
Alam Xianren menjadi saksi tempat pembantaian lebih dari lima ribu orang dari ras dewa, yang di lakukan A Lung dan Ruo cs serta pasukan Lang.
Dua puluh orang hebat itu menerobos lebatnya hutan,di atas punggung serigala serigala besar setelah menyelesaikan pembantaianya.
Dari atas tunggangan,, mereka bercanda dan tertawa,sesekali mereka memuji pasukan Lang sambil mengelus bulu halus leher serigala serigala itu.
"Gggrrrrrrrrr.......... " tiba tiba, Zan Lang menghentikan langkahnya dan menggeram, Ruo dan yang lain saling pandang dengan pemikiran yang sama.
"Di arah depan,,, masih ada sisa kelompok kecil dari ras dewa rupanya" ucap tetua Feng.
"mmm.... " semua mengangguki ucapan tetua Feng.
Whuuusssss..........
Namun, belum juga pasukan Lang melangkah maju,, sekelompok kecil dari ras dewa melesat dan berdiri di hadapan mereka.
"Salam pada semua senior,,, aku Fu Chang murid dari sekte matahari,,, " segera,,, Fu Chang mengenalkan diri dan yang lain dengan hormat pada Ruo cs.
"Haiiisssszzz........ hei Fu Chang, apa kau dari ras dewa? " tanya Wuji pada Pemuda yang memimpin kelompok berjumlah lima belas orang itu.
"Benar senior,,, kami dari ras dewa" jawab Fu Chang.
Whuuuusssssss..........
A Lung langsung melesat ke arah Fu Chang, dengan pedang yang sudah siap dia tebaskan tepat di leher Fu Chang.
Triiinnnngggggg..........
Satu duri landak semesta,,, menahan sabetan pedang A Lung yang hanya beberapa sentimeter dari leher Fu Chang.
"Saudara Lung,,, mereka adalah salah satu yang memilih mengakui keberadaan kita" Ruo berkata pelan pada A Lung yang masih berkeinginan membunuh mereka.
"Apa saudara yakin??? " timpal A Lung, yang tak ingin berdebat mulut dengan Ruo.
"mm..... lepaskan mereka!!! " pinta Ruo,,, yang kemudian A Lung menyimpan pedangnya kembali.
"katakan,,, kenapa kau begitu yakin, kami takan membunuh kalian?? " Mata tajam Ruo menatap kelompok Fu Chang.
"karna guru kami yang mengatakan demikian,senior" jawab Fu Chang.
"Gurumu terlalu percaya diri,,,, " A Lung menimpali ucapan Fu Chang.
"Tidak..... guru tak seperti itu, namun guru memang berkata benar,,, Senior urung membunuh kami, bukan?? " tukas Fu Chang kembali.
"Memangnya, siapa gurumu?? " kali ini,,, tetua Feng yang bertanya pada Fu Chang
__ADS_1
"Fu Xuen alias A Xuen"
Deggghhhhhhh........
A Lung mematung, mendengar nama A Xuen di ucapkan oleh Fu Chang.
"kkak.. katakan sekali lagi!!! "pinta A Lung dengan mulut tergagap.
" A Xuen senior,,, nama guruku A Xuen"Fu Chang mem pertegas ucapannya.
"siapa di antara kalian yang baru mengetahui nama alias dari guru kalian!!! " A Lung seperti ingin memastikan sesuatu,,, namun ke lima belas orang di hadapanya tak ada yang menjawab,,, yang artinya, mereka semua memang tau nama alias gurunya.
Tak mendapat jawaban, A Lung berbalik wajah pada Ruo.
"Saudara,,, aku ingin mengajak Fu Chang dan lainya menghadap tetua.. " tutur A Lung,,, Ruo pun menyetujuinya.
"Kalian ikutlah denga kami sekarang!!! " ajak A Lung pada Fu Chang serta yang lain.
"Terimakasih senior.... "
"Tunggu!!! " Ruo mencegah
"apa ada ciri khusus dari gurumu itu" Ruo ingin memastikan sesuatu pada Fu Chang.
"Baiklah,,, sekarang, mari kita kembali!!! " ajak Ruo, setelah yakin tentang sosok guru dari ke lima belas murid sekte matahari itu.
"Aku melupakan hal sekecil itu" gumam A Lung, sambil mengusap tanda yang sama di balik daun telinganya.
*
*
Sesampainya rombongan di depan air terjun, yang menjadi jalan masuk ke dunia kecil tempat persembunyian ras manusia abadi.
Ruo memasukan pasukan Lang dan semua kerabatnya,, meski banyak dari kerabat Ruo yang protes, dan ingin mengenal ras manusia abadi... Ruo tak menggubris.
Menyisakan A Lung dan kelompok Fu Chang, Ruo bergegas memasuki dunia kecil yang berada di balik air terjun di hadapanya.
_________________
"Gege?! " kedatangan Ruo di sambut A Raiya yang seperti sudah merindukan pemuda tampan itu.
Namun,, A Raiya dan yang lain memiliki pandangan berbeda pada Fu Chang dan kelompoknya.
Tatapan benci benar benar terlihat jelas dari tiap raut wajah ras manusia abadi.
__ADS_1
"Junior Lung,, apa mereka tawanan mu? " tanya A Wong
"Bukan pemimpin,,, mereka adalah murid murid Senior A Xuen, dari alam dewa" jawab A Lung.
Tentu saja, sama seperti reaksi A Lung sebelumnya,,, mereka semua di buat kaget dengan kenyataan bahwa Fu Chang beserta lainya adalah murid dari seseorang yang sudah lama mereka anggap mati.
Ruo yang merasakan situasi sungkan itu segera menengahi, untuk meluruskan .
"Bagaimana kalau kita duduk bersama dan mendengar cerita dari junior junior ini paman?? "
"Aku sangat yakin,, mereka membawa pesan atau lainya dari senior A Xuen untuk di sampaikan" ucap Ruo, mencairkan suasana.
"Ya,,,benar senior,, saya pribadi mendapat mandat langsung dari guru, agar di sampaikan pada siapapun dari ras manusia abadi" Fu Chang, menjelaskan.lalu mengeluarkan gulungan kulit beserta sebuah batu lempeng berwarna bening seperti kristal, menyerahkanya pada A Wong.
A Wong menerima dua benda dari Fu Chang,segera dia mengajak rombongan ke kediamanya yang memang sebagai pemimpin dari ras manusia abadi,, kediaman A Wong memilik semacam pendopo yang cukup luas.
"Kumpulkan semua tokoh tetua,, kita akan melihat isi pesan dari A Xuen" ucap A Wong memberi perintah, yang segera di laksanakan oleh A Lung.
Beberapa lama,,setelah Di rasa semua tokoh sudah berkumpul,, A Wong tak menunggu, dia langsung menyalurkan energi pada batu lempengan yang di berikan Fu Chang.
Blaaaaarrrrrr.............
Sosok A Xuen,yang tercipta seperti hologram muncul di tengah semua orang dari ras manusia Abadi.
"Salam dan hormat,, pada semua saudaraku,,, aku A Xuen,seorang yang mungkin sudah di anggap mati oleh saudaraku semua"
A Xuen memulai menyampaikan isi dari pesan jiwanya,, dia kemudian menceritakan bagaimana dia bisa selamat, hingga berhasil mendapatkan posisi tetua di sekte matahari.
A Xuen juga menjelaskan,,, bahwa sekte matahari adalah satu satunya sekte di wilayah bagian timur alam dewa,yang masih mengakui eksistensi dari ras manusia abadi, dan juga masih mendukung leluhur dewa sebelumnya.
A Xuen berharap, ada saat bagi ras manusia abadi benar benar kembali eksis di alam dewa.
Dan terakhir,,, A Xuen menerangkan tentang isi dari gulungan kulit yang sekarang berada di tangan A Wong.
Di terangkan,,,, bahwa A Xuen mendapat gulungan itu dari salah satu kultivator lepas,,, yang menurutnya,gulungan kulit itu adalah kitab yang di peruntukkan hanya bagi ras manusia abadi.
Namun karna kurangnya informasi,, A Xuen selalu gagal mempelajari kitab tersebut, dan memilih untuk menyerahkanya pada A Wong dan lainya.
"Saya berharap,,, kitab itu adalah benar di peruntukkan bagi ras kita, saudaraku"
"Saya kira,,, sudah cukup saya menyampaikan,,semoga suatu saat kita bisa berkumpul sebagai bagian dari alam dewa yang di akui"
"Salam dan hormat saya,, selalu untuk semua saudara saudaraku" A Xuen, pamit setelah menyampaikan banyak hal, lalu lenyap seketika.
...............................
__ADS_1