,, " Ruo menatap aneh pada para sahabatnya.
"ennggggg,,,,,,bukan apa apa,lebih baik kita bertemu dan berkenalan dengan Bibi Ibu" ujar wuji.
ketujuhnya, kemudian melesat dengan Ruo yang memimpin.
__ADS_1
..................