Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Patriak Hu


__ADS_3

Bertanya pada orang yang mengumumkan sayembara adalah kesalahan yang sangat fatal,bagi Ruo.


whuuusssss...... whusssss..... whuuusss.... whusssssss.........


Dua puluh pria paruh baya berkekuatan Dewa langit puncak, dengan tiga orang berada di ranah Dewa suci mengelilingi Ruo.


Ruo dan A Nara menghentikan langkahnya,dan segera waspada.


Ke duapuluh sosok itu berdiri tenang menatap Ruo dan A Nara, dengan tangan melipat di dada.


beberapa prajurit yang melihat, segera melaporkan hal itu pada komandan mereka, yang lantas segera menghampiri orang orang trsbt.


"Patriak Hu,,, ada hal apa, anda dan para tetua tiba tiba berada di tmpt ini" tanya sang komandan


"Komandan Li,,, kembalilah ke tempatmu,ini adalah urusanku" jawab patriak Hu tanpa melihat wajah sang komandan.


"Tapi....... "


"Pergilah..... " patriak Hu menyuruh kembali. sang komandan lalu melirik pada Ruo dan A Nara,kepalanya menggeleng kemudian komandan berbalik arah mengajak puluhan pasukanya kembali ke pos jaga.


"Siapa namamu anak muda.. " Tanya patriak Hu pada Ruo.


"Nama junior Ruo,,, dan ini saudari Nara" Ruo mengenalkan diri dan juga Nara.


"Anak muda,,, aku ingin Nara ikut bersama kami,,, apa kau keberatan" ucap patriak Hu.


Ruo kaget dgn maksud patriak Hu yg ingin membwa A Nara... matanya lalu berkeliling kesemua tetua.


"Tak perlu berfikir untuk mencoba melawan atau melarikan diri,,, jawab saja,,,, apa kau keberatan" kembali patriak bertanya, yang kali ini dengan nada yang serius.


"maaf senior,,,, junior keberatan" jawab Ruo.


chiuuuuuu............


Bommmmmmmmmmmmm......


Ruo terlempar oleh serangan tiba tiba dari salah satu tetua....


"Gegeeeee........ " Nara berteriak, dia berlari menghampiri Ruo.


Buzzzzzzzz...........


tubuh Nara terlilit sebuh tali energi,membuatnya tak bisa bergerak.


tali itu di tarik kembali dengan Nara yang kini tertangkap oleh salah satu tetua.


Ruo berdiri,,,, dia menatap bengis seluruh tetua terutama pada patriak Hu.


"Pak tua,,,, katakan,,,,,, dari sekte mana kalian berasal.... " tanya Ruo.


"lancang...... " whuuuuusssssss....


salah satu tetua menyerang Ruo..


kreeeepppppp.........


Ruo langsung mencengkram leher tetua yang menyerangnya,.


kraaakkkkkk..........


duarrrrrr


leher tetua itu langsung di patahkan, lalu kepalanya di ledakkan oleh Ruo, dengan mata Ruo yang masih menatap patriak Hu.....


Melihat perbuatan Ruo.... seluruh Warga dan kultivator segera meninggalkan tempat itu,,, mereka tak mau terlibat, apalagi ikut campur.


"Bangsat..... "


chiuuuu.... chiuuuu.... chiuuuu.......


Puluhan serangan mengarah pada Ruo,Ruo melesat menghindar sembari menerjang ke arah musuhnya.

__ADS_1


"Duri landak baja angin..... "


whuuuuusssssssss........


Duri landak beserta angin menyelimuti tubuh Ruo berbentuk cincin angin.


Chiuuuuuuu........


Ruo mendorong Duri anginya, beradu dengan serangan energi para musuh.


zeeeeeepppppp..............


srrraaaaaaapppppppp..........


Duri angin Ruo mengerucut, saat beradu dengan serangan energi musuh, dan membelahnya...Duri angin tak bisa di tahan dan terus melesat.


Clleepppppppp..........


Booooommmmmmmmmmm...


Dua musuh meledak.....


Patriak tak tinggal diam,,,


"Medan gunung........ " Patriak menggerakkan tanganya.


Buuuuummmmmmmmmm..........


Ruo mendapat tekanan dari jurus patriak Hu, gerakanya melambat Ruo menggeram keras.


"serang sekarang.... " perintah patriak Hu, mendengar itu.... Ruo tak mau kalah.


"tranformasi....... "


Demmmmmmmmmm........


Zirah naga langsung menutupi Seluruh tubuh Ruo, dengan Dua sayap Qi di punggungnya.....


Chiiiiiuuuuuuu..............


Whhhuuuuuuuuusssssss............


Ruo mengibaskan sayap Qi nya, untuk menghalau serangan serangan musuhnya.


meski masih dalam tekanan jurus medan gunung milik patriak Hu, Ruo mengindhkan itu...


" Elemen angin,,,,, medan angin.... "


Baaaammmmmmmm..............


Ruo beradu tekanan medan dengan patriak Hu.


"Cincin angin....... "


Blaaaaaaaaarrrrrrr.............


Dwmmmmm........... Demmmmmm.


medan gunung milik patriak Hu memendar,,,, tak kuat menahan medan dan cincin aangin milik Ruo.


lepas dari tekanan medan gunung,,, Ruo melesat ke arah patriak.


Buakkkkk...... bam... bammmm...


belum sempat menyentuh tubuh patriak, Ruo mendapat pukulan dan tendangan dari beberapa tetua.


whhhhuuuussssss.......


Ruo mengibaskan Sayap Qi nya dan mementalkan para tetua....


"Duri landak..... "

__ADS_1


slaaaaaaapppppppp..........


cleppppppp.... cleppppp... cleeeppp


duarrr.... duuuaaaarrrr.... duuuaaaarr


tiga tetua kembali di ledakkan.


Booommmmmmm......


Ruo sedikit lengah,,, dan mendapat serangan dari patriak Hu,,, keduanya lalu bertarung dengan sengit,,,.


trang.... trannngggg...... Patriak menyabetkan pedangnya, namun dapat di halau oleh perisai naga.


Whuuuuussssss.......


Ruo mengarahkan ujung sayap Qi pada leher patriak, namun dapat di hindari.


"Pedang naga,,,, nafas api naga" patriak mengibaskan pedangnya, dan mengeluarkan kobaran api yang sangat besar ke arah Ruo.


"perisai naga.... "


Booommmmmmm..... Booommmm


serangan patriak dapat di tahan oleh perisai naga Ruo.


"Langakah angin..... " sllleeeeepppppp


secepat kilat Ruo melesat ke arah Patriak Hu.


"pedang pembalik langit.... sayatan langit.... " Ruo mengeluarkan jurus senyap andalanya.


sreeeeettttttt............... srreeeettt


"aaaarrrrgggghhhhhhh"


Ruo memotong dua tangan patriak Hu.


buaaaakkkkk..... buakkkk....


kegeraman Ruo belum selesai,dia memukuli Patriak Hu meski sudah dalam ke adaan buntung tangan.


Whhhhuuuuussss............


setelah Ruo memastikan patriak Hu tak berdaya, dia kembali melesat ke arah semua tetua yang tersisa.....


srettt.... srettt.... sreettt.... slasssshhh


Sisa para tetua langsung di tumbangkan oleh Ruo dalam sekejap.


Ruo pun lalu kembali pada patriak Hu.


"Pak tua,,,, aku dan saudari Nara, baru saja sampai di alam ini,,, entah apa maksud mu ingin membawa Nara,tanpa memberi alasan..... "


"jadi maaf,,, akupun akan membunuh mu tanpa alasan.... "


Clleppppppp...........


Ruo menusukan satu Duri landak baja angin, ke jantung patriak Hu.


"Geuuukkkkkk"patriak memuntahkan banyak darah, lalu tewas seketika.


" haaaahhhhhh" Ruo membuang nafas,lalu melihat sekeliling, mencari A Nara.


"Tuan muda,,,, nona muda ada bersama kami di pos jaga" salah satu parjurit menyampaikan pada Ruo.


"Benarkah,,,, "


"iya tuan muda,, mari kita ke pos jaga"ajak prajurit itu.


" yang lain,,, tolong bereskan mayat mayat mereka" pinta prajurit yang mengajak Ruo.

__ADS_1


Prajurit itu kemudian menuntun jalan menuju pos Jaga prajurit ke amanan.


...................................


__ADS_2