
Sesampainya mereka tak jauh dari sekte kelabang,,, persis di tanah lapang yang luas, di depan gerbang sekte,,, kedatangan mereka telah di tunggu oleh jutaan anggota sekte kelabang ranah Jendral dan raja juga kaisar biasa beserta ribuan tetua sekte yang rata rata, berada di kaisar biasa, bumi,langit,dan suci tahap awal dan menengah, puluhan kaisar suci tahap puncak... dan lima orang berada di dewa bumi awal serta patriak yang berada di tahap dewa langit tahap awal.
Tak hanya itu,,,, tiga sosok yang merupakan leluhur mereka pun ikut turut dalam menghadapi pasukan Serigala Angin Perak... ketiganya berada di ranah dewa langit puncak.
"Jadi mereka,,, segelintir pasukan yang memiliki kesombongan langit,mencoba membuat kekacauan di sekte kelabang ini.... " tanya salah satu leluhur pada Lun yang menjadi patriak sekte kelabang.
"Benar leluhur Du,,,, mereka adalah semut yang membuat risih semua sekte aliran hitam... " jawab patriak Lun pada Lun Du,leluhur nya.
"apa kau kenal salah satu dari mereka Lun.... "
"Ya leluhur..... yang di tengah, merupakan tetua Feng, komandan keamanan penjaga wilayah ras manusia.... "jawab Lun, leluhur Du kemudian menatap Tetua Feng...
" Hohohooooo..... seorang penjaga keamanan, sekarang beralih menjadi pengacau keamanan,,, bagusssss.... terlebih kau mengacau di wilayah rasmu sendiri.... apa yang membuatmu merasa tidak puas bocah... " ucapan leluhur Du di tujukan untuk tetua Feng.
"Pak tua Du.... justru karna aku adalah seorang penjaga keamanan,,, aku sedang melakukan misi,mencabut bibit bibit pengacau....... "ucap Tetua Feng
"Dan apa kau pikir,,,, sekte kelabang ku ini adalah salah satu dari bibit itu,,, Bocah" suara leluhur Du meninggi.
"Ya..... dan kau pak tua,tak perlu kau berkelit,,, jika kenyataanya sektemu adalah salah satu pembuat onar di wilayah manusia ini.... " Tetua Feng, tegas berkata.
"hahahahahaaaaa.......... Bocah,,, aku sudah menyaksikan ribuan keberanian dari orang bodoh seeprtimu,yg pada akhirnya.... nasibnya akan selalu sama, yaitu mati... " Wajah leluhur Du mulai trlihat marah.
"aissssss........ kenapa setiap calon mayat,,,, akan bersikap sombong sepertimu pak tua... " Ruo mencela leluhur Du, dan berhasil mengalihkan mata leluhur Du padanya.
"kakak,,,, biar nanti, pak tua itu menjadi makanan pasukan Lang saja" Xue yang biasanya diam,,, kali ini ikut berbicara.
"Keparaaaaattttttttt,,,,,,,,,,, "
"Kalian tunggu apalagi,,,,,, serang pasukan keparat itu.... " leluhur Du, sudah tak lagi bisa menahan amarahnya, dan langsung memerintahkan semua anggota sekte kelabangnya.
"Tahan dan tunggu sampai jarak mereka 25 meter...." Ucap Ruo pelan namun dapat di dengar oleh semua pasukannya.
Pasukan musuh terus mendekat dengan teriakan dan semangat bertempur merka,,, ketika mereka berada pada jarak 25 meter dari jangkauan Pasukan Serigala Angin Perak.
"Duri landak.... elemen angin,..... "
whhhuuuuuussssss............
Ribuan duri landak melesat kearah jutaan pasukan musuh, di sertai badai angin yang membawa debu tanah kering ke arah semua pasukan musuh.
Clepppp... clepppp... clleeppppp...
"Sekaraaaaannnnnggggg......... " teriak Ruo.
__ADS_1
whhhuuuuusssssss..........
semua pasukan melesat,begitupun dengan hewan tunggangan mereka.
Demmmmmm...........
Grrooooooaaaaaarrrhhhhhh.....
Baammmmmmmmmm......
Duaaaarrrrrrrr..........
Pasukan Serigala Angin Perak, sangat di untungkan oleh duri landak dan elemen angin milik Ruo, yang membuat mata musuh sulit melihat.
srreeeehkkkkk......
cabikan Serigala seperti nuansa lain dari pertempuran kali ini...
kraaakkkkkk......
"aaaaaarrrrhhhhhhhh.... "
Sura tulang patah, teriakan ketakutan jeritan kesakitan semua di rasakan oleh pasukan musuh.
slaaasshhhhh.....
"hahahahaaaaa...... ini menyenangkan, hahahahahahah" Shin Zu dan Feng Cun menggila, keduanya membantai sperti Serigala tunggananya... sadis.
whhhuuussss.......
Boooommmmmm......
Ruo melempar energi ke arah tiga leluhur sekte klabang...
"Jangan hanya bacot saja pak tua...." Ruo mengejek leluhur sekte klabang.
"Bunuh bocah keparat itu..... "
weeeessssss........
trang trangg.... wuuugghhhhh.... slleeppppp,, buagghhhh,,, whhuunnggg...
Ruo mendapat tiga lawan leluhur sekaligus,,, Ruo beradu ke ahlian pedang dengan ketiga leluhur.
__ADS_1
tcaahhhh........
Ruo menebas kaki Du,,,,
trangggg.......
namun dapat di tangkis oleh Di.
leluhur Do melihat kelengahan ruo saat menebas kaki Du, kemudian langsung menyarangkan tendangan pada Ruo.
Buaaaaakkkkkkk.......
Ruo menangkis tendangan Do dengan sikutnya,, kemudian memjukan tubuhnya seraya memutar pedang pembalik langitnya.....
"pedang pembalik langit.... medan langit.... "
Bammmmmmmm..............
seprsekian detik,,, jurus medan langit Ruo, seperti menahan waktu, hingga seperti slow mo.
Slaaaassshhhh..... sreettt.... sreeeettt.
setelah Ruo berhasil menyayat tiga Du, medan langit hilang dan kembali ke keadaan semula....
"aaaaarrrrrgggggghhhhhhh"
Tangan kanan dri tiga leluhur sekte kelabang terpotong....
"keparaaaattttt,,,, bagaiman dia melakukanya.... " teriak Du.
Ruo tak perduli,,, dia kembali menyerang tiga leluhur.
"Duri landak...... "
Wuuuusssss..........
clepppp.... clepppppp... cleeeeppp
ketiganya tertusuk Duri landak baja angin....
"pedang pembalik langit..... hukuman langit..... heeyyyaaaaaaa"
Boooommmmmmmmmmmmmmm.
__ADS_1
Tanpa sisa,,, ketiga leluhur sekte kelabang menjadi debu darah dan merubah udara sekilas berwarna merah.......
.............................