Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
PTSKS S2 (Chp1)


__ADS_3

Enam bulan waktu tepat di pagi nan sejuk hari ini,udara dingin masih menyelimuti wilayah sekte Lembah Angin Semesta,Jiang Ruo terbangun dari istirahatnya.


Dia melangkah ke arah jendela kamar, dengan wajah yang khas selayaknya orang bangun tidur.


"Hoaaaammmmm.... " Ruo membuang sisa kantuknya, sambil meregangkan kedua tangan,dengan wajah mengarah timur,badan bidangnya bersiap memeluk sinar fajar,, seperti kerinduan yang telah menunggu dalam semalam.


"Baaaa..... " Saat Ruo hendak menguap, tiba tiba suara dan muka Wuji mengagetkan nya.


"Bangsaaa........"


"Booommmmmm...... "


Ruo yang tersentak karna di kagetkan Wuji,hendak mengumpat namun segera mulutnya tercekat.


Hanya saja,,karna keterkejutanya,Ruo kadung melepaskan serangan,dan membuat Wuji terpental sangat jauh.


"Saudara sialaaaannnnnnn" teriak Wuji yang terlempar terbawa oleh serangan Ruo.


Beruntung,, Wuji sudah bersiaga dengan cakram Guang,yang melindungi tubuhnya dari serangan kaget Ruo.


"aaaa..... " Ruo hanya bisa membuka mulutnya terbengong bengong,melihat yang di serangnya adalah Wuji.


"Bammmmm.......


Suara benturan tubuh wuji,membangunkan beberapa orang penghuni sekte.


" Aizzzz..... pasti ulah bocah itu lagi"Patriak Li, yang kebetulan sesaat terbangun karena suara ledakan dan menebak penyebab dari ledakan itu,memilih melanjutkan istirahatnya.


Lain halnya, dengan lima saudara Wuji yang lain,,, mereka langsung melesat ke pusat suara ledakan.


"Saudara Wu,,, kau masih saja tidak kapok mengganggu saudara Ruo" ucap Zhang San, yang sudah tak heran dengan kelakuan Wuji.


"Ya benar,,, jika bukan saudara Ruo,kau melakukanya pada kami" sahut WanLi


Mendapat berbagai omelan dari para sahabatnya,Wuji hanya cengengesan memasang wajah tak bersalah.


"Hai,,, saudara se alam dan sepergaulan, kalian dengan renyahnya mengomeli saudara tertampan kalian,tanpa menghargai maksud dari si tampan ini" Wuji mulai membela diri.


"Aku hanya memastikan,tiap hari semua saudaraku baik baik saja!! terlebih, Saudara kita yang masih kesepian itu" ucap Wuji, sambil menunjuk ke arah kediaman Ruo.


"Sudahlah!!!percuma juga si tampan ini menjelaskan bla.. bla.. bla... kalian takan mengerti "merasa tak ada tanggapan,, Wuji kembali bersikap PD


"Hari ini, apa kegiatan pertama kita? " Wuji yang tak lagi ingin kena omelan saudara saudaranya, mencoba mengalihkan pembicaraan.


Semua saudara Wuji yang paham dengan arah pertanyaan Wuji,,,saling pandang, lalu menatap mantap pada Wuji.

__ADS_1


"MANDI...!!!!! " ucap kelima saudara Wuji serempak, lalu melesat meninggalkan Wuji sendiri.


"Haizzzz...... mereka seperti sedang bersekutu melawan si tampan ini... tenangggg..... setidaknya,masih ada saudara Ruo yang berada di pihakku... hehehee.. " Keluh Wuji, lalu membersihkan bajunya yang kotor.


Sejurus kemudian, Wuji pun memilih kembali ke kediamanya,yang kedatanganya sudah di tunggu oleh pasanganya.


"Eehh.... Ru'er ku sudah bangun ternyata" dengan senyum khasnya, Wuji mendekati Shin Ru, lalu mengecup lembut keningnya.


"Gege dari mana?? " tanya Shin Ru, yang heran melihat baju suaminya sedikit kotor.


"ah... biasa,,, Gege menyapa saudara Ruo, sayang" Jawab Wuji, sambil mengelus halus pipi Shin Ru dan tersenyum lembut.


"Emmm... ya sudah, Gege pergi mandi sebentar,setelah itu kita sarapan" ucap Wuji lalu meninggalkan Shin Ru, menuju kamar mandi, sementara Shin Ru pergi menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


*


*


"Sreeeppp.... " Suara pelan secapan teh, serasa terlihat sangat nikmat,menemani pagi hari Ruo.


Di meja bibir taman kediamanya, Ruo bersantai mengisi waktu,sebagai kegiatan baru setiap pagi di dalam sekte.


"Gege,,, " Seorang gadis yang terlihat cantik dan imut,memanggil Ruo


"ah,,, Xu'er, kemarilah!!! temani Gege! " pinta Ruo, pada gadis cantik yang tak lain adalah Yao Xue, adik angkatnya sewaktu Ruo berada di alam Dou Xing.


"Di mana senior Yao?? " Ruo menoleh kemanapun mencari suami adiknya sambil menanyakanya pada Yao Xue.


"mmm,,,, Yao Gege,pergi ke tempat patriak Li" jawab Xue


"ah,,, seperti itu??? "


"Gegemu itu, selalu saja tak mau satu meja jika ada kamu,Xu'er" Ruo menyayangkan kebiasaan Yao Wendhi, yang selalu menolak duduk bersama jika Yao Xue berada di antara mereka.


"Yaaaa,,, Ruo Gege harap maklum,, Yao Gege memang seperti itu" tukas Xue yang sedikit membela suaminya.


"Tak apa,,, Gege mengerti" ucap Ruo sambil sesekali menyecap teh nya.


"Lalu, bagaimana dengan tugas baru paman Sheng, apa beliau nyaman? " Ruo mengingat pamanya, atau ayah dari Yao Xue yang mendapat tugas dari patriak Li, untuk mengeksplor Gua Shang Gui.


"Entahlah Gege,, tapi ayah sepertinya nyaman dengan tugasnya sekarang... karna ibu kemarin mengatakan, kalau ayah mendapat beberapa manfaat dari ekplorasinya ke Gua Shang Gui" ujar Yao Xue menjelaskan.


"Baguslah,,, semoga saja, paman selalu nyaman dengan tugas barunya" Ruo sebenarnya merasa tak enak hati,memberikan tugas apapun pada paman Yao Sheng,namun pamanya itu, memang tak mau menganggur saja.


"Ruo'er,, Xue'er? ternyata kalian di sini? "

__ADS_1


"Salam paman, bibi" Yao Xue langsung mengambil sikap, melihat Sepasang paruh baya menghampiri dan menyapanya... begitupun dengan Ruo.


Keduanya adalah Jiang Kun dan Ling Shu Yuan, orang tua Jiang Ruo.


"Duduklah kembali Nak!! " pinta Ling Shu Yuan, pada Ruo dan Xue.


Yao Xue tak langsung duduk,,,dia memilih menuangkan teh untuk paman dan bibinya terlebih dahulu.


"Xue'er, kenapa kau tak mengajak ibu mu berkumpul di sini? " tanya Ling Shu Yuan.


"Xue'er, sudah sering mengajak ibu,,, hanya saja, ibu selalu mengatakan jika beliau tak bisa kemanapun kalau tanpa izin ayah" ujar Yao Xue.


"mmm.... begitu??ibumu memang wanita yang sangat baik, Xue'er!! teladanilah sikapnya!! " Ling Shu Yuan, sedikit memberi nasehat.


"Dan untuk anak lelaki ibu,,,, " Ling Shu Yuan, beralih wajah pada Ruo dengan raut serius.


"Haizzzz.... mulai lagi" pikir Ruo.


"Ayolah nak,,, kapan kamu akan memberikan ibumu ini seorang cucu" ucap Ling Shu Yuan,yang memang... hanya Ruo lah dari sekian sahabatnya yang belum memiliki pasangan.


Liu Fei, yang di gadang gadang akan menjadi pasangan masa depan Ruo,pada akhirnya lebih memilih Xin Hu, untuk alasanya hanya di ketahui oleh Ruo dan Liu Fei sendiri.


Dan dengan izin Ruo,keduanya resmi bertunangan,namun belum meresmikan sampai jenjang pernikahan.


"Ruo'er sedang berusaha mencari menantu terbaik untuk ibu" Ruo yang merasa malas menjawab,asal ucap pada ibunya.


"Nak,,, bukankah ada Jian Ning?! ibu sama sekali tak keberatan jika kamu denganya! " bujuk Ling Shu Yuan


"Bu,,, Jian Ning, memang gadis yang baik,, bahkan sangat baik,namun ada yang bahkan lebih sangat pantas menjadi suaminya ketimbang Ruo'er, Bu" Ruo perlahan memberi penjelasan pada ibunya.


"Memangnya siapa yang lebih pantas dari anak ibu, sayang? " ucap Ling Shu Yuan, dengan suara sedikit meninggi.


"Ibu,,, Ruo'er bahkan sudah meminta keduanya untuk segera meresmikan hubungan mereka"


"Dan yang lebih pantas untuk saudari Ning adalah suadara Luan Di, ibu" tutur Ruo menyampaikan.


Sosok Luan Di sendiri adalah Teman Ruo sewaktu dia berada di alam HunLuan, dan Luan Di adalah seorang kultivator yang berjuang melawan kebiadaban kaisar Shun bersama Ruo pada saat itu.


Hingga ketika Luan Di sampai di alam langit, dan mendengar ttg sekte Lembah Angin Semesta, yang di pimpin oleh pemuda bernama Ruo,,, Luan Di memastikan hal itu,dan benar saja..


pada akhirnya, kedua sahabat itu di pertemukan di sekte Lembah Angin Semesta.


"Lalu,,, siapa yang pantas menjadi menantu ibu" Ling Shu Yuan, memasang wajah masam pada anaknya.


"Dewi cahaya," cletuk Ruo, lalu mengakhiri obrolan pagi itu, dan berdiri pamit berlatih.

__ADS_1


.........................................


__ADS_2