Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Katak dalam sumur


__ADS_3

Di tengah kebingungan dengan apa yang akan ia lakukan pada air inti spiritual, Ruo memilih mengambil sikap lotus,memfokuskan diri pada kultivasi dan menyerap energi spritual yang melimpah di sekitaran ruang gua. ia meyakini, dengan energi itu ia akan bisa memperkuat kekuatan spiritual atau jiwanya sebagai seorang kultivator.


sehari penuh, Ruo menyerap energi spiritual dan diapun membuka mata.


"Baiklah,,,, aku rasa aku sudah siap"


selesai berkata, Ruo membuka seluruh pakain nya, dan perlahan memasuki kolam air inti spiritual.


"aaarrrrggghhhh""


sakit mulai menyerang Ruo, baik kulit, daging, tulang, bahkan sampai jiwanaya.


Ruo seperti tengah menjalani siksaan yang teramat menyakitkan, rasa sakit yang bahkan tak pernah bisa dia bayangkan.


"aaarrrrrggggghhhhhh""""


jeritan Ruo menjadi jadi tanpa tau kapan hal itu berakhir, namun dari semua siksaan yg Ruo rasakan, manfaat dari air inti spiritual itu sepadan.


saat ini, baik kulit, daging, tulang maupun jiwa Ruo tengah di tempa menjadi sangat kuat


"cruckkkk.... "


krak.......


kraakkkkkk......


kwalitas tulang Ruo yang tadinya hanya Tulang srigala, sekarang menjadi kwalitas tulang naga langit, dimana tulang naga langit adalah kwalitas tulang terkuat yang sebelumnya belum pernah ada di seluruh benua.


"bommmmm...... "


bommmmm.......


bommmmmmmmm.....


suara teredam, dari dentian Ruo bahkan lebih dari benerapa kali, hingga terhenti ketika kultivasi Ruo berada pada ranah Kaisar langit tahap puncak, terkuat di bawah ranah Kaisar suci, yang saat ini seorang anak yang hanya hampir berumur 13tahun dapat di sejajarkan dengan kekuatan seorang leluhur sekte besar. Dimana rata rata saat ini, para patriak baik dari sekte manapun, hanya berada pada ranah Kaisar bumi.


bisa di bayangkan, manfaat dari air inti spiritual yang Ruo serap secara langsung saat ini.


bahwasanya,,, air inti spiritual hanya menjadi legenda dan mitos, bagi para kultivator, keberadaan yang di temukan Ruo saat ini, adalah sesuatu yang lebih dari kata keberuntungan, apalagi kalo bukan takdir.


sebulan berlalu, tiada lagi terdengar jerit kesakitan dari mulut Ruo... ia tenang duduk dengan sikap lotus, sambil menyerap energi yang tiada habis.


di hari ke empat puluh,perlahan Ruo mulai membuka mata, dan melihat sekitar......


"aahhhh,,,,, inikah kekuatan seorang Kaisar langit,,,, "


wheeeesssss....


dalam sekejap Ruo berpindah tempat.


"tanpa inti elemen, tubuh ini tetap seperti wadah kosong" Ruo menyadari apa yang menjadi kekuranganya.meski ranah tinggi,kwalitas tubuh tulang dan jiwa telah tertempa. namun tanpa di tunjang dengan berbagai elemen, ia merasa seperti masih tanpa isi. belum sempurna.


"aku harus mulai membentuk elemen,di mulai dari meyerap inti beast berbagai elemen" pikir Ruo. yang tanpa Ruo sadari dari awal, hutan yang dia jelajahi adalah hutan terlarang, hutan netral yang tak di akui oleh wilayah kerajaan maupun Kekaisaran manapun karna tingkat bahayanya. bahkan sekte sekte besar sekalipun, melarang muridnya memasuki hutan itu, meski hanya sekedar berburu binatang biasa.


selesai dengan urusanya, Ruo pun keluar dari gua kolam itu, tak lupa Ruo memasukkan sisa air inti spritual pada botol ruang dan menyimpanya di cincin ruang beserta tanaman herbal yang bisa dia petik,setelah keluar dari gua,Ruo memilih beristirah kembali di gubuk yang menjadi tempatnya beristirahat.


hari berikutnya, kembali memantapkan semua jurus yang dia kuasai hingga mengulangnya selama seminggu kemudian.....


"aku rasa, latihanku di sini sudah cukup,,, tinggal mencari inti binatang beast bebagai tingkatan untuk membangkitkan elemen""" tanpa menunggu, Ruo memasuki hutan lebih dalam dengan busur di selempang pundaknya....

__ADS_1


empat hari Ruo menembus hutan kematian, empat hari itu pula belum ada beast yang di temukan hingga ketika ia sedang menyerap energi alam sekitar sekedar untuk menyegarkan tubuhnya,,,,,,


"ggreoooaaaahhh""


terdengar suara beast dari jarak yang tak jauh.


"akhirnya..... " Ruo merasa lega seperti dia menemukan jalan ketika tersesat. diapun mencari asal suara. dan menebar auranya agar menarik beast untuk datang


"Landak baja... beast tingkat 7" ada perasaan senang di hati Ruo mendapati beast yang tak jauh darinya adalah beast tingkat tujuh, dimna itu adalah beast tingkat pemuncak di bawah beast tingkat mitos legenda dan Ilahi.


"majulah... " teriak Ruo, seakan mengerti tantangan dari Ruo... landak baja itu langsung melesat menyerang Ruo dengan melepaskan duri duri di tubuhnya....


"grrooooaaaahhhh"


whizzzzttttt


zzepppppp


trang.....


trang.....


booommmmmm


ratusan duri baja dari tubuh landak melesat mengarah pada Ruo, namun dengan gesit Ruo menangkis dan mengalihkan duri duri baja itu pada obyek lain yang mengakibatkan ledakan.


"cukup pantas di katakan beast tingkat 7" ucap Ruo.


"pedang pembelah langit,,,, tebasan tunggal.... """


whiuzzzzzzzzzzzttt


Booommmmmmmm.....


"graaaaaaaahhhhh..... "


mendapat serangan dari Ruo, landak baja itu semakin menjadi, semua kemampuan landak itu kerahkan, baik cakaran, sabetan ekor, lesakan duri semua serangan itu di arahkan pada Ruo, yang membuat Ruo mulai berkeringat...


whuuunnnggggggg.......


boooommmmmm,,,,,,


bammmmmmmm


duaaarrrrrrrr........


whuzzzzzz....


menghindari semua serangan dari landak baja, Ruo melesat terbang tinggi menyiap serangan selanjutnya...


"pedang pembelah langit...... tebasan gunturrrrr.... tzcaaaahhhhh"""


zzzzeeeeeepppppppp


trataaaakkkkkkkkk


drrrreetttttttttttttttt.....


bllllaaaaaaaarrr

__ADS_1


Booooommmmmmmmm......


Ruo mengakhiri perlawanan beast landak, dan mengambil inti roh landak tersebut, tak lupa dia mengambil semua duri landak baja itu dan myimpanya di cincin ruang.


"pertarungan pertama ku, suksessss.... hehehe" Ruo tersenyumbangga karna memenangkan pertarungan pertamanya dengan seekor beast, terlebih tingkat 7.


selanjutnya dia melanjutkan perjalan nya semakin kedalam


dan bertemu berbagai beast, namun tak semua Ruo ambil inti rohnya, karna dia memilih hanya pada beast tingkat 5-7 yang dia ambil inti rohnya.....


whhusssss


blaaarrrrrr.........


di tengah pertarungan Ruo dengan beast laba laba tingkat 7,secara mengejutkan melesat seorang pemuda berambut kuning, matanya merah menyala, berdiri tenang menatap tajam ke arah Ruo.


bommmmm....


Merasakan aura kuat, Ruo dengan segera mengakhiri pertarungan dan menatap sosok dengan aura kuat tersebut.... keduanya saling memperhatikan.... hingga beberapa lama.


"anak muda,, apa yang membuatmu begitu berani memasuki dan membuat kacau di hutan kematian ini" pemuda berambut perak itu berkata dengan penekanan aura yang sengaja di tujukan pada Ruo, Ruo yang merasakan penekanan mencoba bersikap tenang dihadapan pemuda berambut perak itu.


"sebelum aku menjawab, siapakah senior" Ruo mencoba mengulur waktu dengan sedikit menanyakan identitas sosok di hadapanya sembari memulihkan qi nya.


"bukankah lancang, menjawab pertanyaan dengan pertanyaan, anak muda" suara sosok itu meninggi, dan makin menambah aura penekananya.


"namaku Ruo senior, dan aku mencoba peruntungan ku di dalam hutan kematian ini, meski sejujurnya aku tak tau nama hutan ini" Ruo mencoba jujur pada sosok itu


"Ruo.... perlu kamu tahu, ribuan tahun hutan ini tak terjamah manusia, hingga hari ini kamu adalah manusia pertama yang dengan lancang datang dan membuat kekacauan di wilayah ini,,,, sekarang katakan,,,, apa kah kamu masih mau menguji peruntungan mu, atau pergi meninggalkan hutan kematian ini" bentak sosok berambut perak itu.


"maaf senior,,,, aku adalah seorang kultivator, aku akan tetap menguji peruntunganku dengan usah dan kemampuan yang kumiliki"" ucap Ruo yang tetap berusaha tenang meski dalam penekan aura...


"Baik....... " ucap singkat sosok itu.


whuzzzzzzz.....


buuukkkkk.....


duaaaaaarrrrrrrrr.......


Booooommmmmm.....


"geeuukkhhh"


Ruo memuntahkan banyak darah setelah menerima serangan tunggal dari sosok pemuda berambut perak


hanya satu serangan, dan sebuah pukulan, Ruo,,,,kultivator yang berada di ranah Kaisar langit, di buat tak berdaya dan hampir tewas oleh sebuah pukulan.


"Benar kata paman,,, langit tak perlu pengakuan untuk di katakan tinggi" keluh Ruo, sambil memegang dadanya yang terasa remuk.


"apa ini,,,, ranah Kaisar langit, tubuh naga langit, jiwa.... ahhhhh.... ternyata masih sebuah omong kosong"" gerutu Ruo dalam benaknya, menyadari bahwa kekuatanya masih bukan apa apa.


"Ruo,,,,, masihkah kamu ingin menguji peruntunganmu itu""" tanya kembali sosok berambut perak itu pada Ruo.


"se... senior, setidaknya.. beritahu aku siapa senior" Ruo memaksakan diri bertanya dengan masih menahan rasa sakitnya....


""Nilaimu, cukup pada aku mengampuni nyawamu,,,, di lain waktu, tergantung ketika kamu datang sebagai manusia seperti apa, pada saat itu aku akan kembali menilai kelayakanmu...... sekarang pergilah..... """ ucap sosok itu pada Ruo, kemudian dia melesat meninggalkan Ruo yang masih mengerang kesakitan.....


"sungguh,,,, aku adalah katak di dalam sumur,,,, haahhhhh""" Ruo melepas napas sesaknya, dengan rasa tak percaya bahwa kekuatan nya masih bukan apa apa...

__ADS_1


__ADS_2