Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Bernostalgia


__ADS_3

Setelah tenang karna pertempuranya dengan Zi Shen berakhir.


Ruo menghampiri Ling Su Yuan,dan membantu Sang Dewi Langit menggempur sisa pasukan Zi Shen.


"ibu,,,, istirihatlah,biar Ruo'er yang menyelesaikan sisanya"


ucap Ruo dengan lembut, meminta ibunya,, Ling Su Yuan untuk mempercayakan sisa pasukan pada Ruo.


mendengar Ruo memanggilnya kembali dengan sebutan ibu,,, airmata Ling Su Yuan, kembali jatuh, sambil menatap ke arah anaknya yang melesat, ke medan tempur.


Tcahhh.....


Wuuhhgggg....


wussssssss........


Demmmmmmm.......


Dengan langkah angin, Ruo langsung menggempur dan membabad setiap tubuh dari pasukan Zi Shen,setiap sentuhan pedang pembelah langit, akan membelah setiap tubuh lawan.


Ruo memutar tubuh, seraya dengan pedangnya,...


Bommm... Booommmm. Demmmm....


Ribuan orang terlempar oleh energi pedang yang di sabetkan Ruo....


Ruo berdiri sambil merentangkan tangan.


"Duri landak,,, elemen angin,,, badai Duri baja angin"


Blaaaaaaaaarrrrrrr.....


Ribuan duri landak menyebar ke berbagai penjuru, melesat ke semua arah musuh.

__ADS_1


Whhhuuuussssss..........


Clepppp.... Clepppp... Clepppp....


Duarrrrrr........ Duaaaarrrr... Duaarrrrr


Kembali,,,, ledakan dari ribuan tubuh pasukan musuh menjadi kengerian di medan pertempuran.


"Ruo'er.... "


Tubuh Ling Su Yuan atau dewi angin bergetar, menyaksikan betapa bringas dan kejam anaknya terhadap musuh musuhnya.


Bahkan, Ling Su Yuan seperti menyesali sesuatu... Namun, Ling Su Yuan terus memperhatikan Ruo.


Ruo seperti mewakili semua pasukan aliansi, hanya dengannya sendiri,,,,, hampir setengah dari pasukan yang tersisa di babad habis.


"Heiii...... Saudara,,,,,, kenapa kau merebut jatah kami"


Tiba-tiba, seseorang protes pada Ruo


"Aissss...... " Qian Qin seperti menyesali protesnya.


Qian pun bergabung dengan Ruo, di susul Zhang San, WanLi, Liu Bai, Bai Huang, Wuji.


Ruo cs, seperti sedang bereuni di dalam medan pertempuran, ketujuhnya Bernostalgia dan membentuk formasi yang biasa mereka gunakan ketika berburu saat masih berada di sekte Lembah angin.


"Aahhhhahahahaa....... Kesenangan hari ini adalah milik kita"


Wuji benar benar seperti iblis pembunuh,,, dia tertawa kegirangan bisa menumpas banyak pasukan Zi Shen.


Chiuuu......


Cresssshhhh.....

__ADS_1


Buakkkk..... Swuusssss.....


Sreeeetttttt........


Clepppp... Clepppp


Srraaaaakkkkkk.......


Energi pedang, tombak, panah, pisau, Duri landak, cakram guang,,, perpaduan gempuran tujuh senjata dari Ruo cs, memberi kengerian pada pasukan Zi Shen. Mereka sangat ingin menyerah, namun tak ada kesempatan untuk itu.


Saat Wanli Dan Zhang San melompat Tinggi,untuk mengalihkan perhatian lawan,,, Qian Qin dan Liu Bai, akan melesat ke arah dua sisi musuh dan menggiring mereka untuk berkumpul, sementara Ruo, Wuji,Bai Huang... Akan menggempur dari arah depan, ketika pasukan musuh kehilangan fokus, karna bingung harus menahan serangan ketujuhnya, Wan Li dan Zhang San mengalihkan perhatian pasukan dengan serangan dari atas,barulah ketika perhatian semua pasukan Zi Shen teralihkan pada serangan Wan Li dan Zhang San.


Gempuran dahsyat yang sesungguhnya datang dari kelima pemuda yang berada di berbagai sisi pasukan.


Chiiiuuuuuuuuu..........


Demmmmmmmmmmm..........


Booommmmmmmmmmmmm....


Tak ada suara teriakan, hanya kabut darah dari ribuan tubuh yang hancur menjadi bukti, betapa kejam dan mengerikanya formasi dan strategi Ruo cs.


Semua orang yang menyaksikan, hanya mematung, memikirkan jika posisi mereka berada pada posisi pasukan Zi Shen.


"Hiii..... "


Salah satu pasukan aliansi bergidik membayangkanya.


"Kau kenapa saudara...... "


"Ahh... Tidak, tidak.... Saya hanya merasa ngeri melihat serangan tujuh pemuda itu"


"Musuh masih di depan kita,,, tetap fokus"

__ADS_1


"Emmmm...... "


Kedua pasukan itupun kembali ke pertarungan.


__ADS_2