
saat ini Ruo dan Zi Shen mendapat waktu berbincang
"Junior,,, apa kau yakin, dengan ranah mu yang hanya berada pada kaisar suci tahap puncak akan menyerang sekte Zi"
"tentu saja tidak, senior... aku juga tak mau mati konyol, tanpa membawa beberapa dari mereka"
"memang seberapa kuat orang orang sekte Zi itu, senior"
"para petinggi berada di tanah dewa bumi, awal dan menengah, untuk ptriaknya sendiri pada tahap puncak,,, namun, sekte Zi memiliki dua leluhur yang berada pada ranah dewa langit tahap awal dan menengah"
"dan untuk semua anggota muridnya,berjumlah lebih dari 250jt,,,, aku sudah pernah bilang, bahwa daratan Zurhen adalah daratan kecil bukan"
Ruo sebenarnya sangat kaget dengan jumlah murid sekte Zi....
"nak Ruo,,, bahkan sekte pedang angin yang dikatakan sekte kecil ini, memiliki lebih dari 70jt murid,, kamu bisa bayangkan betapa luasnya benua Zen ini"
"maka aku terlalu sombong bila ingin melawan sekte Zi sendiri" gumam Ruo.
"yah... kau benar dengan pikiranmu itu" Zi shen setuju dengan gumaman Ruo.
"senior,,, adakah tempat yang cocok untukku berlatih"
"emmm...... "
"yaaa.... ada, namun membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk sampai kesana"
"Di mana itu,, "
"di tempat asal Jian Ning,,, " Zi shen pun menceritakan tempat yang tepat untuk Ruo berlatih.
"baiklah,,, aku akan menanyakanya langsung pada saudari Ning" ucap Ruo.
setelah mencukupkan perberbincangan cukup lama,Ruo pergi menemui Jia Ning.
"salam saudara" Ruo menghampiri empat Jian yang tengah berlatih
"eh.... sauadra Ruo" melihat Ruo, keempatnya merehatkan latihan mereka.
"ada keperluan apa saudara Ruo berkunjung ke pelataran inti ini" tanya Jian Cok.
"emmm.... kebetulan aku ada keperluan dengan saudari Jian Ning"
Deggghhhhh
mendengar namanya di sebut Ruo, jantung Jian Ning, kembali berdegup kencang.
"a... ad... ada perlu apa senior dengan ku" Jian Ning mendadak gagap.
"itu,,, aku berencana menuju wilayah Ning, dan menurut senior Zi, aku harus bertanya pada saudari Ning" ucap Ruo pelan
"saudara Ruo,,, kami bertiga permisi, silahkan lanjutkan dengan saudari Ning"
ketiga murid lain, membiarkan Ruo dan Jian Ning,berdua.
"emmm.... " Ruo mengangguk,lalu wajahnya kembali di arahkan pada Jian Ning,.
"saudari,,,, senior Zi Shen menyarankan aku berlatih di wilayah Ning, krna menurutnya, disana adalah tempat yang cocok untukku berlatih,,,, dan juga menurut senior Zi, hanya saudari Ning yang tau jalan ke wilayah itu, apa benar"
tutur Ruo
"Deggghhhhh"
Jian Ning kaget, wajahnya merah padam, matanya nanar kedua tanganya mengepal, saat Ruo mengatakan Wilayah Ning.
'ada apa dengan sikap wanita ini'
pikir Ruo, yang melihat sikap Jian Ning berubah dari sebelumnya yang malu malu, namun Ruo enggan menanyakan.
"senior,,, apa senior yakin ingin pergi ke wilayah Ning" tanya Jian Ning, yang kini dengan sorot mata tajam,debaran hati saat menatap Ruo, melebur lenyap seketika.
"emm.... aku sangat yakin" ucap Ruo
"baik,,,, aku akan mengantar senior ke wilayah Ning, besok kita akan langsung berangkat ke sana" tegas, Jian Ning, yang lalu pergi meninggalkan Ruo tanpa pamit, Ruo yang melihat perubahan sikapnya,,, hanya menatap heran, diapun pergi menemui ketiga Jian yang lain,untuk menanyakan ttg sikap Jian Ning.
__ADS_1
"saudara,,,, setiap orang memiliki masalah, bahkan dendam masing-masing"
"saudara Ruo telah mengingatkan saudari Ning, pada dendam dan luka lamanya" ucap Jian Cok, yang menjawab pertanyaan sikap Jian Ning
"maksud saudara Cok... "
"tujuh tahun lalu,,,saudari Ning,di bawa oleh tetua sembilan dengan ke adaan sekarat hampir mati,,, setelahnya saudari Ning menceritakan,semua anggota keluarganya di bunuh oleh teman ayahnya yang merupakan pimpinan paviliun pembunuh bayaran, ibu dan dua kakak perempuanya di ruda paksa, ayah dan semua anggota keluarga laki lakinya di bantai dan di mutilasi, hanya Jian Ning yang tersisa dari garis keturunanya" tutur Jian Cok, menceritakan secara singkat mengenai Jian Ning,,,Ruo hanya manggut manggut mendengarkan.
'sekarang, aku mengerti tujuan Senior Zi Shen menyuruhku berlatih disana dan mengajak Jian Ning' pikir Ruo.
"saudara,,,, apa kalian mau ikut berlatih denganku dan saudari Jian Ning" ajak Ruo pada ketiga Jian.
"saudara... apa boleh" ucap Jian Cok bersemangat.
"emmm... tentu, kita akan berangkat besok, bagaimana"
"baik,, kami akan ikut, saudara"
"kita sudah sepakat, besok aku tunggu di gerbang sekte,,,, sekarang aku pamit"
Ruo pamit dan segera pergi.....
"Senior Zi Shen, ternyata sangat tau bagaimana memberikan bimbingan latihan" gumam Ruo.
Ke esokan harinya,,, kelima muda mudi bertemu di gerbang sekte...
"saudara ternyata tau bagaimana bertualang" puji Ruo melihat ke empat murid datang tanpa mengenakan atribut sekte...
"yaahhhh.....sesekali saja saudara"
"baiklah,,, kita langsung berangkat,, saudari Ning silahkan pimpin jalan" pinta Ruo
"emmm.... " Jian Ning, mengangguk kelimanya lalu melesat terbang memulai perjalanan mereka.
satu hari, dua hari,,,,, mereka terus melesat tanpa henti.
chiiuuuuuu.........
Whuuussssss........
Ruo yang melihat serangan, melesat mendahului Jian Ning,menangkis serangan energi denga pedang pembalik langit.
blaaaaarrrrr..........
Boommmmmmmmmm
serangan energi itu berpendar,menciptakan ledakan di udara.
whuussssss......
"hahahaaa..... tidak salah lagi, dia adalah Ruo"
dua puluh lima orang menghadang Ruo dan empat Jian.
Ruo bisa langsung mengerti dgn tujuan orang orang yang menghadangnya.
sementara empat Jian sudah memasang kuda kuda, dan bersiap melakukan pertarungan.
"apa kalian dari sekte Zi" tanya Ruo
"hahaaa..... kalau kau sudah tau, kenapaasih bertanya, bangsat" bentak salah satu orang yang memimpin lainya
"bagussss..... " ucap Ruo
"elemen angin,,, pesona angin, duri landak baja.... hiiyyyyaaaaa"
Ruo melepaskan elemen angin di sertai ribuan duri landak baja anginya, langsung mengarahkanya pada musuh.
weeeezzzzzzzz
slataaapppppppp.......
clepppppp.... cleeppppp.....
__ADS_1
"aaarrrrgggghhhhhh"
"tubuhku.... kenapa tubuhkuuuuu"
Boommmmmmmmmmmmmm
semua musuh tertusuk duri landak baja, bukan itu saja, ketika duri landak menusuk tubuh mereka, maka elemen angin akan bersarang dan menjadi pusaran angin di dalam tubuh mereka,,, organ dalam mereka akan di koyak dari dalam oleh pusaran angin, lalu meledak seketika. itu adalah kelebihan setelah Ruo menyempurnakan elemenya.
Duuuuaaaaaaaarrrrrr........
semua musuh, meledak bersamaan menciptakan dwntuman yang memekakan telinga.
ke empat Jian, bergetar melihat pemandangan yang sangat mengerikan yang di lakukan oleh Ruo.
"sudah beres,,, mari kita lanjutkan" ucap Ruo santai.
"saudara.... kau sangat kejam" tegur Jian wewei
"yaaa..... kusus terhadap sekte Zi dan kroni kroninya aku akan kejam, saudari"
"jadi,,, mulai saat ini, biasakanlah diri kalian" tutur Ruo,yang kemudian mereka kembali melanjutkan.
seminggu wktu perjalanan berikutnya......
"ternyata,,, hanya seorang bocah, sekte Zi sampai bersusah payah,, hahaha"
Ruo dan empat Jian di hadapkan kembali pada pertarungan, yang mau tidak mau mereka harus meladeninya.
"gada langit,,,,, hentakkan gunung"
musuh Ruo yang menggunakan gada besar, memukulkan gadanya pada tanah...
kraaakkk.... krakkkk,,,, bommmm,,,, bommmm
pukulan gada mengguncang tanah, dan meretakan di sepanjang jalur serangan, mengarah pada Ruo.
"pedang pembalik langit,,,, hukuman langit...... hiyyyaaaaa"
Demmmmmmmm........
"appaaaaaaa"
musuh sangat kaget dengan serangan balik dari Ruo
Duuuaaaaaarrrrrrr........
Bommmmmmmmmmmmm.......
pedang di arahkan pada retakan tanah, dan menggulung tanah ke arah musuh dengan telak, serangan dahsat itu langsung membungkam kesombongan musuh,mengirimnya ke alam mana tak tau.
Ruo lalu menatap empat Jian, yang mulai terbiasa dengan pertarungan hidup mati, di sepanjang perjalanan, yang sudah tak terhitung berapa kali mereka mendapat hadangan musuh musuh Ruo.
"saudara,,,, apa ini yang kau maksud latihan itu" tanya Jian Cok yang telah menyelesaikan pertarungan ya.
"sebagian, iya..... tapi sebagian yang lain belum" jawab Ruo
"yaah..... tapi tak apa,,, aku sudah mulai terbiasa dengan semua pertarungan ini"
Jian Cok mulai merasakan perbedaan mental, setelah melakoni banyak pertarungan selama menemani Ruo dan Jian Ning.
"jika sudah selesai,,, mari kita lanjutkan saudara,,,, mungkin pertarungan ke depan akan bertambah sengit" Jian Cok, seperti sudah tak sabar untuk bertarung,dengan musuh musuh yang akan menghadangnya.
"saudari Ning,,, Kira-kira berapa lama lagi kita akan sampai" tanya Ruo
"mungkin sepuluh hari lagi,, atau lebih"
tutur Jian Ning.
kelimanya kembali melesat dengan kecepatan tinggi...............
..............
..............
__ADS_1