Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Elang Semesta


__ADS_3

'Junior Ruo sangat kuat ternyata' pikir Zhao Xun setelah beradu kekuatan dengan Ruo.


'Satu serangannya membuat tanganku kebas, senjata apa yang dia gunakan?' lanjut Zhao Xun yang sedikit mengamati pedang di genggaman Jiang Ruo.


"Kenapa senior??? apa anda berubah pikiran??" Ucap Ruo


Zhao Xun segera trsadar dari pikiranya kemudian kembali bersiap untuk memberikan serangan berikutnya.


"hahahaa,,, kau tidak sabaran Junior?? baik!! terimalah ini!! "


"Elang Surgaaaa.......... " Zhao Xun mengangkat serta mengarahkan pedangnya ke atas.


Dia mengeluarkan kekuatan Jiwa dan menggabungkanya dengan energi qi melalu pedang.


ctaarrrrrrr..........


Blaaammmmmmmm..........


"Kyyaaaaakkkkkkkkk..........!!! "


Elang raksasa terbentuk dari penggabungan dua kekuatan yang dimiliki Zhao Xun, Elang raksasa mengepakan sayap lebarnya dengan sorot mata tajam mengarah pada Jiang Ruo.


"Mengagumkan!! " gumam Ruo melihat teknik yang di miliki oleh Zhao Xun.


"Aku takan mengecawakan mu senior!!" Ruo yang dalam kekagumanya tak mau kalah.


"Duri landak semestaaaa.......!!"


whooooossssss................


Jutaan duri landak segera muncul lalu bergerak memutari tubuh Ruo.


"aku akan membuat anda terkejut senior" ucap Ruo,sambil menggerakkan tanganya selaras di ikuti gerakan duri landak semesta.


Blaaaaaarrrrrrr...............

__ADS_1


Dengan ke ahlianya,Ruo pun mecoba menggabungkan kekuatan jiwa dan energi serta di sempurnakan dgn keahlian formasinya, hingga duri landak semesta dapat dia bentuk menjadi se ekor Elang dari jutaan duri landak semesta.


"Maaf senior,,, Elang ku tidak memiliki suara,, heheheeee" Cletuk Ruo, yang nyatanya Elang yang dia bentuk cukup membuat Zhao Xun terkesima.


Berbeda dengan Elang Zhao Xun yang trcipta dari energi,, Elang yang di ciptakan Ruo lebih nyata karna dari susunan Duri landak Semesta, juga tingkat kekuatannya jauh di atas Elang Zhao Xun.


Kyyaaaaakkkkkkkk...........


Whoooossssss.......


"cengkraman benua, Elang surga...!! " Zhao Xun sudah tak mau berbasa basi, dengan segera dia mengendalikan elangnya menyerang Ruo.


"Elang semesta,,,,,, tusukan semesta!! " pun dengan Ruo yang tak kalah serius.


DEMMMMM......


Ruo yang cerdik,, ketika kedua Elang hendak berbenturan, Ruo dengan cepat kembali merubah elangnya menjadi duri landak semesta yang segera menyapu Elang surga Zhao Xun dengan Jutaan tusukan.


Geuukkkk.......


Zhao Xun mendapatkan serangan jiwa yang cukup parah,wajahnya mendadak pucat dengan salah satu tanganya memegang dadanya.


Whoosss,,,


Ruo menyimpan kembali pedang taring neraka, tatakla melihat lawanya sudah tak berdaya.


"kenapa kau tak mengakhiri pertarunganmu junior?? "


Geukkkhh......


Sambil sesekali memuntahkan darah, Zhao Xun menanyakan keheranannya.


"ahh,,, itu karna aku tau senior bukanlah seseorang yg ingin menjadi musuhku! " jawab Ruo.


"apa kau tak memikirkan di masa depan aku akan menjadi musuhmu?? " tukas kembali Zhao Xun

__ADS_1


"pilihan itu junior kembalikan pada senior" tutur Ruo, yang sambil mendekati Zhao Xun.


"Senior!! telanlah pil ini! " Ruo memberikan satu botol kecil pada Zhao Xun yang kemudian langsung dia konsumsi.


"Kau membuatku berhutang budi, junior! "


"Kau tau?? aku bukan orang kemarin sore?? "ucap Zhao Xun, menerka apa yang di pikirkan Ruo


"emmm,,,, memang tak ada makan siang gratis, senior! "


"Tapi senior bisa memikirkan itu ketika aku berkunjung ke benua tengah nanti"


"Bagaimana??! " Ruo memiliki rencananya sendiri untuk Zhao Xun.


Sejatinya, Ruo tertarik dengan sosok Zhao Xun, dan ada ke inginan Zhao Xun bisa menjadi bagian dari kelompok kecilnya.


Sebaliknya, Zhao Xun berfikir bahwa Ruo adalah pemuda yang cerdik, yang bisa memanfaatkan situasi.


"Aku tidak menjanjikan apapun!! dan kau harus ingat kata kataku ini junior! "


"Kau harus ingat kedudukanku yang hanya seorang pengawal tuan muda! " Zhao Xun mengingatkan Ruo ttg identitasnya.


"itu tidaklah penting, senior!!! kami pamit sekarang!! dan sampai bertemu di benua tengah!! "


Whooosssss........


Ruo melesat ke punggung Zan Lang, meminta yang lain melanjutkan perjalanan setelah tak ada lagi pengganggu.


Zhao Xun menatap dan mengingat setiap wajah dari kelompok Ruo,yang terbilang semuanya masih muda.


"Benar benar sebuah pasukan kecil yang luar biasa" Zhao Xun di buat sangat kagum oleh Ruo cs.


"Senior Xun!!! ingat nama ku!! aku Wuji" sambil melambaikan tangan.


Zhao Xun tidak menyahut, dia hanya berdiri dengan tangan yang masih memegang dada sesaknya.

__ADS_1


"Dari mana sebenarnya asal kalian?? "


__ADS_2