Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta

Panggilan Takdir Sang Kultivator Semesta
Alam Yang Tak Ramah


__ADS_3

Di salah satu Wilayah lain,,,,,



Invasi tak kalah sengit terjadi,,, Qian Qin dengan ratusan juta pasukanya langsung menyerbu kota dewa tempat dirinya baru menginjakkan kaki.


Sama seperti Jiang Ruo dan Wuji,,, sambutan yang Qian Qin Terima adalah usaha dari para dewa menangkap dirinya dalam keadaan hidup atau mati.


Qian Qin.....



Yang dalam invasinya memperlakukan semua dewa sama seperti apa yang di lakukan saudara saudaranya.....


"Matiiii........!!!!!!! "


BAMMMMMM............


Qian Qin meledakakan kepala tuan kota dengan kegeraman.


"Jika ada budak yang selamat di antara?? maka biarkan!!! kecuali mereka memiliki niat bergabung!! "


"Selain dari mereka??? Lenyapkan!!! " Qian Qin memberi perintah tegas pada semua pasukanya.


Segera... semua pasukan Qian Qin menyisir setiap penjuru kota yang sudah luluh lantak akibat pertempuran besar melawan Qian Qin .


Qian Qin hanya berdiri di udara menyaksikan dan menunggu pasukanya melakukan penyisiran.


Pemuda gagah itu memandang tajam ke arah kobaran api yang membakar seisi kota, seluas kiloan meter.


"Alam ini,sangat tidak ramah" ucapnya.


Qian Qin menunggu hingga beberapa jam sampai salah satu dari pasukanya mendekat membawa laporan.


"Pemimpin muda?! di kota ini tak ada satupun budak yang kami temukan!! " tuturnya


"m.... Kalau seperti itu?? kita tak harus menunggu! " ucap Qian Qin, kemudian menarik semua pasukanya kedalam dunia jiwa, dan membiarkan jasad pasukanya yang gugur dalam pertempuran terlalap api.

__ADS_1


*


*


Sementara WanLi.......



Yang saat ini dalam transformasinya menggunakan kekuatan Tombak semesta dgn ukuran raksasa untuk menghantam jutaan dewa sekaligus menghancurkan kotanya.



Dalam pertarungan itu,,, Jutaan dewa membentuk segel formasi pertahanan untuk mencegah kehancuran yang akan di akibatkan oleh tombak semesta WanLi.


WanLi yang tak ingin seranganya gagal...


"Bunuh semua ahli formasi itu!!! " teriaknya.


Whoooossssssssss.............


Puluhan juta pasukanya,menyerang semua dewa yang tengah membentuk formasi pertahanan



DEEEMMMMMMMMMMM..............


Akibat keteledoran dari semua ahli formasi yang panik karena serbuan dari puluhan juta pasukan WanLi.


Akhirnya, tombak semesta menembus pertahanan dan menghancurkan mereka semua.


Lidah tuan kota keluh, melihat kehancuran kotanya,, Dia sangat marah karna tak bisa menahan serangan dahsyat dari WanLi.


"Keparatttt!!!!! " Tuan kota itu menyerang WanLi.


Pertarungan tunggal itu berlangsung sengit di atas udara.


Bammmm.....

__ADS_1


Bammmmmm....


Beberapa kali, tubuh WanLi harus menerima tendangan, namun hal itu tidak berpengaruh apapun bagi WanLi yang dalam mode transformasi.


"Manusia biadab sepertimu akan menjadi bencana jika aku tak berhasil membunuh mu" ucap Dewa yang menjadi tuan dari kota yang kini dalam kehancuran.


WanLi berkelit dari setiap tebasan pedang Tuan Kota,dia sengaja tidak langsung membunuh dewa tersebut.


"Apa aku harus menimpali omong kosong mu itu, dewa sialan?? " ucap WanLi sembari menangkis pedang tuan kota dengan tombaknya.


tcahhh......


BOOOMMMM.........


Tuan kota terkena pukulan dari perisai yang berada di tangan WanLi.


"Kau dan bajingan Jiang Ruo tidak pantas berada di alam dewa ini,,, Geukkkhhh" tutur Tuan Kota sambil memuntahkan seteguk darah.


Swoooossssssss..........


Dalam sekejap,,, ujung tombak WanLi berada tepat di wajah Tuan Kota, yang membuat dewa tersebut ketakutan dan panik.


"Kenapa dgn wajah mu itu dewa sampan??? "


"Kematian berada tepat di depan matamu sekarang??! "


"Ucapkan kata kata mutiara mu, seperti tadi!! agar kematian sedikit layak!? " WanLi menatap tajam Dewa yang kini berada dalam ancamanya dan terlihat tak berdaya.


"Cepat bunuh aku sialannn!!!!! " tantang Dewa trsbut.


WanLi yang merasa di tantang lalu tersenyum dan berkata....


"Dengan senang hati...!!! '"


Cleeeppppp.........


Tombak WanLi menembus kening sang dewa, hingga tembus menancap ke tanah.

__ADS_1


Sang Dewa tewas dalam keadaan mata melotot serta mulut menganga, seperti tak percaya dengan kekejaman manusia yang menjadi buronan dari Tuan mereka, Zhuxian Di Shen.


__ADS_2