
"Ada apa bocah.... apa kau mencariku" dari belakang punggung Ruo, terdengar suara berat bertanya pada Ruo, Ruo pun berpaling punggung.
"hohoho..... sama sekali tak kusangka, hanya bocah 14tahun"
Ruo hanya menatap tenang dengan mata sangat tajam pada sosok yang kini ada di hadapanya.
"kenapa dengan tatapanmu itu bocah..."
"Apa kau,,, yang menyerang ku tadi" Ruo langsung ngegasss.
"Ya... aku yang menyerangmu tadi,,, kenapa, apa kau tak Terima bocah"
bentak sosok itu.
"Pak Tua,,,,,, siapapun kamu,,,, kamu sudah memiliki alasan yang layak untuk mati"
Bammmmmmmm.............
Ruo langsung meledakkan aura kultivasinya secara penuh.
whuuuuusssss..........
Ruo melesat,sambil mengeluarkan pedang nya....
"Bangsat kau bocah..... "
trang..... trang....
swuuuusssss........
Ruo dan sosok tua langsung saling mengadu ke ahlian,,, keduanya cukup sigap menghindari serangan yang mengarah kemasing masing.
"Aku tak tau masalahmu,,, tapi dengan menyerang ku,,,,,,,,,, "
"matiiii......... "
Bommmmmmmmm........,
Bommmmmm.......
Kedahsyatan serangan Ruo, tak mampu di tahan oleh sosok tua itu,dan dia akhirnya langsung tewas di tangan bocah 14 tahun.
Ruo kembali mengambil posisi berdiri.
"siapa pak tua itu sebenarnya..... " gumam Ruo, namun dia tak ambil pusing, dan kembali melesat meneruskan perjalananya.
Dari jarak yang jauh,ada seseorang yang ternyata memperhatikan pertarungan singkat Ruo.
"menarik... sangat menarik.... " orang itu memuji Ruo, dan tersenyum.
whusssss.......
sosok itu menghilang dari keadaan.
Sementara, Ruo kini hampir sampai,hanya beberapa kilometer dari kediaman Pung, namun Ruo menghentikan diri di udara tatkala dia melihat asap tebal membumbung tinggi dari arah kediaman pung.
__ADS_1
"Jangan jangan........ " Ruo mulai gelisah, panik dan hawatir..... seakan ada hal buruk yang sedang terjadi.
Swuuussssssss.....
Dan benar saja,,,, sesampainya Ruo di tempat kediaman Pung,,, banyak mayat bergeletakan,semua rumah kediaman Pung hancur dan terbakar.
Ruo dengan langkah gontai,menelusuri setiap tempat, dari ujung ke ujung.
Degggghhhhhhhh................
Tiba tiba,,,, Ruo termangu,mematung dengan tubuh gemetar......
"Ses.. Senior Pung" Tangan Ruo terkepal kerasss ototnya mengeras,,,, giginya mengerat.
Ruo melihat empat kepala seniornya terpajang di ujung tombak, dengan mata membelalak.
Setengah jam,,,, Ruo memandangi empat kepala tanpa tubuh seniornya, tanpa bergeser sedikitpun.... Hingga sebuah suara membuat wajahnya perlahan beralih.
"Jun.. Ju... Niorrr"
Orang itu adalah anggota keluarga pung yang selamat, namun dalam keadaan yang sangat mengerikan, tangan dan kaki nya terpotong, dadanya masih tertusuk tombak dan Telinganya terputus.
"Siapa......... " Ruo berkata pelan namun dengan perasaan yang sangat marah.
"Tttu... Ma........ aahh" Orang itu tak bisa lagi Menahan rasa sakit dan tewas setelah menyebut nama tuan Ma.
Melihat itu,,, Ruo menundukan kepala dan sesekali menatap langit.....
"Ayah,,,,, aku sudah memutuskan,,,,ku serahkan pada langit agar tetap menjagamu,,,,, sementara,,,,,, aku akan kesana di manapun tempatmu, melalui jalanku" Ruo meratap menatap langit.
"Elemen tanah....... "
Tanpa bergeser, Ruo mengendalikan tanah dgn elemen tanahnya, dan memgubur seluruh mayat leluarga Pung.
Hanya butuh beberapa menit, semua sudah selesai,, Ruo kembali diam dan bergumam..
"Tengkulak Ma...... "
Swuuuuuuussssssssssss.........
Ruo melesat terbang dengan kecepatan puncak.
Demmmmmmmmmm...........
Tanah berguncang, saat Ruo menginjakkan kaki tepat di depan paviliun Beast dan Ruo menatap bengis gedung paviliun itu.
Semua orang di buat terperangah dengan pemuda empat belas tahun, namun sangat kuat.
"Paktua Ma,,,, keluarlah" Ucap Ruo pelan namun menekan.
Whuuusssssss
"Hohoho........ Ternyata bocah yang bersama sampah Pung dulu,,,, " Tuan Ma tertawa arogan melihat kedatangan Ruo.
"Pak tua,,,, katakan dengan sekte mana kau membunuh dan menghancurkan keluarga pung" Ruo masih dengan suara pelan.
__ADS_1
"Hahahaaaaaaa............. Jangan membuatku tertawa...boc..... "
Sreeettttttttr..........
"Aaaarrrrrrggggggghhhhhh"
Tuan Ma berteriak kencang, dia kehilangan dua tanganya sekaligus.
"Seraaaaannnggggg"
Ratusan anak buah tuan Ma menyerang Ruo.
"Duri landak...... "
Swwuuusssssss.........
Cleppppp..... Clleppppppp.... Cleppppp.
Ratusan anak buah tuan Ma tewas tak tersisa, tertusuk duri landak baja angin Ruo.
"Aku kira,kau lebih memilih berteriak,,,, dari pada menjawab, pak tua.... "
Sreeetttttt...........
"Aaarrrrggggghhhhhhh"
Lima jari kaki tuan Ma, terpotong rapih,,, semua orang yang menyaksikan kekejaman Ruo, lebih memilih pergi karna tak kuat melihat apa yang di lakukan pemuda 14tahun itu.
"Apa masih ingin yang lainya" Tanya Ruo yang masih menatap tajam tajam tuan ma
"Tidak tidak,,, tolong ampuni aku anak muda,,,,, akan aku katakan,,,,akan aku katakan...... Mereka dari sekte Kalajengking anak muda" Wajah ketakutan Tuan Ma, makin memucat.
"Matilah....... " Ucap Ruo.
Creeeesssssshhhhhhh....
Bughhhhh.......
Kepala tuan Ma terpisah dari tubuhnya, dan mengelinding.
"Pedang pembalik langit..... Hukuman langit.... Heeyyyaaaaa"
Ruo mengarahkan pedangnya ke gedung paviliun Beast....
Demmmmmmmmm........
Blammmmmmmmmmmmm
Booooooommmm..... Booommmmmm
Gedung paviliun beast, hancur luluh lantak, dan rata dengan tanah, hanya dengan satu sabetan pedang pembelah langit milik Ruo.
Ruo menatap sejenak pada bangunan yang tak lagi ada.......
"sekte kalajengking...... "
__ADS_1
Swuuuuisssssssss......
...........................