Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Hari Terakhir di Alam HunLuan


__ADS_3

Fajar,belum juga meluntur oleh mentari... namun puluhan ribu orang sudah memadati pelataran dan area sekitar penginapan yang menjadi tempat istirahat Ruo.


Mereka semua tak mau tertinggal, untuk terlibat dalam rencana penyerangan pusat Kekaisaran.


Dimana menurut kabar,mereka akan di pimpin oleh sosok pemuda yang mereka tau dapat dengan mudah menumpas pasukan Kekaisaran tempo hari.


Ruo terbangun,dan segera menuju kamar mandi,, begitupun dengan A Nara.


"tok... tokk... tok.. "


"Ra'er... " Ruo memanggil A Nara dri daun pintu.


"ya Gege,,, sebentar... " sahut A Nara.


"Gege tunggu di bawah" ucap Ruo, lalu meninggalkan kamar A Nara.


Di bawah Ruo sudah di tunggu oleh Luan Di dan beberapa anak buahnya.


"Senior seprtinya sudah tak sabar... "


"begitulah tuan muda,,, kami tak mau membuat tuan muda menunggu"


"Ya... tak apa, junior tinggal juga masih menunggu saudari Nara... "


"mmm.... " Luan Di, mengangguk.


"Lalu,,, di mana semua pasukan senior"


"aahh... itu, mereka semua sebagian telah berada di dekat wilayah pusat Kekaisaran tuan muda... "


"Gege,,,, apa gege lama menunggu "


A Nara datang dan mendekat pada Ruo


"tidak... apa sudah siap"


"ehmm.... " angguk A Nara


"Senior,,, pimpin lah jalan, ,,, kita pergi sekarang... "


"Mari tuan muda.. " Luan Di memimpin, mereka pun memulai perjalanan.


Di sepanjang jalan, Ruo tak menyangka bahwa tujuannya ke Kekaisaran mendapat antusias warga dan ternyata,,, pasukan PR yang semula tak terlihat, kini mulai bergabung dan mengekor di belakan Ruo.


Setengah hari perjalanan,,, akhirnya mereka sampai di perbatasan wilayah pusat.,, Ruo kembali di buat kaget, ternyata,,, dua kali jumlah pasukan sudah menunggu kedatangan mereka.


"senior,,, apa mereka semua juga termasuk pasukan senior.... "


"Hanya sebagian,,,, yang lain,warga yang memiliki tujuan untuk meninggalkan Alam ini, tuan muda"


"ya sudah,,, kalian tunggulah di sini sebentar..." Ruo merasa sudah tak ingin lama lama di alam ini.


whhuuuussssss


Ruo melesat terbang meninggalkan semua orang...


"Nona,,,, sehebat apa tuan muda Ruo" tanya Luan Di pada A Nara


"emmmm..... entahlah, tapi.... jika dia merasa gemas, dia akan menghancurkan sebuah gunung" A Nara membual,, karna dia ingat semalam Ruo bergumam,ingin menghancurkan gunung hanya gegara dia bersikap lucu.


"Gleeuuukkkk" semua orang hanya menelan ludah, mendengar bualan A Nara.

__ADS_1


A Nara, hanya tersenyum melihat mereka percaya dengan bualanya,lalu mencari tempat untuk menunggu Ruo kembali.


Ruo sendiri, kini tengah berdiri gagah di udara di atas benteng perbatasan Kekaisaran.


"apa yang harus aku lakukan sekarang,,, tak mungkin aku langsung menghancurkan benteng ini tanpa alasan" gumam Ruo


"aisss.... sebaiknya, aku mengetuk pintu terlebih dahulu... " pikir Ruo,dan sejurus kemudian,,, dia mendarat tak jauh dari gerbang pbatasan.


"Anak muda,, siapa kamu,,,, dan ada perlu apa kau mendekati gerbang wilayah Kekaisaran ini... " tanya sorang prajurit jaga dengan garang pada Ruo.


"Senior,,, apa junior boleh memasuki pusat kota"


"tidak,,,, tidak sembarang orang yang bisa keluar masuk ke wilayah Kekaisaran"


"aissss....... memangnya apa yang menjadi persyaratan bagi orang yang mau memasuki pusat kota senior"


"sudahlah anak muda,,, lebih baik kembali ke tempat asal mu,, jangan mengganggu waktu kami... "


whuuusssssss.........


Ruo memilih melesat dan melewati benteng wilayah dengan terbang meninggalkan para prajurit jaga.


Deemmmmmm........


Ruo menghentakkan kakinya langsung di depan istana Kekaisaran Shun.


"Penyusuuuuuupppp" teriak beberapa prajurit.


Tak butuh waktu lama,,, ribuan prajurit langsung mengelilingi Ruo yang kini tengah menatap kemegahan istana Kekaisaran Shun.


"Seraaaaaaaaannnnghggg" ribuan prajurit mendesak ke arah Ruo.


Blaaaaaarrrrrrrrr..............


"Kaisar Shun.... keluarlah" ucap Ruo pelan, namun asuaranya menggema di telinga semua orang.


"Kalian,,,, aku kemari bukan untuk berurusan dengan kalian" Ruo mentap semua prajurit yang kini sedang berusaha menahan tekanan Ruo.


Tak berapa lama,,, mencul puluhan Jendral, beserta Kaisar Shun berada di belakangnya.


"Sebelum kalian bertindak,,, aku ingin bertanya pada Kaisar Shun..... Kaisar,,,, apakah aku boleh menggunakan Portal teleportasi antar alam "


"Keparat,,,, kau sangat lancang anak anak muda... " seorang jendral langsung geram pada Ruo.


Wuuusssssss..........


Jendral melesat ke arah Ruo dengan tombak yng siap di sabetkan.


Boooommmmmmmm.........


"apaaaaaa" jendral itu terbelalak, Ruo menahan serangan tombaknya hanya dengan kepalan tanganya.


weeesssss....... brruuuuaaaakkkk


Ruo mengibaskan jendral itu dengan elemen angin, dan melemparkanya.


"Aku bilang,,, apakah aku boleh memakai portal antar alam itu, Kaisar.... " Ruo masih dengan ketenangan ya.


"Bocah...... sampai matipun, aku sebagai kaisar kekaisaran Shun, tak mengizinkan siapapun menggunakan portal antar alam itu... " Kaisar Shun berkata dengan tegas.


"Apa ada alasan untuk itu Kaisar... " tanya Ruo.

__ADS_1


"Tidak,,,, tidak ada alasan portal itu di peruntukkan hanya bagi kelurga Kekaisaran Ku... "


"Baik..... artinya, kekaisaran ini harus di hapus, agar aku dan orang lain bisa menggunakan portal itu... " ucap Ruo lalu kembali memandangi semua prajurit.


"kalian,,,, aku beri kesempatan,,, jika kalian ingin hidup,,,, pergilah ke benteng perbatasan dan buka gerbang perbatasan itu"


Zeeeeppppppppp......


Ruo menarik aura penekanannya....


wuuuuussssssss.........


sret.... sret.... sretttt.........


Puluhan jendral yang berdiri sejajar untuk melindungi Kaisar Shun,langsung ambruk, Ruo dengan secepat kilat menebas semua jendral dan membuat merek tewas seketika.


"Dan untukmu,,, ku serahkan pada pasukan PR untuk menentukan nasibmu" ucap Ruo dengan pedang pembalik langit, kini menempel di leher Kaisar Shun.


Akan sangat mudah bagi Ruo membumi hanguskan Kekaisaran Shun, mengingat orang terkuat hanya berada pada Kaisar suci,,, itupun tingkat awal.


Ruo lebih memilih langsung berurusan dengan Kaisar, tanpa perlu melenyapkan seluruh pasukan Kekaisaran.


Beberapa jam kemudian,,, Rombongan pasukan PR datang tanpa berperang,,, mereka sangat heran dengan prajurit penjaga yang sengaja membuka gerbang untuk mereka.


"Senior,,,, apa semuanya sudah masuk"


"sudah tuan muda,,, mereka semua ada di pelataran... "


"baiklah,,,, sekarang kuserahkan nasib Kaisar ini pada senior dan lainya" Ruo mendorong tubuh Kaisar yang teriakat oleh elemen angin milik Ruo.


Luan Di, membawa Kaisar Shun pada pasukan PR.


namun, tanpa sepengetahuan Luan Di dan lainya,,, Ruo membawa A Nara meninggalkan tempat.


"itu portalnya Gege... " tunjuk A Nara


"ya aku melihatnya.... kita kesana sekarang" Ruo menggenggam tangan A Nara dan mengajaknya menuju pintu portal.


"Gege,,, bagaimana dengan Luan Di dan pasukanya... "


"Ra'er.... mereka menganggap aku sebagai suatu bantuan, dan aku melakukanya,,,, kini biarkan mereka sendiri yang menentukan urusan selanjutnya.... " Ruo menjelaskan.


"emmm..... " A Nara akhirnya mengerti dengan penjelasan Ruo.


Buuuuuzzzzzzzzz...........


Ruo menciptakan formasi, dan berhasil mengaktifkan portal teleportasi antar alam.


"Tuan muda,,,, " teriak Luan Di, melihat Ruo yang sudah mau memasuki pintu portal.


Ruo berbalik dan menatap Luan Di


"Terimakasih.... " ucap Luan Di sambil menjurah hormat pada Ruo.


Ruo hanya tersenyum,lalu menganggukan kepala.


whhhuuuuussssss......


Ruo membungkus tubuh A Nara dengan elemen angin, agar tak terjadi apapun ketika dia sudah sampai di tempat tujuan.


Zeeeeepppppppppp.........

__ADS_1


Sinar cahaya pintu portal di tarik kedalam bersama Ruo dan A Nara yang telah menghilang.


.............................................


__ADS_2