Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Keputusan Patriak Li


__ADS_3

Lima hari,Ruo menikmati waktunya bersama Un Shu dan Paman Guo.


Ruo pun mengajak Paman Guo,di Gua tempat dulu dia menemukan bermacam tanaman herbal,dan menceritakan semua hal,serta mengatakan awal mula dia meningkatkan kultivasi.


"Paman,jika anda tidak keberatan... gunakanlah semua sumberdaya di tempat ini untuk melatih enam sahabat Ruo'er yang lain"


"Ruo'er,juga sudah membuat pintu teleportasi semesta yang langsung terhubung di alam langit"


"Setelah dari sisni,Ruo'er akan pergi ke sekte Ling, tempat ibu,. dan akan membuat pintu yang sama" Ruo lalu beralin menatap Un Shu.


"Shu'er,,,, berlatihlah di sini bersama paman! kamu perlu menjadi kuat setidaknya,sampai kamu bisa melindungi diri sendiri"


"mmm.... " Un Shu mengangguk


"Baiklah paman,,, Ruo'er pamit sekarang"Ruo melakukan peradatan.


"Berhati hatilah" Paman Guo berpesan.


Debbbbb.............


Ruo menghilang dari pandangan paman Guo dan Un Shu.


"hhheeehhhh...... " paman Guo hanya menggeleng.


"Shu'er...kita akan pergi ke tempat sahabat Gege mu.... mari! " ajak paman Guo.keduanyapun meninggalkan tempat itu.


*


*


Di sekte lembah angin


"ahahaaaa..... Patriak Li,anda sudah terlalu tua untuk bisa mengimbangi enam pemuda hebat seperti kami ini"


"Sialan kau Wuji,,, di masa ku,, kalian bukan apa apa,,, sekarang saja kalian bisa berlaga seperti itu"


"tcihhhh.... masi saja tak mau mengaku" Wuji berdecak lidah.


"Baik,, sekarang giliran pemuda tertampan ini,, semuanya lihat baik baik" Wuji bersiap dengan panahnya.


Mereka semua mengadakan kompetisi memanah.Sebuah kompetisi yang di gelar oleh sekte Lembah Angin,yang semua pesertanya adalah murid dari dalam sekte lembah angin itu sendiri.

__ADS_1


Meski patriak dan tetua tak di nilai dalam pertandingan memanah itu,namun semua murid sangat semangat melihat kelihaian para tetua dan patriak yang unjuk gigi, terlebih Enam sosok pahlawan Lembah Angin hadir memeriahkan turnamen itu.


Sllaaaaappppppp.....


cleeeppppppp...........


Anak panah melesat,tepat mengenai titik tengah papan target, yang berjarak 200 meter.


Wuji mengangkat kedua tanganya bangga.... di sertai tepuk tangan semua murid yang melihat kehebatan Wuji.


"Bagaimana Patriak Li? Si tampan ini kan sudah bilang! Pemanah nomor satu Lembah Angin, selamanya akan di sematkan pada Fang Wuji,, Murid sekaligus tetua ke tujuh Sekte Lembah Angin,,, hahahahaaa"


"hem... hemmm... hemmm" Wuji menggerakkan mata dan alisnya keatas, meledek.


"haizzss...." Patriak hanya menggeleng.


"Qin'er.... umumkan pemenang lomba kali ini.. " patriak meminta Qian Qin mengumumkan nama murid yang menjadi pemenang pada ajang memanah turnamen sekte Lembah angin kali ini.


Qian Qin maju,dan mengumumkan lima nama yang menjadi pemenang turnamen memanah.


Sementara, paman Guo dan Un Shu, kini telah sampai di depan gerbang sekte Lembah Angin.


"Sekte Lembah Angin" Un Shu membaca papan nama sekte di hadapan ya.


"yah... itulah salah satu kelebihan sekte Lembah Angin ini Shu'er"


"Dari semenjak sekte ini menjadi sekte nomor satu,sekte Lembah Angin tetap terbuka bagi siapapun" Paman Guo sedikit menceritakan ttg sekte Lembah Angin.


"Salam paman Guo" Tetua Ren dan tetua Ranyan menghampiri paman Guo,keduanya melihat paman Guo berdiri di tengah gerbang sekte.


"Ya,, tetua Ren tetua Yan"


"kenapa paman hanya berdiri di sini? dan tak langsung masuk kedalam? "


"ah,,, itu karna saya sedang menyampaikan sesuatu pada Shu'er"


"Shu'er? " kedua tetua itu beralih wajah dan mendelik pada Un Shu.


"Salam tetua" Un Shu memberi salam pada Tutua Ren dan Yan.


"Salam Nona....? "

__ADS_1


"Un Shu, nama junior Un Shu tetua" ucap Un Shu mengenalkan diri.


Namun, wajah kedua tetua seprti ingin bertanya pada paman Guo.


"aissss..... Un Shu ini adalah kekasih Jiang Ruo tetua" Paman Guo langsung menyampaikan identitas Un Shu, yang bahkan Un Shu sendiri ragu untuk menganggap Ruo sebagai kekasihnya.


"apaaaaa" bukan dua tetua Ren dan Yan yang di buat kaget, namun Qian cs yang baru saja tiba yang di buat terkejut oleh paman Guo.


"Sebentar Paman Guo! sebagai saudara yang sangat paham spek yang di inginkan Saudara Ruo,,, junior akan sedikit mengecek nya" tanpa aba aba, Wuji langsung memutari tubuh Un Shu.


Setelah selesai memutari Un Shu,Wuji berdiri di depan Un Shu, sambil memegang dagunya.


"emmmm.... ya... ya... ya....sekarang junior yakin,saudari ini memang kekasih si jomblo akut itu"wuji berkata pelan.


" apa maksudmu sialan?kau sunguh tidak sopan" WanLi membentak Wuji dan memprotes sikapnya yang sudah keterlaluan.


Paman Guo dan dua tetua hanya bisa menundukan kepala dan menghela nafas. sementara Un Shu hanya terbengong bengong.


WanLi mengambil alih


"Saudari,, perkenalkan, namaku WanLi"


"Un Shu... "Un Shu mengenalkan diri pada semua sahabat Ruo.


Ke sepuluh orang itu kemudian masuk ke dalam sekte, dan bertemu dengan patriak Li.


Paman Guo menceritakan perihal Ruo, yang bbrp hari lalu datang brsama Un Shu,juga pesan yang di sampaikan Ruo tak lupa di ceritakan.


"Nona Shu,setelah mendengar penuturan paman Guo,,, apakah artinya, Nona Shu berasal dari alam langit" patriak Li mencoba menebak asal usul Un Shu.


"Benar patriak,, Junior berasal dari alam langit, namun sebelum itu,Ruo Gege sampai di dua alam yang berbeda yaitu alam HunLuan dan Dou Xing patriak"


"Haaizzsss...... ternyata kita tak tau apapun" keluh Patriak Li.


Kemudian patriak Li memikirkan tawaran Ruo yang di sampaikan oleh paman Guo.


Dengan mempertimbangkan berbagai hal,patriak Li akhirnya mengambil keputusan.


"Baiklah,,, aku sudah memutuskan. Sekte Lembah Angin akan pindah ke Alam Langit"


"Dan tugas semua tetua adalah menyampaikan hal ini pada seluruh murid "

__ADS_1


"Dan kalian berenam,jangan lupa untuk menyampaikan hal ini pada orang tua kalian! " Patriak Li meminta Qian cs untuk memberitahukan hal itu pada orang tua mereka,karna bagaimanapun... Qian cs adalah putra putra para penguasa dari daratan Zurhen.


...................


__ADS_2