Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Naga Semesta


__ADS_3

Delapan jam, pertempuran terus berlanjut dan makin sengit.


"Saudara,,, mohon memberi jarak!! aku akan mencoba sesuatu! " Ruo mengirim pesan jiwa pada Qian cs dan pasangan mereka, empat Jian dan Duo Yao.


whuuuussssss.......


Semua saudaranya melesat,mengikuti arahan Ruo dan memberikan kesempatan padanya.


"Setelah ini,,,,bersiaplah untuk pertempuran jarak dekat, dan ingat!! biarkan semua pasukan serigala memakan inti roh iblis agar mereka dapat berevolisi" Ruo memberi instruksi pada semua orang yng terlibat dalam pertempuran itu, terutama pada Divisi PSAP.


Debbbbb.............


Ruo berpindah tempat mengambil posisinya.


"Duri landak semesta.... "Ruo mengeluarkan jutaan duri landak yang sebelumnya hanya berjumlah ribuan.


" Pedang Taring Neraka.... bersatu" Pedang di lemparkan, lalu di gerakan dengan kekuatan jiwa oleh Ruo.


Whuuuuunnnnnnnngggh..........


Pedang Taring Neraka, berada di tengah putaran Duri landak semesta.


drreerrrettt...


Derak derak energi api dan angin mercik dari pedang Taring Neraka,memyalurkanya pada setiap Duri landak.


Blaaaaarrrrr.............


Ruo merentangkan kedua tangan,dengan seketika di ikuti dua sayap energi berwarna putih bening membentang dengan panjang sepuluh meter dari punggungnya.


Tampilan Ruo berubah dengan Rambut berwarna merah legam, otot ototnya terlihat bagai lahar mengaliri setiap urat nadi.


Ruo membuka mata dengan pupil merah di sertai kobaran api di sisi lingkar matanya.


"Inikah kekuatan Jiang Ruo yang sebenarnya?? " Semua orang bertanya dengan ketakjuban yang sama, mereka menelan ludah kasar tatkala menatap seorang pemuda dengan penampilan yang sangat luar biasa.


"Aissss........kau sangat pintar membuat orang menjadi kagum, saudara" Wuji berucap iri pada Ruo, namun dia sangat bangga dengan saudaranya itu.


Dari jauh,,, Patriak Wong dan Tetua Jia Yi terperangah dengan transformasi Ruo,,, energi berwarna merah memendar jauh hingga terlihat jelas oleh semua orang yang berada di sekte cahaya dewa.


"Anda benar benar tidak salah menunjuk pemuda itu Ptriak" Baru kali ini, sosok Jia Yi...wanita yang di katakan kecantikan nomor satu itu di buat sangat kagum oleh seorang pemuda.


"Kau akan lebih kagum dengan yang terjadi selanjutnya, Tetua Yi!! " Patriak Wong tersenyum kecil.


"Setelah ini,,, kita semua akan ikut ke medan perang tetua Yi!! "


"emm..... " tetua Jia Yi mengangguk.

__ADS_1


Di pihak pasukan iblis,,, semua pasukan mulai terlihat panik, melihat transformasi dari seorang pemuda yang menurut mereka sangat mengerikan.


"Semua pemimpin pasukan iblis,,, serang pemuda berambut merah itu!! " Jendral Gui baru sadar setelah merasakan energi mengerikan yang se akan dapat membakar kulit meski jaraknya masih sangat jauh.


Mendengar perintah dari jendral besar mereka,,, para pemimpin pasukan iblis melesat ke arah Ruo.


"gawat,,, siapa pemuda itu" Jendral Gui mulai merasakan sedikit kegusaran.


"Bagaimana mungkin aku merasakan energi inti api neraka dari pemuda itu? " Jendral Gui sekaligus di buat heran oleh energi yang di keluarkan akibat transformasi Ruo.


Ruo sendiri yang sudah bersiap siap melakukan serangan tetap tenang dan mengkonsentrasikan kekuatan jiwanya.


Blaaaarrrrr..........


Sebagai tahap akhir dari persiapan seranganya,,, Ruo memunculkan pelik api di tangan kanannya dan pusaran kecil angin di tangan kirinya.


Dua elemen inti itu lalu di satukan dan di salurkan pada pedang taring Neraka dan duri landak semesta.


"Teknik Pertama.... serangan semesta Neraka.... Heeyyyyaaaaaaaaa"


"Bentuk formasi pertahanan kaisar iblisssss!!!!! " seru pemimpin pasukan yang sebelumnya melesat hendak menyerang Ruo, namun terlambat,,, karna Ruo lebih dulu menembakkan serangannya.


Whhuuuuunnnnnngggggh..........


Segera.......ratusan juta pasukan iblis membentuk formasi pertahanan kaisar iblis, dan menciptakan sosok berwujud raksasa yang mengerikan,,, sosok itu memiliki dua tanduk menjulang, dengan rupa seperti kambing yang telinganya seperti kelelawar.


"Grooooooaaaaaaaahhhhhhh" iblis raksasa itu meraung dan bersiap menghalau serangan Ruo dengan gada runcing dan juga pedang sabitnya.


"wujud naga semesta" Ruo menggerakan telapak tangan dengan cepat.


"Rooooooaaaaaaaarrrrrrrhhhhhh" pada saat jarak kedua serangn itu hendak saling berbenturan.


Pedang Taring Neraka dan Duri landak semesta, terbungkus oleh elemen api dan angin,yang lalu membentuk diri menjadi naga raksasa.


Kedua raksasa itu saling meraung, seakan menunjukan siapa yang terkuat.


"Raaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr... "


DEEEMMMMMMMMMMMMMMM..


BBBOOOOOOOOOMMMMMMMMM


Naga semesta melilit dan membuka mulutnya lebar lebar,,, dan pada saat itulah, pedang taring Neraka dan jutaan Duri landak semesta melesat keluar dari dalam mulut naga semesta, dan menghancurkan iblis raksasa jadi serpihan abu gosong... padahal sejatinya, iblis raksasa itu tercipta dari formasi.


Ledakan maha dahsyat memborbardir ratusan juta pasukan iblis dalam sekali serang,,, dentuman dari tabrakan energi pedang dan Duri landak milik Ruo,mengguncang tanah, dan seakan mengangkat daratan bergeser ke atas.


Tak terdengar teriakan dan jerit kesakitan,,, dampak dari serangan tunggal Ruo, lansung menjadikan setiap tubuh pasukan iblis menjadi abu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat,, Ruo yang masih dalam tampilan transformasinya menilik kebelakang.


"Serang sekarang!!!!! " Ruo dengan mata yang masih di hiasi api di lingkar sisinya,brucap tegas pada semua saudara dan pasukan yang berada di pihaknya.


"Divisi PSAP,,,, kalian dengar perintah pemimpin???? " Tetua Feng Suk, yang semangatnya sudah memggebu gebu dari awal,,, berteriak dengan lantang.


"Seraaaaaaaaaaaaannnnnnnggggg!!! "


"Uuuurrraaaaaaa....... uuurrraaaaaa!!"


Divisi PSAP menjadi yang pertama, sebagai pasukan darat yang melesat dengan tunggangan Serigalanya, menggempur pasukan iblis yang sudah kena mental akibat serangan dahsyat Ruo.


Di susul Xin Hu, Liu Fei, Komandan Wei Bo dan Hua cs,,, lalu di belakang mereka adalah pasukan dari murid sekte cahaya dewa yang berjumlah Delapan juta orang.


Sedangkan pasukan iblis masih menyisakan enam juta pasukan, meski Ruo dan Qian cs sebelumnya berhasil menewaskan lebih dari satu juta pasukan iblis,di tambah serangan tunggal Ruo sendiri ya menewaskan dua ratusan ribu pasukan iblis.


Qian cs, kembali melesat dgn semangat dan tak mau melewatkan pertempuran yang menurut mereka sangat luar biasa.


Dan juga,,, pada akhirnya,,, semua tetua sekte cahaya dewa, bergabung dalam pertempuran, tak terkecuali Patriak Wong dan Tetua Jia Yi.


Khusus tetua Jia Yi,,, wanita yang sangat cantik itu, memilih bergabung dengan kelima muridnya, yaitu Hua cs.


Dia menampilkan senyum yang luar biasa ayu nan anggun, tatkala melewati Ruo yang masih diam berdiri di tempatnya.


"mm... " Hanya sekilas anggukan kecil dan sebuah senyum yang mengandung bom atom waktu, yang di tampilkan Jia Yi pada Ruo, saat melesat ke arah pertempuran.


"Tetua Feng ,,, ingatkan semua pasukan Divisi PSAP, agar tungganganya memakan inti roh dari iblis iblis itu" Ruo kembali mengingatkan pimpinan Divisi.


"Laksanakan, pemimpin muda!! " tegas Senior Feng Suk.


"Dimana, jendral iblis itu?? " Ptriak Wong yang sambil menebas setiap tubuh iblis, menilik kemanapun mencari sosok Jendral iblis Gui,Namun dia sama sekali tak menemukan sosok yang dia cari.


"Junior,,, tetap di tempatmu beridiri!! " Zhen Long dari dalam dunia jiwa, tiba tiba mengirim pesan seperti memperingatkan Ruo.


"Musuh yang sebenarnya dari sekte cahaya dewa tak lama lagi akan muncul" ucap Zhen Long memyampaikan.


"Lalu,,, apa yang harus aku lakukan senior??? " tanya Ruo


"entahlah,,,, untuk saat ini, tetaplah waspada! " pinta Zhen Long.


Zhen Long sebenarnya sangat ingin bergabung membantu pertempuran, namun Huo Eng yang sllu bersamanya melarang,,, kecuali pada keadaan tertentu saja, hal itu di karenakan karna di alam dewa tingkat satu ini, tak di rasakan ada jejak jejak dari aura ras Naga.


Di hawatirkan,,, jika Zhen Long memaksa keluar dari dunia Jiwa,,, justru hanya akan mempersulit Ruo dan pasukanya di kemudian hari.


Mendapat saran dari Zhen Long,,,Ruo kembali menatap ke arah pertempuran, dan hanya mengawasi semua area yang memiliki kemungkinan akan kemunculan musuh seprti yang di wanti wantikan Zhen Long.


..................................

__ADS_1


__ADS_2