Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Rencana Lanjutan


__ADS_3

"Guo'er?? aku yakin, ketika Junior Ruo membawamu ke dunia jiwanya,,, artinya kau telah mendapatkan kepercayaanya"


"apa kau sudah memutuskan ikut bergabung dengan Junior Ruo" Zhen Long, merasa senang,melihat keturunan sahabatnya memiliki jiwa besar seperti yang di miliki leluhurnya.


"Benar paman leluhur!! Junior ingin meneruskan apa yng di pesankan leluhur Guo dan mempernuangkan itu" jawab Patriak Guo.


"DiShen?! lihatlah!!! kau bukan saja akan menghadapi kekuatan dari sebuah dendam,,, tapi kau juga akan merasakan kekuatan dari hal lainya" Ujar Zhen Long.


Ke empatnya menghabiskan waktu cukup lama,dengan berbincang dan bercerita ttg masa lalu,Patriak Guo sangat bersemangat mendengarkan bagaimana leluhurnya Guo Shen Dong, berjuang bersama dengan ras lainya.


Sebuah kehormatan bagi patriak Guo, mengetahui bahwa leluhurnya adalah sosok yang sangat di segani,dan di sejajarkan dengan Dewa Perang, di kalangan berbagai ras.


Hal itu membuat patriak Guo semakin bertekad, untuk melanjutkan apa yang di perjuangkan oleh leluhurnya Guo Shen Dong.


Perbincangan mereka kemudian berakhir dengan Patriak Guo yang sepekat mengikuti rencana dari Zhen Long dan Jiang Ruo.


Long dan Ruo, meminta Patriak Guo menjadi kekuatan lanjutan pada Pertempuran mereka nanti,,juga Patriak Guo di minta untuk mengajak kekuatan mana pun di seluruh alam dewa tingkat satu ini bergabung.


Patriak Guo menyanggupi,, karna dengan nama besar sekte nya,, sahrusnya itu tidak akan sulit.


Jiang Ruo yang mendapat tambahan Sekutu pun merasa senang, karna kali ini, sekutunya bukanlah dari kekuatan biasa,,,melainkan dari kekuatan yang memiliki catatan sejarah yang di akui oleh berbagai ras.


Di rasa sudah tidak ada pembahasan lagi, Ruo mengajak Patriak Guo keluar dari Duni Jiwa ke tempat semula mereka berada.


"Junior,,, Terimakasih telah mempertemukan ku dgn paman leluhur Long!! "


"Ini seperti mempi,, " ujar Patriak Guo yang masih merasa senang.


"itu tak perlu Patriak pethitungkan!! " timpal Ruo.


"Tunggu....!!! " tiba tiba Ruo di kagetkan dengan pikiranya.


"Adapa junior?? " ucap Patriak Guo heran.


"Patriak?? dulu,, aku bertemu dengan senior Long dalam ke adaan terhukum di salah satu danau purba bawah tanah" tutur Ruo.


"Lalu" tanya Patriak Guo


"mmmm...??? patriak,, sedari awal!! junior tidak mendengar anda menyampaikan kondisi atau ke adaan Leluhur Guo Shen Dong, meski dengan senior Long"


"apakah artinya??? patriak tidak tau kejelasan tentang lelhur Dong?? " ucap Ruo


Deggghhhh........

__ADS_1


Patriak langsung menyambungkan benang merah dari ucapan Ruo dan patriak langsung paham dengan maksudnya.


"apa jangan jangan.....??? '" gumam keduanya.


"Junior??? apakah hal itu mungkin?? "


"Entahlah patriak,, namun jika merunut pada sejarah bahwa empat leluhur trsebut adalah sahabat,, hal itu memiliki kemungkinan"


"sebab,, dulu junior menanyakan ttg mengapa DiShen tidak menginginkan kematian senior Long? senior Long hanya menjawab, bahwa hal itu tidak akan mungkin, karena memiliki resiko konflik dan peperangan selama jutaan tahun, kusus bagi ras dewa dan ras naga, patriak" tutur Ruo menyampaikan apa yang di ketahuinya.


"Masuk akal" ucap patriak Guo.


"Baiklah Junior,,, biarkan kemungkinan tentang leluhur Guo Shen Dong, ttp menjadi rahasia!! hal yang lebih penting di lakukan selanjutnya adalah mencari Sekutu,, bagaiman menurutmu?? "


"Untuk saat ini,,, hal itu adalah yang terbaik patriak!!! Sekarang,,mari kita menemui yang lain untuk membahas ulang rencana kita bersama senior Long tadi!! " ajak Ruo, kemudian keduanya kembali ke tempat semua orang berkumpul.


*


*


Di tempat lain, di mana sebuah pertempuran sedang berlangsung.


Trang.....


Trang.....


Tetua Feng dan komandan Wei Bo tengah menyerang seorang patriak salah satu sekte yang menjadi target mereka.


Keduanya tidak seperti biasanya,, yang dengan mudah dapat menumbangkan lawanya, berbeda dengan kali ini.


Tetua Feng dan komandan Wei terlihat sedikit kewalahan menghadapi salah satu tetua dari sekte trsbut.


"Keluarkan semua kemampuan kalian,keparat!!! Aku Tetua Jung Yo, tidak akan mengeser kaki walau sejengkal"


tcahhh.......


Tetua fenga menebaskan pedang kembarnya, namun dengan mudah dapat di hindari.


Wei Bo, yang melihat celah,,, segera memberikan serangan,,, namun....


Swooossss......


Tetua Jung Yo, dengan kemampuanya, seperti menghilang dan kembali dapat menghindari serangan.

__ADS_1


"Sialan!!! baru kali ini kita seperti di permainkan" Tetua Feng sangat kesal dengan musuhnya.


"Kenapa??? apa kau merasa bodoh sekarang??? hahahhaaaa" Tetua Jung Yo tertawa puas.


"ada apa tetua Feng??? " Wuji menghampiri Tetua Feng dan Wei Bo.


"hohohooo..si bodoh yang lain ikut berkumpul" tutur Tetua Jung melihat Wuji.


Wuji dengan santai hanya menatap biasa tetua Jung lalu berkata...


"Hei pak tua??? apa kematian mu ingin di segerakan?? " ucap Wuji dengan santai.


"Junior Wu?! hati hati,, tetua yang satu ini sedikit sulit di hadapi" tutur Tetua Feng mengingatkan Wuji.


Namun bukan Wuji jika tak merasa tertantang,, Pemuda itu langsung mengamati segala hal pada tetua Jung,mencari kelemahan tetua tersebut.


"Heheheheee,,,,, pak tua?! katakan!!! dengan cara apa kau mati?? " ucap Wuji.


"Sommbbbonggg'"


Whooossssss..........


Tetua Jung melesat ke arah Wuji,untuk memberikan serangan telak padanya.


"Cakram Shen Guang,,, Tebassss!! "


Swooosssss.......


Sreeettttt.........


Wuji memotong kedua tangan tetua Jung dalam sekali serang.


"aarrggghhhhhhh........... " Tetua Jung langsung terjatuh ke tanah, di susul Wuji, tetua Feng dan Wei.


"Tetua Feng, komandan Wei? sekarang aku menyerahkan nya pada anda berdua!! " ucap Wuji lalu melesat meninggalkan mereka berdua menggempur semua anggota sekte yang tersisa.


"Hahahahaa,,,, sungguh lucu!! kalian menggunakan tangan orang lain untuk melumpuhkanku?!! tcwihhh.... " Tetua Jung meludah, di hadapan tetua Feng dan Wei.


"Tertawalah!!! karna itu adalah hal terakhir yang dapat kau lakukan,budak DiShen!!! "


Clepppppp..........


pedang kembar Tetua Feng, menusuk kepala Tetua Jung dari sisi kiri dan kanan,hingga kepala tetua Jung terbelah.

__ADS_1


__ADS_2