Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Zhui NuShen


__ADS_3

Saat ini,, Patriak Wong bersama Ruo berada di salah satu balkon yang menghadap langsung ke seluruh area sekte cahaya dewa,selesainya mereka menikmati jamuan, keduanya membicarakan kepentingan masing masing yang tak lain menyoal undangan dari patriak Wong sendiri.


Sementara Wuji serta lainya memanfaatkan waktu dengan berkeliling bersama Hua cs,, sesekali mereka bercengkrama dengan para murid sekte.


"Patriak Wong? selain undangan, hal yang membuatku sangat heran adalah ttg bagaimana anda mengetahui identitas bahkan lokasi ku? "


"Itu yah??? "Ucap patriak Wong,sambil berfikir untuk memberikan penjelasan.


"Junior!! saya meyakini,bahwa bukan hanya sekte cahaya dewa saja,melainkan empat sekte besar di alam dewa tingkat satu lainya ini??pasti masing masing memiliki sketsa wajah junior!!lagipula,,siapa pemuda yang berani menantang ZhuXian Di Shen? " Patriak Wong mulai memberi penjelasan.


"Hanya saja,, kami sekte cahaya dewa memiliki kepentingan lain,dalam hal ini kami sangat keberatan,setelah kami telah mengetahui kebenaran ttg penyebab musnahnya ras manusia abadi dan lenyapnya ras manusia cahaya dari alam dewa yang sebelumnya terhubung dengan alam dewa tingkat atas, serta di perparah juga dengan putusnya hubungan dgn ras Naga serta lainya"


"Arogansi dari ras dewa dan ras malaikat, membuat eksistensi lain tersisih,,, bahkan hampir punah"


"Itu hanya salah satu,dan hal lainya,,,??" Patriak Wong dengan wajah ragu ragu nya menatap Ruo.


"Karna aku dan leluhur sepakat untuk percaya pada junior Ruo,, sekarang mohon ikutlah dengan ku!! " ajak Patriak Wong,yang kemudian keduanya menuju ke suatu ruangan lainya.


Sampai di salah satu bagian dari ruangan yang merupakan ruangan khusus patriak Wong, Patriak dengan gerakan tanganya menunjuk jari pada salah satu guci yang terkesan sebagai pemanis ruangan.


Chuuwww......


Dengan energinya, patriak Wong menggerakan guci tersebut, lalu terbukalah sebuah pintu rahasia dari balik tembok yang berukir pemandangan.


Patriak dan Ruo memasuki ruang rahasia trsebut,yang ternyata mengarah ke bawah tanah.


Jarak Kiloan meter ke kedalaman yang harus di tempuh keduanya,hingga keduanya berhenti di sebuah ruangan yang sangat lebar.


Ruangan tersebut bernuansa Gua, memiliki aliran sungai dan bebatuan kerucut, sementara di tengah ruangan terdapat sebuah peti mewah yang terbuat dari perak, berukiran banyak wanita.


Jiang Ruo menatap lekat pada peti perak,hatinya berdegup kencang tanpa sebab,ada hal yang tak bisa di katakan menarik minatnya pada peti perak itu.


"Patriak?? apa yang ada di dalam peti itu?? " rasa penasaran Ruo tak terbendung hingga dia menanyakan langsung pada patriak Wong.


"Junior,,, hal yang paling penting ttg undangan ku,tak lain berkenaan dengan peti perak itu" ucap Patriak Wong.


Blaaaarrrr...........


Patriak Wong kembali menggerakan jarinya,kali ini untuk membuka segel formasi yang melindungi peti perak itu.

__ADS_1


"Mari Junior!! " ajak Patriak Wong mendekati peti mewah.


Di depan peti perak,, jantung Ruo makin berdegup kencang, wajahnya berubah gelisah tak bersebab.


Ke anehan seperti itu baru pertama kali Ruo rasakan,matanya sesekali beralih pada patriak Wong.


Patriak Wong yang melihat perubahan Ruo, hanya tersenyum... dia semakin yakin ttg sosok Jiang Ruo.


"Junior!? aku akan memberi tahu kan satu hal"


"baik aku, Leluhur, atau siapapun bahkan leluhur sebelum sebelumnya,, menurut cerita dikatakan, bahwa belum pernah ada yang bisa membuka peti perak ini"


"Kami tak tau kenapa?? kami sudah mencoba berbagai cara untuk membukanya, namun selalu gagal"


"jangankan membukanya,,, kami bahkan tak bisa menggeser peti perak ini"


"Lalu suatu ketika,,, salah satu leluhur kami mendengar rumor, bahwa peti ini berkaitan dengan seseorang yang memiliki tubuh istimewa"


"Maka kami mencari siapapun yang memiliki tubuh istimewa seperti arahan leluhur,, namun kesemuanya gagal"


"Dan pada Junior Ruo kami tahu, bahwa Junior memiliki tubuh istimewa,, itu karna saat junior membentuk dunia jiwa,,energi dari alam dewa, baik tingkat satu, dua, bahkan mungkin sampai tingkat tiga,tersedot karena pembentukan dunia jiwa Junior"


" Patriak,, apakah hal itu terjadi karena tubuh semesta?? "tanya Ruo penasaran setelah beberapa saat menelaah ucapan patriak Wong.


" mmm..... itulah yang menjadi kemungkinan kami, junior! "timpal patriak Wong.


" Lalu?? apa yang harus aku lakukan?? "Ruo sedikit kebingungan dengan hal yang benar benar baru.


" Sejatinya,,, saya pun tidak begitu paham, junior! namun,,,Seseorang yang berada di dalam peti perak inilah yang menjadi sebab pertikaian sekte cahaya dewa dengan ras iblis"lanjut Patriak Wong.


"Seseorang..???? " tukas Ruo sambil menerka maksud dari kata seseorang yang di katakan Patriak Wong.


"Ya,,, Ras iblis menyebut seseorang yg berada dalam peti perak ini dengan nama Zhui NuShen"


"Dulu, saat ras iblis masih bersekutu dengan ras dewa,mereka sering berkunjung dengan kepentingan ingin membawa peti perak ini,namun dengan berbagai cara pula,leluhur kami menolak!!namun juga,,leluhur kami di buat penasaran dengan isi dari peti perak yang sangat di inginkan oleh ras iblis,,,kelamaan, mereka akhirnya bercerita ttg sosok yang bersemayam di dalam peti perak ini"Patriak Wong memberikan penjelasan sangat detail pada Ruo, namun tetap saja hal itu tak dapat memenangkan degup jantungnya.


"Anda menarik ku pada rasa penasaran, patriak??! " Ruo menggelengkan kepala.


"Baik!!! biar aku mencoba! namun,junior tidak bisa memberi jaminan apapun! " tutur Ruo, yang akhirnya setuju membantu sekte cahaya dewa.

__ADS_1


"Itu tidak masalah!! "Patriak Wong merasa senang, karena Ruo bersedia membantu.


Whoooosssss.......


Tiga sosok, tiba tiba datang di tengah patriak Wong dan Ruo berbincang.


"Salam Leluhur Lin, leluhur Jin, Leluhur Nian!! " Patriak Wong segera memberi penghormatan saat tau yang baru saja datang bergabung denganya adalah tiga leluhur Sekte Cahaya Dewa.


Ruo tak ketinggalan ikut menyapa ketiga leluhur tersebut.


"Anak muda?? apakah anak muda yang bernama Jiang Ruo? "Nian,, salah satu leluhur wanita langsung menanyakan identitas Ruo.


" Jiang Ruo telah bertemu dengan Leluhur"Ruo kembali menyapa.


"Syukurlah!!! apakah Wong'er sudah menjelaskan semuanya, nak Ruo?? " lanjut Leluhur Nian.


"Sudah leluhur!! dari Patriak Wong, junior sedikit mengerti" jawab Ruo.


"Bagus,dan saya berterimakasih karena nak Ruo bersedia menerima undangan kami"kali ini leluhur Jin yang berucap.


"Leluhur,Tak perlu sungkan "timpal Ruo.


" Jika berkenan,, junior meminta waktu, untuk mencoba membuka peti perak ini Leluhur!!! "pinta Ruo.


" ya tentu,, tentu saja nak Ruo!! "Leluhur Jin kemudian meminta yang lain memberikan ruang lebih pada Ruo.


Ke tiga leluhur dan patriak Wong memberi jarak agar tidak mengganggu konsentrasi dan persiapan yang akan di lakukan dermawan muda mereka.


Mereka pun bersiap dengan membuat formasi segel yang meliputi seluruh ruangan, sebagai bentuk antisipasi.


" Entah siapa, tapi aku merasa terhubung dengan anda"gumam Ruo.


Jiang Ruo,lalu mendekati peti perak!! dia mengusap ujung sisi peti dengan memutarinya perlahan,kemudian berhenti di tempat semula dia memulainya.


Ruo memulai dengan memejamkan mata,semua indra dia fokuskan pada satu hal.......


"Tubuh semesta,,, "


Blaaaaaarrrrrrrrrr..........

__ADS_1


__ADS_2