Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Rencana Pertemuan Tingkat Tinggi


__ADS_3

Ruo dan Wuji melanjutkan perbincangan, dengan Wu Liang yang selalu tertawa karna candaan Wuji.


"Saudara,,,, lalu dimana Nona Fei sekarang"


"Fei'er sekarang aman bersama ibunya"


"kadang aku merasa heran dengan mu" ucap Wuji


"kenapa" tanya Ruo


"Saudara tau, biasanya orang kuat selalu di temani oleh wanitanya kemanapun,,,, sedangkan saudara" Wuji tak meneruskan ucapanya.


"aku tak sekuat itu,,,, dan ttg wanita,ada saatnya, dimana aku hanya akan menghabiskan waktu dengan satu orang,namun untuk saat ini,,,, aku tak mau merebut waktu orang tuanya,, saudara sendiri,bagaimana dgn Shin Ru" Ruo balik bertanya pada Wuji.


"aku dan Shin Ru sudah bertunangan,,,, Namun melihat Nona Wu Liang, aku jadi berfikir ulang" Wuji menanggapi Ruo, sekaligus menggoda Wu Liang.


"Dasar lelaki,,,, " ucap Wu Liang pada Wuji.


"Nona,,,, sapa tau aku masuk spek kriteria mu,, " balas Wuji


"tcciihhh" Wu Liang hanya berkecap lidah.


Ruo hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Wuji.


"saudara,,,sekarang kita cukupkan basa basi nya,,, dan anda nona,karna identitas anda cukup berpengaruh.... maka silahkan simak penyampaianku" ucap Ruo yang sekarang bersikap serius,,, Wuji memang sudah dapat menebak namun Wu Liang kebingungan.


"aku memerlukan bantuan Saudara Wu dan Saudara yang lain,serta paman raja juga paman kaisar, aku ingin mengadakan pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan semua penguasa, baik itu kaisar atau pun raja juga termasuk para bangsawan, sekaligus semua sekte baik aliran hitam ataupun putih,,,intinya, semua elemen yang memiliki kekuatan serta pasukan.." Ruo menatap wajah kedua teman bicaranya, yang terlihat melotot dengan mulut terbuka.


"ss...Saudara.... apa kau sedang bercanda" Wuji tergagap


"tidak,,, aku tidak sedang bercanda, saudara Wu" tegas Ruo


"Dan untukmu Nona Wu,,,,, Wuji adalah pangeran dari Kerajaan Wu" ucap Ruo pelan pada Wu Liang.


"appaaaa,,,, benarkah"


"emm...Benar,,, "


Ruo meyakinkan......


Wu Liang langsung salah tingkah, dengan bagaimana dia harus bersikap, krn disampingnya saat ini ada pangeran dari kerajaanya.


"Cukup dengan identitas ku, saudara... sekarang jelaskan rencanamu" Wuji menjadi sangat serius, dan seakan bersikap layaknya seorang pangeran.


"aku akan mengatakanya setelah bertemu dengan saudara yang lain,,, kita berkumpul di sekte Lembah angin, kalu bisa secepatnya"


ucap Ruo, dan di setujui Wuji, sementara Wu Liang,,,, kesan kagum terlihat di matanya melihat dua pemuda yang ternyata jagoan sekte Lembah Angin.


ketiganya menyudahi obrolan mereka, dan Wu Liang, setuju untuk ikut terlibat dengan rencana Ruo, dan akan menyertakan orang tuanya dalam pertemuan nanti.


Ruo tak menunggu, dia melanjutkan perjalanan untuk menyelesaikan urusanya....


Sore hari, Ruo telah sampai di tempat dulu ia pertama kali berlatih,,, Ruo memasuki lubang kecil di balik air terjun yang menjadi tempat saat dia menemukan Air inti spiritual.


"ternyata tak ada yang berubah" gumam Ruo yang memeriksa seluruh bagian gua, bahkan lebih jauh dari yang pertama ia periksa.

__ADS_1


"Dugaan ku benar,,,,, " Ruo menatap sekelilingnya, yang hampir seluruh area gua di tumbuhi tanaman herbal....


Ruo lantas mengeluarkan Tungku untuk membuat pil, dia sudah mencatat pil apa saja yang dia perlukan... kemudian Ruo mulai mengambil tanaman herbal yang dia perlukan dan memasukanya ke dalam tungku.


Ruo seperti tengah di kejar waktu,sampai sampai dia tak merehatkan diri untuk membuat pil.,,, bahkan wktu pertemuan dengan semua saudara yng sudah di tetapkan terleawat.


satu minggu berlalu,,, Ruo menyudahi kegiatanya,dan baru merehatkan diri, energinya sudah banyak terkuras, untuk membuat pil, butuh waktu satu jam bagi Ruo untuk memulihkan kembali energinya, barulah setelah itu Ruo memilih keluar dan pergi meninggalkan gua.


namun, Ruo tidak langsung pergi ke sekte Lembah Angin, dia justru memasuki hutan kematian....


"Hohoho....... ternyata bocah yang empat tahun lalu mencari peruntungan datang berkunjung" ucap seseorang yang adalah Yao Wendhi, sosok pertama yang mengalahkan Ruo.


"salam senior, junior datang untuk berkunjung" Ruo menangkupkan tangan.


"Baik,,,, jika niatmu berkunjung, maka mampirlah" ajak Yao Wendhi,


keduanya lalu memasuki istana dan duduk di aula.


"Sekarang,,, katakan, ada keperluan apa dari kunjunganmu ini bocah"


tanya Ruo, Ruo pun berbasa basi sesaat, lalu dia menyampaikan maksudnya,yaitu mengajak kerja sama, serta alasan alasan yng membuat dia ingin bekerja sama dengan YaoWendhi.


setelah berulang kali di buat terkejut oleh Ruo, pada akhirnya Yao Whendi setuju untuk bekerja sama dengan Ruo.


"Tapi, sekali lagi aku mengingatkan bocah,,,, aku dan seluruh pasukanku, hanya akan mengikuti rencanaku,,, bagaimana" ucap Yao Whendi setelah menyatakan ketersediaanya menjalin kerjasama.


"Bagi junior,,, itu sudah cukup senior" Ruo merasa tak masalah dengan syarat Yao Wendhi.


"Baiklah senior, aku rasa keperluanku sudah cukup,,,dan mohon terimalah cincin ini" Ruo mencukupkan kunjunganya serta memberi Yao Wendhi satu cincin Ruang.


"Oh ya senior,,,, aku di pesankan senior Yao Ming, untuk menyampaikan salam"


"Degggghhh"


Yao Wendhi kaget tak bergeming mendengar teriakan Ruo yang saat ini sudah tak nampak.


Yao Wendhi segera tersadar, namun percuma bagi Yao untuk mengejar, sekedar ingin mastikan nama yg di teriakkan Ruo.


"Benarkah...... "


"Ayah........ bocah itu bertemu ayah" gumam Yao Wendhi yang masih tak berpindah dari tempat berdirinya.


sementara di sekte Lembah angin, Qian Qin, Zang Shan, Liu Bai, Bai Huang, Wan Li dan Wuji, serta patriak Li dan dua tetua Li berkumpul... dan lebih dari itu, kaisar Qin, dan kelima raja pun turut hadir di ruangan sekte,,, sudah tiga hari mereka berada di sekte, hanya karna penasaran dengan maksud Ruo yang ingin mengadakan pertemuan tingkat tinggi dgn seluruh penguasa wilayah bahkan ingin mengajak semua sekte baik aliran putih maupun hitam.


"Salam yang mulia kaisar, Para Raja, patriak dan tetua Li juga saudara"


Ruo datang dan menyapa semua orang yang berada, melihat kedatangan Ruo, ke enam sahabatnya mendekat dan menepuk bahu Ruo, mereka merasa senang bisa kembali di pertemukan, terlebih di dalam sekte Lembah Angin.


ketujuh sahabat itu, berbincang ria,,,, seperti kebiasaan mereka sebelumnya.


"ehemmmm.... ehem.... "


patriak Li mencoba menyadarkan ke tujuh sahabat itu....


"ah.... maaf patriak,"

__ADS_1


mereka tersadar, lalu mengambil tempat duduk mereka masing masing.


"Ruo'er,,, bagaiman perjalanan mu mengantar Fei'er" tanya patriak Li


"Semuanya lancar patriak, "


"Baguslah kalau begitu"


patriak Li merasa tenang sekarang.


lalu di susul dengan yang lain, yang juga menanyakan hal yang hampir sama, dan semua di jawab oleh Ruo.


selesai dengan pembicaraan ringan Ruo mulai mengubah posisi duduknya dan mulai serius.


"Yang mulia, dan semuanya,,,, Tujuanku menginginkan pertemuan tingkat tinggi, yang melibatkan semua penguasa tak terkecuali,,, itu karna, tak lama lagi akan ada kekuatan besar yang akan menginvasi seluruh wilayah"


semua orang berdiri dari kurainya


"kekuatan besar,,, " tanya kaisar Qin, yang kaget


"ya... kekuatan besar, dan kekuatan besar itu bukan berasal dari lima wilayah Kekaisaran,,melainkan dari sebuah benua yang sesungguhnya"


lanjut Ruo, dan semua orang sama sekali tak bisa mencerna maksud dari Ruo.


"Selama ini, kita hanya mengetahui lima wilayah dengan lima Kekaisaran sebagai penguasa,,,, namun kita tak tau, bahwa tanah yang selama ini kita pijak, hanya sebuah daratan kecil, di luar sana ada daratan yang berkali kali lebih luas, dan itu merupakan satu benua, serta di pimpin satu kaisar.... mereka memberi nama lima wilayah kita ini sebagai daratan Zurhen"


"Dan alasan mereka ingin menginvasi lima wilayah ini, adalah untuk satu dan dua hal,,, di benua kekuatan besar itu berasal, lima wilayah kita ini sedang di perebutkan oleh sekte sekte besar yang berada di sana,jadi alasan kenapa aku ingin mengadakan pertemuan tingkat tinggi ini, karna aku semua kekuatan di daratan ini bersiap untuk invasi tersebut"


tutur Ruo


"lalu Ruo'er,,,, dari mana kau mengetauhi informasi ini" Patriak Li sangat penasaran ttg asal informasi yg di ketaui Ruo.


"beberapa waktu lalu, aku membantu seseorang, dan terlibat pertarungan dengan beberapa orang,,,, mungkin di wilayah barat ini merasakan dampak dari pertarungan itu" jelas Ruo


brukkkk.....


semua orang terduduk lemas, mengingat guncangan hebat beberapa waktu lalu


"jadi..... itu adalah pertarungan mu dengan orang orang itu" tanya raja Wu


"Benar paman Wu,,,, dan semua informasi ini aku dapatkan dari orang yang ku bantu tersebut"


tutup Ruo, dan akhirnya semua orang percaya dengan semua yang di sampaikan Ruo.


"Baik.... sekarang, apa rencanamu selanjutnya" tanya Kaisar Qin.


"Dari sini, kita memulai rencana sederhana,,, yaitu mbagi tugas,di samping aku akan mengerahkan semua murid sekte Lembah angin, aku juga akan menggunakan pengaruh dari sekte Lembah angin beserta Kekaisaran dan kelima kerajaan"


"aku dan saudara saudaraku, masing masing, akan mendatangi setiap sekte di seluruh wilayah barat ini, dan memaksa mereka untuk bergabung, semua murid sekte aku tugaskan untuk menyisir setiap titik lokasi perampok, dan memaksa mereka juga untuk bergabung,,,, sedangkan tugas yang mulia kaisar serta kelima raja adalah mengunjungi dan mengajak penguasa tiap wilayah untuk datang dalam pertemuan itu"


Ruo menyerahkan tugas kunjungan pada kaisar dan para raja, agar mereka bisa di pastikan hadir.


"sementara,,, pertemuan ini kita cukupkan, dan selanjutnya,,, kita akan bertemu di pertemuan seluruh penguasa"


Ruo menutup acara formal, dan kembali pada perbincangan seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2