
"Geuukkkk.... buahhhh"
mulut Ruo kembali memuntahkan banyak darah.
"aaaaaaaaa.......... keparaattttt"
Ruo mengumpat kesal...
"pedang pembalik langit...... Amukan langit....... langkah angin.... elemen angin... cincin angin.... elemen Api,,,,bara api,,,, elemen tanah Guncangan gunung,,,, "
Ruo mngebungkan tiga elemen sekaligus, bersamaan dengan jurus pucak pedang pembalik langit.
Beeemmmmmmmmmmmmmm.......
semua serangan tak lagi dirasa,oleh Ruo,,,, tiga energi elemen meluap luap menyelimuti tubuh Ruo, dan menggambarkan sosoknya menjadi sangat mengesankan.
Ruo bersiap memberi serangan tunggal pada kalajengking raksasa beserta ribuan tetua..........
"amukan angin, api dan tanah....... Jurus pembalik alam haaaaaaaaaaaaaaa..... cccieyyyyyyyaaaaaaaaaa..... "
glegeeerrrrr....... glegggeeeeerrrrrrr...
wwwhhhhuuuuuuuuuuuussssssss...
"Menghindaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr"
semua tetua melesat, menghindari ke agungan puncak kekuatan gabungan tiga elemen dan dua jurus puncak nya, di tambah ribuan Duri landak baja angin yang ikut menyatu.
Dem....... Dem...... Dem..... Demm...
Suara dentuman menggema,,,, gelombang kejut menyapu jarak jangkauan Ribuan kilometer.
Usaha semua tetua sekte kalajengking untuk kabur sia sia,,, apalagi Patriak yang masih bertransformasi menjadi kalajengking.
Suara ledakkan dan dentuman itu, berhasil menarik puluhan ribu orang orang kuat yang penasaran dengan penyebab suara dentuman yang membuat panik di wilayah mereka.
Booommmmmmm..........
__ADS_1
Booooommmmmmmmmmm........
Serangan Ruo masih memporak porandakan seluruh wilayah sekte kalajengking,,,,,
Ruo terus mengendalikan serangan energinya, dia menyapu semua bangunan serta orang yang berada di dalam wayah itu.
Demmmmmm.........
serangan energi Ruo mendekati pusat sekte,,,, tiga sosok melesat mencoba menahan serangan, ketiga sosok itu adalah leluhur dari sekte kalajengking.
"Tahannnn..... jangan sampai kekuatan itu menerobos,,,,, " ketiganya membentuk segel formasi berbentuk kalajengking raksasa..
"sialllll....... kenapa bocah bocah itu menyinggung orang yang salah" kesal salah satu leluhur.
"hal itu kita pikirkan nanti, sekarang kita fokus untuk menahan serangan yang mendekat ke arah kita"
Blaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrr............
Formasi pertahanan dari tiga leluhur sekte,berubah menjadi tiga kalajengking raksasa, dan mencoba menghadang serangan Ruo....
gggrrroooooooaaaaaaaaahhhhhh
puluhan ribu orang orang kuat yang menyaksikan bencana di sekte kalajengking, hanya menerka.
"Kali ini,,, siapa yang mereka singgung"
"lihatlah,,,, itu adalah formasi pertahanan kalajengking kaisar, dari leluhur sekte"
"serangan itu tak mungkin bisa di tahan oleh formasi kaisar kalajengking"
"kali ini,,, sekte kalajengking sudah habis"
berbagai ungkapan terucap dari banyaknya orang kuat yng menyaksikan bencana di sekte kalajengking.
Bahkan, di salah satu tempat,,, ras lain menatap asal guncangan yang terasa sampai wilayahnya dari ketinggian.
"Groooooaaaaaaahhhhhh"
__ADS_1
Demmmmmmmm...............
Demmmmmmmmmmmmm........
Benturan kekuatan serangan dan pertahanan beradu.... dentuman kembali menggema dahsyat.
tiga leluhur terdorong beberapa langka, namun ketiganya sekuat tenaga bertahan dan memperkuat formasinya.
Ruo hanya menatap lurus siluet kalajengking raksasa, yang sedang menahan seranganya.....
"Tahanlah,,,,,, jika kalian selamat sampai akhir dari serangan pembalik alamku,,,,, aku takan menghitung kalian" ucap Ruo yang menggema, dan dapat di dengar oleh hampir semua orang yang menyaksikan.
Boooommmmmmmmmmm..........
Tekanan kedua kekuatan itu akhirnya menjadi sebuah ledakan maha dahsyat, Ruo segera menyelimuti diri dengan pesona anginya,,,, sedangkan ketiga Leluhur, menyelimuti diri mereka dengan segel formasi kalajengking.
Seluruh area sekte seluas 50kilomter,,, rata dengan tanah, bahkan area hutan menjadi gundul akibat sapuan dua kekuatan itu.
orang orang yang menyaksikan pun tak luput dari dampak gelombang kejut dan sapuan energi, dan memaksa mereka mengeluarkan pertahanan.
Ruo berdiri gagah dan tenang di udara... dia menatap ketiga sosok yang tengah merintih menahan luka luka mereka.
Tak lama,,, ketiganya melesat menghampiri Ruo.
ketiganya menatap mata Ruo yang berada di balik Zirah naga.
Buuuzzzzzz........
Ruo memperlihatkan sosoknya.....
"masih sangat muda... " gumam ketiganya.
"Pak Tua,,,,, aku tidak akan meminta maaf, untuk akibat dari apa yang mereka semua sebabkan..... "
Ruo menjedah ucapanya, ingin melihat reaksi ketiganya.
"Namun, ingat namaku,,,, aku adalah Ruo,,,,, Jiang Ruo, jika kalian hendak menuntut balas" ucap Ruo dengan tegas.
__ADS_1
.......................