
Di suatu tempat yang tak bisa di katakan........
"Yang Mulia agung,,, sepertinya bocah itu telah mulai menyimpang dari apa yang sudah yang mulia agung rencanakan"
"Ehmmm.... benar,namun biarkan saja tetap seperti itu!!!Dia tak tersentuh sampai dia memang layak"
"Yang mulia agung,,, apakah hal itu tidak membahayakan bagi ras dewa? "
"Tidak,, sebaliknya,bocah itu akan membersihkan sampah sampah di alam dewa"
"Mohon petunjuk yang mulia agung! "
"Jangan keluar dari apa yang sudah ku batasi!!!!! "
*
*
Sementara saat ini,,, Ruo dan Alung beserta pasukan Lang berjibaku dengan lebih dari lima ribu ras dewa yang berada di alam Xianren.
"Saudara Lung,apa pertarungan kali ini membuatmu puas sekarang?? "
"Tidak,,, selama aku masih berdiri dan melihat ras dewa,, aku takan puas meski harus melakoni ribuan pertarungan"
Di sela kepungan musuh, keduanya masih bisa berucap dengan santai.
"Lihatlah!!! dengan jumlah mereka,,,, kita berdua mungkin saja akan tewas" Ruo mencoba menguji ketegaran A Lung.
"Hahahaa..... seprti yang saudara katakan!!! MARI MATI TERHORMAT, DARI PADA MENYERAH DAN MATI SIA SIA" Ketegasan dan ketenangan A Lung, membuat Ruo terkesan.
"Baik,,, mulai hari ini,,, bukan cuma aku yang menjadi saudaramu, saudara Lung" timpal Ruo lalu mengeluarkan Qian cs, empat Jian, Yao Wendhi dan Yao Xue, Xin Hu dan Liu Fei, tetua Feng Suk dan Komandan Wei Bo dari dalam dunia jiwanya.
Whuuuuussssss..........
Ke enam belas kerabat Ruo berdiri sejajar di samping kiri kanan Ruo dan A Lung.
A Lung sendiri,di buat sangat kaget dengan kehadiran ke enam belas kerabat Ruo yang entah datang dari mana.
"Aaauuuuuuuu..... " limaratus pasukan Lang, melolong menyambut kerabat tuanya.
"Saudara Lung,,, mereka semua adalah saudara saudara ku,, dan seperti yang ku katakan tadi,,bukan hanya aku,,, tapi merekapun akan menjadi saudaramu mulai saat ini" Ruo kembali menepuk bahu A Lung untuk kedua kalinya, dan apa yang di lakukan Ruo,benar benar meledakkan semangat seorang pemuda dari ras manusia abadi itu.
"Saudara semuanya,,,, di depan kita adalah musuh dari ras dewa keparat yang memiliki misi dari leluhur dewa bajingan Zuxian Di Shen.."
"Apa yang pantas mereka semua dapatkan?? " Teriak Ruo dengn lantang.
"Bunuuuuhhhhhhhhh...... " teriak semua kerabat Ruo yang mampu membakar semangat tempur mereka.
Wwhhhuuuuuusssss...........
Delapan belas Ruo cs dan pasukan Lang menyebar membentuk garis lingkaran,sesuai arah dari lima ribu lebih musuh mereka.
"Seraaaaannnnggg" teriak kelompok dari ras dewa, yang sama tak gentarnya menghadapi pasukan Lang dan Ruo cs.
__ADS_1
"Jangan gunakan kekuatan energi,,, agar mereka merasakan kesakitan yang sebenarnya" perintah Ruo pada semua kerabatnya.
Bammm......
Bammmmm...
BAMMMM......
Kedua pihak langsung melakukan pertempuran jarak dekat...
Ruo langsung menjadi target incaran musuh,,,, dia tak menggunakan duri landaknya, hanya pedang taring neraka yang tanpa dia salurkan energi Qi,,, namun itu sudah lebih dari cukup untuk meladeni ratusan musuh yang menargetkan dirinya.
"Sebagai buruan kami,,Kau terlalu sombong" ucap salah satu musuh pada Ruo.
"Benarkah?? " Ruo langsung melesat cepat,sembari bersalto melewati musuh musuhnya dan...
Slaaassahhhhh.......
Ruo tepat berada di belakang musuh yang berbicara tadi,dan menebas kan pedangnya pada tubuh musuh menjadi beberapa bagian.
Ruo langsung berguling, menghindari serangan lain,hanya dalam sekejap dia memutar tubuh, mengarahkan pedang nya kembali pada pada tiga musuh sekaligus.
Ssrrreeeettttt..........
Ketiga tubuh musuhnya kembali terpisah,segera Ruo memiringkan sedikit kepalanya tatkala sebuah bilah pedang hendak menusuk kepalanya dari belakang,, sambil mengelak, Ruo kembali memutar tubuhnya, beserta pedang yang terayun rendah ke arah kaki lawan.
Craaaasssshhhhh.......
"Berisikkk!!!! " teriak Ruo
slasssshhhh.......
Ruo menebas leher musuh nya yang sudah tanpa kedua kaki itu.
A Lung tidak kalah ganas dari Ruo,, dia menjambak kepala musuhnya lalu di hantamkan pada ujung tombak milik musuhnya sendiri.
Cleeepppppp.......
Bilah tombak itu menusuk dari mata sampai tembus ke tempurung kepala bagian belakang.
"Ayo serang!!!! serang lagi!!! " tantang A Lung pada semua musuh musuhnya.
"Saudara Wu... sepertinya, kau akan mendapat saudara yang sama gila nya dengan mu?? " ledek WanLi pada Wuji yang berada di sampingnya.
"hah.... dia masih terlalu amatir di sandingkan dengan si tampan ini"
Krakkkkhhh.....
Jawab Wuji,,, sambil menginjak kepala musuhnya hingga hancur.
"Sini!!! jangan menunda kematian kalian,,, kemarilah!!! " Wuji meminta musuh musuhnya untuk menyerangnya.
"Aissss....... saudara Li,, kau selalu bisa memancing emosi saudara Wuji? " tukas Bai Huang pada WanLi
__ADS_1
"hahahaaa....... kau benar saudara Huang,,, kadang aku bingung,,,siapa asap dan siapa api " sindir Qian Qin pada Wuji dan WanLi.
Cleppp......
Suara tusukan dari pisau Qian Qin menancap tepat di bola mata musuh.
"Kalian semua sama gilanya" Jian Cok tak mau kalah, dia menimpali Qian cs dengan pendapatnya.
"Hei Jian Cok...... ini adalah cara kami untuk tetap tenang menghadapi berbagai situasi,,, bukankah kau juga demikian??? " Wuji langsung melemparkan sanggahan.
"keparat.... kalian semua sama sekali tak menganggap kami" teriak salah satu musuh yang merasa geram dengan sikap santai Qian cs, dia lalu melesat memuerang Wuji.
"Aiissssss...... kau memang tak punya sopan santun" tutur Wuji, lalu mengayunkan telapak tanganya menghalau serangan musuh.
BOMMMMM......
Tubuh musuh langsung meledak terkena tamparan Wuji.
"Saudara.... mohon ajarkan jurus tamaparan tadi padaku" A Lung melesat setelah melihat kehebatan tamparan Wuji, serta meminta Wuji untuk mengajarinya.
"hahhahaaaa........ lihat!!! kalian lihatlah sekarang!!! inilah fakta yang tak terbantahkan,bahwa si tampan ini lebih baik, hahahhaaaaa.... " mendapati A Lung yang memintanya memgajari jurus tamparan,, Wuji seperti mendapat angin segar untuk membenarkan perkataanya.
slaaaasssshhhh..
slaaasssshhhh...
Sambil berceloteh,, mereka semua tak berhenti menebas musuh musuhnya.
"Sudahlah,,, harusnya kita jangan sampai kalah dengan pasukan Lang!!Lihatlah!! pasukan Lang telah banyak mengurangi jatah musuh lawan lawan kita" Liu Bai menunjuk ke arah pasukan serigala yang memborbardir musuh musuhnya.
"Aisssss........ Hei Zan Lang,,, kau tak boleh serakus itu!!! "Teriak Wuji memcegah Zan Lang agar tak mbantai habis musuhnya sekaligus.
" Jangan hiraukan saudara Wuji,, Lang!!!"bela Ruo
"Ini bukan ruang rapat,,, bantai saja mereka sampai habis"ucap Ruo
" auuu"sahut Zan Lang, yang kemudian tak menghiraukan ucapan Wuji.
"ah... kucing itu, selalu saja tak patuh pada si tampan ini" gerutu Wuji.
Semua menggeleng mendengar keluhan Wuji, lalu kembali fokus pada pertarungan yang tak lama lagi akan selesai.
Dari sisi lain,, Xin Hu dan liu fei tak beralih fokus dari pertarungan, pasangan muda itu memgganas dengan pedangnya,, begitupun dengan Yao Xue dan Yao Wendhi yang beraksi sama dengan yang lain.
Baik Ruo dan yang lain,,,mereka melupakan maniak perang yang sesungguhnya,,, yaitu tetua Feng Suk.
Tetua Feng begitu trengginas,,, bahkan setiap musuh musuhnya menjadi enggan untuk melawanya.
Tetua Feng tak sungkan memutilasi musuh musuhnya sembari tertawa, dan selalu terlihat sangat menikmati membunuh setiap musuhnya.
"Jangan sungkan,,,, ras dewa keparat!!!! kalian semua akan ku jadikan makanan pasukan Lang,, majulah!!!hahaha...." Tetua Feng yang sambil menenteng pedang kembarnya berteriak pada semua musuh di hadapanya.
.....................
__ADS_1