
"Kalian semua akan menerima murka dari Yang mulia DiShen, keparat!! " Seorang patriak dari salah satu sekte yang beraviliasi pada Zhuxian Di Shen,mengumpati A Lung dan klan Chuan,setelah mereka berhasil menghancurkan sekte tersebut, yg saat ini berada di ambang kematian.
"Itu akan menjadi urusan keparat DiShen nanti, sialan"timpal A Lung.
"Sementara, urusan kami adalh menghapus sektemu dari benua barat ini"
Slaaasssshhhh.......
A Lung memenggal kepala patriak itu,lalu kemudian A Lung meminta pada semua saudaranya untuk menguras harta dari sekte yang sudah di taklukan mereka, sebagai konpensasi atas perbuatan mereka di masa lalu.
Sementara Qian cs bersama Divisi PSAS hanya menunggu A Lung dan lainya selesai dengan urusanya, sambil berbincang bincang.
"Saudara Qin?? " Wuji dengan jari yang berada di dagunya sambil memikirkan sesuatu memanggil Qian Qin.
"mm.... " sahut Qian Qin.
"Menurutmu?? bagaimana cara para dewa kaparat ini mengekstrak Ras manusia abadi menjadi Pil dan dan hal lainya"
Ucapan Wuji yang masih melamun itu, berhasil menarik perhatian semua saudaranya, bahkan Divisi PSAP.
"Ituu.....??? " Qian Qin ikut tertarik memikirkan apa yang di pikirkan Wuji, begitupun dgn saudaranya yang lain.
A Lung yang baru saja keluar dari sekte yang telah di taklukanya tak sengaja mendengar ucapan Wuji lalu menjawab dan menjelaskan ttg proses serta cara yang di pakai oleh ras dewa mengekstrak ras manusia abadi menjadi pil dan hal lainya secara detail.
"Begitulah cara mereka mengekstrak ras kami,,saudara" ucap A Lung setelah menjelaskan secara gamblang.
"Huweekkk.... huweekkk... " Wuji dan banyak dari mereka muntah muntah mendengar penjelasan dari A Lung.
"Kedjammmm.....!! " ucap Tetua Feng Shuk geram.
"Ya tetua Feng,,,, karna perlakuan merekalah kami menjadi sangat mendendam pada ras dewa yang bersekutu dengan Zhuxian Di Shen" A Lung menimpali ucapan Tetua Feng.
"Cepat selesaikan urusan kita di sini,, kita tak perlu lagi menunda nunda pemusnahan semua dewa keparat yang terlibat" Tetua Feng larut dalam kebencian pada ras dewa,setelah mengetahui kebenaran ttg bagaimna ras dewa memperlakukan ras manusia abadi.
"Metode yang mereka gunakan bahkan lebih kejam dari yang di lakukan oleh metode terlarang ras iblis menurut bbrpa orang yang mengetahui ketika mereka menyuling dan menciptakan pil darah" tutur Yao Wendhi sebelum akhirnya semua pasukan melanjutkan misi mereka.
__________________
Qian cs dan lainya sampai di salah satu sekte ras dewa yang menjadi target dari ras manusia abadi.
Mereka langsung menghancurkan gerbang utama sekte tersebut, untuk memancing semua anggota sekte agar keluar.
Dan akhirnya, para tetua termasuk patriak dan leluhur sekte itu keluar,bersamaan dengan semua murid.
"Anak muda?? jelaskan pada kami, apa maksud kalian berbuat lancang pada sekte kami ini?? " salah satu tetua dengan wajah geram meminta penjelasan pada Qian cs.
__ADS_1
"Maksud kedatangan kami adalah,,,,, untuk pemusnahan!!! " Qian Qin menjawab seraya melesat ke arah tetua trsbut.
Whooossss.....
BOOOMMMM........
Tubuh tetua itu langsung meledak,oleh serangan Qian Qin.
"Bangsatttt!!!!! " teriak tetua lainya, yang akhirnya,, pertempuran pun pecah.
"Divisi PSAS,, jangan sisakan satupun dari mereka!! " ucap Tetua Feng berpesan lalu tetua Feng melompat ke arah para tetua sekte.
Pasukan Divisi PSAS, menyapu murid sekte dengan sangat mudah, tanpa kendala yang berarti, bersama klan Chuan dan ras manusia abadi.
Sedangkan Alung, Duo Yao, empat Jian dan lainya mereka memilih semua tetua dan leluhur sebagai lawan tarung.
"Pantas saja,,, ternyata kalian adalah bagian dari musuh Yang mulia Di Shen,,, Jiang Ruo!! "
"Bagusss!!! aku akan mulai dari kalian sebelum kami membunuh pemuda lancang yang tak tau tingginya langit itu" leluhur sekte yang merasa jumawa berfikir bahwa mengatasi Qian Qin cs dan lainya akan mudah.
Wuji terkekeh mendengar ucapan, dari orang yang di anggapnya lelucon,dia mengambil inisiatip untuk memberikan serangan pada lelhurur tersebut.
Swwoosssss.......
BAMMMMMMMMM............
Namun, Wuji tak puas dengan yg di lakukannya,,, dia melesat secepat kilat, menangkap leher dan mencengkram nya.
"Hahahahaaaaa,,,,,, pak tua?? sekarang aku mengijinkan mu mengulangi apa yang kau katakan tadi!! "Wuji menertawakan keadaan lelhur yang sudah tak berdaya hanya karena satu serangan darinya.
Leluhur trsebut, tak berkata apapun,,, dia hanya bisa menatap benci pada Wuji, namun tak dapat melakukan apapun.
Tak mendapat jawaban apapun, Wuji membawa kembali leluhur trsbt dengan keadaan leher yang masi di cekik oleh wuji.
Sampai di tempat semula bersama yang lain,, Wuji menunjukan pada musuhnya betapa lemah leluhur mereka.
"Diakah leluhur kalian?? " ledek Wuji sambil menunjuk wajah leluhur.
"Plakkk... plakkk... plakkk" Berkali kali wuji menampar wajah sang leluhur di depan semua mata tetua sekte termasuk patriak mereka.
"Ayo!!! aku tantang kalian semua untuk membantu pak tua ini lepas dari cengkramanku" tak tanggung tanggung,, Wuji menantang semua tetua, juga patriak sekaligus.
Wuji menatap mereka dan ingin melihat reaksi dari semua musuhnya.
"Pak Tua!! mana DiShen keparat yang kau sembah sembah itu?? "
__ADS_1
"Apakah dewa karatan itu perduli dengan nasib semua dewa di alam ini??"
"Kau salah menghamba,, kau salah menjadi budak dari dewa keparat yang tak perduli akan nasib semua yang menuankanya" Wuji tak berhenti mencaci sang leluhur.
Tak kuat dengan semua penghinaan pada leluhur mereka,, akhirnya patriak menyerang Ke arah Wuji.
"hahahaaa,,, sudah seharusnya kau bersikap seperti itu, sialan!!! matilah bersama prinsip sesat kalian dewa dewa sampah" ucap wuji pelan, yang hanya sang leluhur yang mendengar perkataan Wuji.
"pak tua?? kau harus melihat kematian seluruh orang orang mu!!! "lanjut Wuji, sambil tersenyum jahat pada sang leluhur.
" Cakram Ghuang...!!!! "
"Seribu kematian,tebasan langit... "
Whooosssssss............
Slassssshhhhh....
Sssllassssshhhhh.......
Hanya seorang Wuji,, ratusan tetua termasuk patriak sekte, menemui kematian dengan cara yang sangat kejam, dan sangat cepat.
"kepp... pparrr... aatttttt" Sang Leluhur, tak kuasa melihat kematian dari ratusan tetua sektenya, tubuhnya mengejang karna di rasuki amarah.
Namun,, diapun tak bisa melakukan apapun, karna cekikan dan luka parah yang di akibatkan oleh Wuji.
"Hehehe.... " Wuji tertawa kecil pada Sang leluhur.
"Tenang saja pak tua!! nyawamu bukanlah bagianku,, hanya ras manusia abadi yang berhak atas kematianmu saat ini" tutur wuji,lalu melemparkan tubuh sang leluhur tepat di hadapan patriak A Wong dan tetua Chuan Shen.
Keduanya menetap lekat wajah leluhur sekte yang pernah memimpin perburuan atas rasnya itu.
"Aku ingin kau mengingatku dan saudaraku Chuan Shen sebelum kami mencabut nyawa sampah mu itu, keparat" A Wong yang di liputi dendam sudah tak sabar memberikan kematian pada lelhur yang kini terkulai di tanah dengan wajah pasrah dan tatapan kosong.
"Ras manusia abadi...? " gumam sang leluhur.
"mmm.... kau benar!! kami adalah ras manusia abadi " ucap A Wong, Lalu...
Slassshhh...
Slasssshhh....
A Wong, memutilasi tubuh sang leluhur, dalam keadaan hidup sebelum akhirnya memenggal kepala dari sang leluhur.
"Aaaaaaa........... " A Wong berteriak, melepas semua amarahnya saat ini,kemudian kembali mengamati semua anggota rasnya dan klan Chuan, yang belum selesai dengan pembantaian dewa mereka meski di bantu dengan Divisi PSAS dan lainya.
__ADS_1
"Pemusnahan tidak selesai di sini, patriak Wong?! anda masih harus menjaga baik baik dendam itu!! " Tutur Wuji, pada patriak A Wong.
"mm.... " angguk Patriak A Wong.